Appi Ingin Urban Farming Masjid Bin Baz Jadi Model Ketahanan Pangan Perkotaan

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 17:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMUKATA.COM.,MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menghadiri langsung kegiatan panen melon di kawasan urban farming Masjid Bin Baz Bukit Baruga, Jumat (3/9/2026).

 

Dalam kunjungannya, Appi tidak hanya melihat proses budidaya, tetapi turut memanen dan memetik buah melon segar yang ditanam di dalam greenhouse.

Pada kesempatan ini, Appi mengapresiasi pengelolaan kebun melon juga didalamnya berbagai macam tanaman seperti anggur dan lainya,, karena dinilai mampu menjadi contoh urban farming yang produktif sekaligus terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan.

“Kita melihat prosesnya dan melihat hasilnya urban farming. Artinya, dalam rentang waktu beberapa bulan banyak sekali hal yang bisa disisipkan, sehingga ada siklus yang tidak berhenti dari setiap bulannya,” kata Appi.

 

Urban farming merupakan konsep pertanian perkotaan yang memanfaatkan lahan terbatas, seperti halaman rumah, lahan kosong, maupun atap bangunan.

Konsep tersebut dinilai menjadi salah satu alternatif untuk mendukung ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

 

Menurut Munafri, penggunaan greenhouse menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman karena budidaya tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

Baca Juga :  Sampah Menumpuk di Pusat Kota Gowa, SAPMA PP Desak Bupati Evaluasi Kinerja DLH

“Dengan area greenhouse ini, kita tidak tergantung dengan cuaca. Ini benar-benar dilakukan untuk memastikan bahwa kebun ini bisa dijalankan atau bisa dibuat di mana saja. Yang penting intinya fokus dan kemauannya ada,” imbuh Appi.

 

Dia menegaskan, keberhasilan urban farming tidak hanya bergantung pada pembangunan sarana, tetapi juga konsistensi dalam merawat dan mengembangkan kebun.

“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Ini perlu kita terus edukasi. Memang harus dirawat semuanya,” tegasnya.

Appi juga menilai konsep yang diterapkan di urban farming tersebut menarik karena mengintegrasikan budidaya tanaman dengan pengelolaan limbah dan sumber daya lingkungan di sekitar kawasan.

 

Salah satunya, air bekas wudu di masjid dikelola untuk kemudian dimanfaatkan kembali dalam penyiraman tanaman.

Sementara pupuk yang digunakan berasal dari bahan organik yang dihasilkan melalui pengelolaan biopori.

Selain pertanian, kawasan tersebut juga mulai mengembangkan sektor peternakan yang ke depan diharapkan dapat memperkuat konsep pertanian terintegrasi.

 

“Yang paling menarik adalah pola terintegrasi yang dilakukan ini. Hasil limbah buangan dari air wudu dikelola untuk kembali menyiram tanaman-tanaman yang ada,” tuturnya.

Baca Juga :  Dugaan Perubahan Site Plan Acak-Acak Fasos-Fasum, Anggota DPRD Makassar Minta Dokumen GMTD Diusut Tuntas

“Pupuk-pupuk yang dipergunakan juga pupuk organik yang datang dari biopori mereka,” tambah Appi.

Menurutnya, konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi kawasan percontohan urban farming yang terintegrasi dengan lingkungan.

 

“Ini akan kita jadikan bentuk percontohan bagaimana zona urban farming yang terintegrasi dengan lingkungan yang ada,” jelasnya.

Appi bahkan menyebut urban farming di pelataran Masjid kawasan Bukit Baruga sebagai salah satu yang paling sukses di Makassar sejauh ini, khususnya dari sisi luasan dan kompleksitas pengelolaannya.

“Dengan luasan yang lebih besar. Ada yang sudah melakukan, tapi tidak sebesar ini dan tidak sekompleks ini,” jelasnya.

Appi menyebut masih banyak hal yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas urban farming tersebut.

 

Mulai dari pemenuhan kebutuhan pupuk, pengembangan maggot, hingga peningkatan fasilitas dan infrastruktur pendukung.

“Banyak sekali, masih banyak. Sebenarnya masih banyak sekali untuk memastikan peningkatan produktivitas hasil dari pertaniannya. Pupuknya harus diperhatikan, ada mungkin maggot yang harus ditambah, fasilitas, infrastruktur, dan sebagainya,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat Dampingi UMKM Desa Laliko Melek Pajak dan Pemasaran Digital Berbasis Kearifan Lokal
Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance
Dari Timbunan Sampah Jadi Hutan Kota, Munafri Siapkan Konservasi RTH di TPA Tamangapa 
KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026
Makassar Jadi Pilot Project Nasional Perlinsos, Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga
Tak Lagi Lewat Jalur Kecamatan, Pemkot Makassar Hadirkan Konsep Baru pada MTQ 2026
PBB Kota Makassar Tak Naik, Diskon hingga 75 Persen, Realisasi Capai 86 Persen
Menjangkau Pulau Terluar, Appi Siapkan Pembangunan Dermaga, Air Bersih & Lampu Jalan di Pulau Lumu-lumu

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:06 WITA

Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat Dampingi UMKM Desa Laliko Melek Pajak dan Pemasaran Digital Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:29 WITA

Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:41 WITA

Dari Timbunan Sampah Jadi Hutan Kota, Munafri Siapkan Konservasi RTH di TPA Tamangapa 

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:33 WITA

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:27 WITA

Makassar Jadi Pilot Project Nasional Perlinsos, Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga

Berita Terbaru

Pemerintahan

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 09:33 WITA