Mandiri Kelola Sampah, Warga Karunrung Bergerak

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, TEMUKATA.COM Warga RW 04 Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dengan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Sampah organik diolah melalui berbagai metode, termasuk biodigester yang menghasilkan gas, sementara sampah anorganik ditabung di bank sampah dan sampah residu diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa.

 

Inisiator pemilahan sampah, Syamsuddin SE, MM, mengatakan inisiatif tersebut berangkat dari kepedulian terhadap persoalan sampah yang terus meningkat dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

 

Menurutnya, masyarakat perlu mengambil peran sejak dari sumbernya, terutama dengan memilah sampah organik, anorganik, dan residu serta mengolah sampah yang masih memiliki manfaat.

 

“Inisiatif pengelolaan sampah secara mandiri berangkat dari kepedulian terhadap persoalan sampah yang terus meningkat dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat perlu mengambil peran sejak dari sumbernya, terutama dengan memilah sampah organik, anorganik, dan residu serta mengolah sampah yang masih memiliki manfaat,” kata Syamsuddin, Selasa, (4/8/2026).

Baca Juga :  Auditor Internal Tepis Tudingan Miring Dana Hibah KONI Makassar, Sebut Sesuai Prosedur NPHD

 

Udin menuturkan, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan pengelolaan sampah. Karena itu, pihaknya terus mengajak warga membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.

 

“Hal yang mendorong kami mengajak masyarakat adalah keyakinan bahwa perubahan besar harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan masing-masing. Alhamdulillah, hasilnya saat ini sudah cukup positif. Partisipasi masyarakat mulai meningkat, lingkungan menjadi lebih bersih, dan sampah yang dibuang ke TPA dapat dikurangi. Ini menunjukkan bahwa apabila dilakukan secara bersama-sama dan konsisten, pengelolaan sampah mandiri dapat menjadi gerakan yang nyata dan berkelanjutan,” katanya.

 

Di RW 04, sampah yang telah dipilah kemudian diolah melalui beberapa metode. Sampah organik dimanfaatkan melalui inovasi Teba Modern, budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) , serta biodigester yang mengubah sampah organik menjadi gas untuk kebutuhan masyarakat.

 

Sementara itu, sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah dikumpulkan dan setiap dua pekan disetorkan ke Bank Sampah Unit Jipang 04 untuk ditabung. Hasil penimbangan selanjutnya dikonfirmasi kepada pengurus RT dan RW agar diteruskan kepada warga yang telah berpartisipasi memilah sampah.

Baca Juga :  HMI Sulsel Desak Hak Angket GMTD ;Rekomendasi DPRD Ditolak, Mahasiswa Dorong Pakta Integritas

 

Adapun sampah residu dikumpulkan untuk kemudian diangkut petugas menuju TPA. Ini sesuai regulasi yang diterbitkan Pemkot Makassar yang mulai berlakukan penghentian sistem open dumping di TPA Tamangapa sejak 1 Agustus 2026.

 

“Sampah organik kami buatkan beberapa inovasi dari teba modern, BSf dan Biodigester menjadi Gas. Anorganik telah dipilah dari rumah, dan setiap 2 minggu sampah tersebut di bawa ke Bank Sampah Unit Jipang 04 untuk di tabung, setiap penimbangan di bank sampah akan di konfirmasi ke RT dan RW agar bisa diteruskan ke warga yang telah memilah sampahnya,” beber Udin.

 

 

“Sehingga dapat menekan sampah yang harus masuk ke TPA semua,” imbuhnya. (*)

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Kepala Daerah Jelajahi Kekayaan Wisata dan Kuliner Makassar
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026
Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  
Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis
Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret
Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran
Di Forum PBB, Munafri Tekankan Pentingnya Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:24 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Kepala Daerah Jelajahi Kekayaan Wisata dan Kuliner Makassar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:14 WITA

Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:34 WITA

Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama

Berita Terbaru