Temu kata.com, Makassar — Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA ISMEI) Wilayah Sul-Sel-Bar-Tra melayangkan tantangan terbuka kepada Kapolda Sulawesi Selatan yang baru dilantik. Organisasi alumni mahasiswa ekonomi ini mendesak pimpinan kepolisian daerah tersebut untuk membuktikan komitmen nyata dalam memberantas maraknya perang kelompok dan tawuran antarpemuda, khususnya di Kota Makassar.
Ketua Bidang Kepemudaan dan Jejaring Alumni IKA ISMEI Sul-Sel-Bar-Tra, Abdul Faisal, menegaskan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan butuh aksi konkret di lapangan, bukan sekadar imbauan formal atau retorika penanganan konflik. Menurutnya, aksi kejahatan jalanan dan tawuran yang berulang telah menciptakan rasa takut yang merenggut hak dasar warga atas rasa aman.
“Kami menantang Kapolda Sulsel yang baru untuk membuktikan komitmennya. Jangan biarkan perang kelompok terus berulang sementara warga harus hidup dalam ketakutan. Keamanan adalah hak mutlak masyarakat yang wajib dijamin oleh negara,” tegas Abdul Faisal.
IKA ISMEI menyoroti bahwa penanganan konflik pemuda selama ini terkesan sporadis. Faisal mendesak Polda Sulsel di bawah kepemimpinan baru agar menyusun strategi penanganan yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan, mengombinasikan langkah pencegahan dini serta penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu.
Dampak buruk tawuran antarpemuda ini dinilai tidak hanya mengancam keselamatan jiwa dan merusak masa depan generasi muda, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi serta iklim investasi di Kota Makassar.
“Makassar adalah rumah kita bersama. Jika konflik berkepanjangan ini dibiarkan, pembangunan daerah akan terhambat dan pelaku usaha tidak bisa bekerja dengan tenang. Kami mendesak Kapolda baru menjadikan penuntasan perang kelompok ini sebagai prioritas utama,” pungkasnya.








