Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Makassar Keluar dari Krisis Sampah di Forum UCLG ASPA  

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEPOK, TEMUKATA.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan strategi komprehensif Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi persoalan persampahan pada kegiatan City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices.

Forum tersebut diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) di The Margo Hotel Kota Depok, Selasa (28/7/2026). Mempertemukan pemerintah daerah se-Indonesia untuk berbagi praktik baik dan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah perkotaan.

 

Munafri mengawali pemaparannnya dengan mengungkapkan bahwa Kota Makassar tengah menghadapi tantangan besar akibat kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang sebelumnya masih menggunakan sistem open dumping hingga berujung pada sanksi administrasi.

 

“Hari ini kami dalam posisi disuspend atau memiliki sanksi administrasi di TPA. Karena TPA kami seluas 21 hektare dengan timbunan sampah mencapai enam hingga tujuh meter dan masih menggunakan sistem open dumping,” ujarnya.

 

Kondisi tersebut, lanjutnya, mendorong Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah cepat dengan terhadap pembenahan TPA sebagai titik awal penyelesaian persoalan sampah.

Sejalan dengan program nasional, Munafri mengungkapkan Transformasi TPA menuju sistem sanitary landfill kini telah mencapai lebih dari 85 persen. Seluruh timbunan sampah telah ditutup menggunakan cover soil, disertai sistem pengelolaan gas metana dan air lindi.

Baca Juga :  Peringati HUT ke - 81 RI, Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan Panaikang

 

Ia menguraikan, Gas metana yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan TPA, sementara air lindi diolah menjadi air baku yang dapat dimanfaatkan warga setempat.

 

Namun, wali kota yang akrab disapa Appi ini menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak cukup dilakukan di hilir. Karena itu, Pemkot Makassar juga membangun perubahan dari tingkat rumah tangga melalui gerakan pemilahan sampah.

 

“Kampanye kami sederhana, cukup dua ember di setiap rumah. Satu untuk sampah organik dan satu lagi untuk sampah non-organik. Seluruh rumah tangga wajib memilikinya,” jelasnya.

 

Untuk pengolahan sampah organik, jelasnya Appi, Pemkot Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup menghadirkan program “Teba” Modern sebagai fasilitas komunal serta biopori di setiap rumah sebagai pengolahan mandiri.

 

Program tersebut dikawal hingga tingkat lingkungan dengan melibatkan sekitar 6.000 Ketua RT di Kota Makassar yang bertugas memastikan komposter dan pengelolaan sampah berjalan di wilayah masing-masing.

 

Lebih jauh, Appi melanjutkan Pemerintah juga terus memperluas pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di seluruh kecamatan.

 

Baca Juga :  ANDI NURHALDIN NH: Intruksikan AMPI SULSEL bantu korban kebakaran di Kecamatan Tallo Kota Makassar

Selain menyasar rumah tangga, jelas Appi, Pemerintah Kota Makassar juga mendorong perubahan perilaku melalui dunia pendidikan. Seluruh sekolah, mulai PAUD, SD hingga SMP, didorong menerapkan pemilahan sampah sejak dini agar menjadi kebiasaan baru bagi generasi muda.

 

“Kami ingin anak-anak sejak kecil terbiasa membedakan dan mengolah sampah dengan baik,” katanya.

 

Sebagai penguat kolaborasi, Pemkot Makassar juga membentuk Dewan Lingkungan yang dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar. Dewan tersebut melibatkan unsur akademisi, aktivis lingkungan, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat edukasi sekaligus penerapan teknologi dalam pengelolaan sampah.

 

Appi juga memastikan keberlanjutan ekonomi sirkular melalui penguatan Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Induk. Pemerintah memberikan dukungan pendanaan agar transaksi pembelian sampah dari masyarakat tidak mengalami keterlambatan sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

 

Appi optimistis rangkaian transformasi dari pembenahan TPA, penguatan partisipasi masyarakat, pendidikan lingkungan, hingga ekonomi sirkular akan membawa Makassar keluar dari persoalan persampahan.

 

“Kami meyakini, insyaallah dengan proses yang kami lakukan, Kota Makassar akan menjadi kota yang paling pertama yang berhasil keluar dari persoalan persampahan di Indonesia,” tutupnya.(*)

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026  
Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Appi: Bentuk Perhatian Pemkot dan Cegah Pengangguran
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Kepala Daerah Jelajahi Kekayaan Wisata dan Kuliner Makassar
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026
Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  
Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis
Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret
Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026  

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:06 WITA

Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Appi: Bentuk Perhatian Pemkot dan Cegah Pengangguran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:14 WITA

Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:45 WITA

Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis

Berita Terbaru