Bentrok Ujung Bori Makassar, Massa Serang Polisi Pakai Busur hingga Molotov

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 17:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melakukan penyerangan menggunaan busur dan panah ke Petugas Kepolisian saat bentrok terjadi di Jalan Ujung Bori Makassar. Foto : Doc. Temukata.com

Warga melakukan penyerangan menggunaan busur dan panah ke Petugas Kepolisian saat bentrok terjadi di Jalan Ujung Bori Makassar. Foto : Doc. Temukata.com

TEMUKATA.COM, MAKASSAR – Bentrokan dua kelompok warga pecah di Jalan Ujung Bori, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026). Massa saling serang hingga menggunakan busur, batu, dan bom molotov. Polisi pun menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Personel gabungan Unit Jatanras dan Satuan Samapta Polrestabes Makassar dikerahkan ke lokasi. Polisi beberapa kali melepaskan gas air mata untuk memukul mundur massa yang menutup akses Jalan Ujung Bori.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah warga melakukan perlawanan. Mereka menyerang petugas dengan anak panah busur, lemparan batu, hingga molotov.

Kericuhan bermula saat sekelompok warga datang ke Kompleks Aditarina untuk memasang papan bicara terkait klaim kepemilikan lahan seluas sekitar 30 hektare.

Lahan tersebut diketahui dihuni ratusan warga Ujung Bori. Kedatangan kelompok yang hendak memasang papan bicara itu ditolak warga setempat.

Penolakan kemudian berujung bentrokan. Warga Ujung Bori menutup akses jalan hingga kedua kelompok terlibat saling serang.

Baca Juga :  Jelang Musda KNPI Sinjai, Rahim Tantang Calon Ketua: “Jangan Datang Cari Jabatan, Kalau Tak Siap Kerja untuk Pemuda”

Dalam kericuhan tersebut, dua sepeda motor dibakar. Kendaraan itu diduga milik kelompok yang datang untuk memasang papan bicara.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana kemudian turun langsung ke lokasi. Dengan pengeras suara, Arya meminta warga menghentikan aksi penyerangan.

“Mohon bapak ibu jangan lagi melakukan penyerangan ya,” kata Arya kepada massa.

Arya mengatakan kericuhan dipicu kedatangan kelompok yang diduga berasal dari salah satu ormas untuk membantu memasang papan bicara di dalam Kompleks Aditarina.

“Sepertinya tadi ada ormas yang mau masuk ke dalam, mungkin membantu memasang papan bicara. Cuma memang situasi tidak memungkinkan sehingga ada penolakan dari warga,” ujar Arya.

Menurut Arya, polisi berada di lokasi untuk memisahkan kedua kelompok dan mencegah adanya korban.

“Kami berupaya memisahkan warga jangan sampai ada yang terluka dan membuat situasi menjadi kondusif,” jelasnya.

Baca Juga :  Distaru Makassar Luncurkan Inovasi Railing Besi, Awasi Pelanggaran Tata Ruang Berbasis Digital

Dia membenarkan adanya serangan menggunakan busur, batu, dan benda lainnya. Polisi juga mencatat adanya kendaraan yang dibakar dalam kericuhan tersebut.

“Memang sempat ada beberapa kali pelemparan busur, batu, dan lain sebagainya. Ada kendaraan yang terbakar tadi,” ungkapnya.

Terkait pemasangan papan bicara, Arya menyebut lahan di Kompleks Aditarina masih dalam sengketa. Dia menegaskan persoalan kepemilikan lahan harus diselesaikan melalui jalur hukum.

“Kalau melakukan eksekusi, itu butuh keputusan pengadilan,” tegas Arya.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah orang dari lokasi. Mereka diamankan untuk mencegah bentrokan kembali meluas.

Personel kepolisian juga masih disiagakan di sekitar lokasi guna mengantisipasi bentrokan susulan.

“Ada yang kita tarik supaya tidak melakukan pelemparan dan sebagainya. Sementara anggota siaga di lokasi supaya tidak terjadi lagi bentrokan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan
IKA ISMEI Sulselbartra Tantang Kapolda Sulsel Baru, Penanganan Konkrit Perang Kelompok di Makassar
Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka
DPO Narkoba Meninggal Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel
SPMP LAPORKAN KERUGIAN ANGGARAN BOP TAHUN 2025 KE KEJAKSAAN NEGERI GOWA
Petani Sulsel Bentuk Simpul Agroekologi, Inisiatif Lokal Konsolidasi Gerakan Kedaulatan Pangan
Pimpin RDP di Lapas Tangerang, Dewi Asmara Dorong Kepastian Hukum Hak Cuti Warga Binaan
Weekend Trip Kodingareng Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Pulau

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:02 WITA

IKA ISMEI Sulselbartra Tantang Kapolda Sulsel Baru, Penanganan Konkrit Perang Kelompok di Makassar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:46 WITA

Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka

Rabu, 30 September 2026 - 17:41 WITA

DPO Narkoba Meninggal Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel

Selasa, 29 September 2026 - 21:08 WITA

SPMP LAPORKAN KERUGIAN ANGGARAN BOP TAHUN 2025 KE KEJAKSAAN NEGERI GOWA

Berita Terbaru

Pemerintahan

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 09:33 WITA