Kelurahan Panaikang Jawab Kekhawatiran Warga soal Pemilahan Sampah dengan Fasilitas Lengkap

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,TEMUKATA.COM — Pemerintah Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir dengan penerapan kebijakan pemilahan sampah dari sumber yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar.

Lurah Panaikang, Muthmainnah, mengatakan pemerintah kelurahan memahami bahwa salah satu kekhawatiran utama masyarakat adalah ketidakpastian pengangkutan sampah organik, keterbatasan fasilitas pendukung, serta kebingungan mengenai ke mana sampah yang telah dipilah akan dibawa.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Panaikang bahwa tidak perlu khawatir mengenai pengelolaan sampah, kami di kelurahan menyiapkan sarana dan prasana sampah,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Berbagai fasilitas dan sistem pendukung telah disiapkan agar warga cukup memilah sampah dari rumah, sementara proses pengelolaan selanjutnya ditangani oleh pemerintah bersama para pemangku kepentingan.

Karena itu, lanjut dia Kelurahan Panaikang menyiapkan sarana pengelolaan yang terintegrasi sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa ragu untuk menjalankan kebijakan tersebut.

“Tugas masyarakat cukup memilah sampah dari rumah. Selanjutnya, Pemerintah Kelurahan bersama pihak terkait yang akan mengelola sampah tersebut,” jelas Muthmainnah.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur’an dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah

Ia menjelaskan, saat ini Kelurahan Panaikang telah memiliki 40 pasang titik teba dan sejumlah komposter yang siap menampung sampah organik rumah tangga.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurutnya, keberadaan titik teba dan komposter merupakan bentuk komitmen pemerintah kelurahan dalam memberikan pelayanan kebersihan yang lebih baik sekaligus mendukung kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Keberadaan titik-titik teba dan komposter ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kebersihan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

Selain menyediakan teba dan komposter, Kelurahan Panaikang juga terus mengembangkan alternatif pengolahan sampah organik melalui lubang pengolahan sampah organik serta budidaya maggot.

Program ini diharapkan mampu mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Tidak hanya teba, kami juga menyiapkan alternatif pengelolaan sampah organik berupa lubang pengolahan sampah organik dan budidaya maggot yang akan terus kami kembangkan dan tambahkan ke depan agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Sulit Diakses, Pemkot Makassar Bangun Jalan Romang Tangayya Sepanjang 1 Kilometer

Sementara untuk sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, Kelurahan Panaikang telah memiliki lima Bank Sampah Unit (BSU) yang siap menerima sampah hasil pemilahan warga.

Dengan sistem tersebut, sampah organik diolah di lingkungan kelurahan, sampah anorganik disalurkan ke BSU untuk didaur ulang, sedangkan hanya sampah residu yang diangkut menuju TPA Tamangapa.

Muthmainnah berharap kesiapan fasilitas tersebut dapat menjawab berbagai keraguan masyarakat terhadap implementasi program pemilahan sampah sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Pemerintah telah menyiapkan sistemnya. Kami berharap masyarakat cukup disiplin memilah sampah dari rumah,” ungkapnya

“Jika seluruh warga berpartisipasi, maka volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang dan lingkungan Kelurahan Panaikang akan semakin bersih,” tambah Lurah perempuan tersebut. (*)

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026  
Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Appi: Bentuk Perhatian Pemkot dan Cegah Pengangguran
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Kepala Daerah Jelajahi Kekayaan Wisata dan Kuliner Makassar
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026
Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  
Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis
Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret
Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026  

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:06 WITA

Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Appi: Bentuk Perhatian Pemkot dan Cegah Pengangguran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:14 WITA

Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:45 WITA

Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis

Berita Terbaru