Dinas Perpustakaan Kota Makassar Dorong Pelestarian dan Digitalisasi Naskah Kuno Milik Masyarakat

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, Temukata.com — Dinas Perpustakaan Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menjaga warisan budaya dan rekam jejak sejarah daerah melalui langkah-langkah konkret pelestarian naskah kuno.

Upaya tersebut diwujudkan dengan merangkul secara langsung masyarakat luas serta berbagai komunitas pegiat budaya yang selama ini menjadi penyimpan manuskrip bersejarah.

Langkah inklusif ini diambil guna memastikan keberadaan naskah-naskah kuno tetap terjaga, terdata dengan akurat, dan dapat diwariskan secara utuh kepada generasi mendatang di tengah pesatnya modernisasi.

Komitmen strategis tersebut direalisasikan melalui gelaran kegiatan Diseminasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, dan Pendaftaran Naskah Kuno.

Agenda penting yang berlangsung selama dua hari pada 28 hingga 29 Juli 2026 di Hotel Aston Makassar ini menghimpun sebanyak 125 peserta yang terdiri atas perwakilan komunitas sejarah, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

Sepanjang kegiatan, para peserta dibekali pengetahuan komprehensif mengenai urgensi menjaga fisik manuskrip, melakukan pendataan yang sistematis, hingga teknik digitalisasi dokumen sejarah.
Saat membuka acara secara resmi, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar,

Dr. Aryati Puspasari Abady, menegaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran serta edukasi publik, terutama bagi para pemilik perorangan.

Menurutnya, naskah kuno seperti Lontara atau catatan sejarah lokal merupakan dokumen berharga yang sangat rentan rusak atau hilang ditelan zaman jika tidak dirawat dengan standar yang benar. Melalui forum ini, pihaknya ingin membangun pemahaman kolektif agar pengetahuan berharga yang tersimpan di dalam lembaran manuskrip tersebut dapat dibaca dan dipelajari oleh anak cucu di masa depan.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkot Makassar Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan

Inisiatif ini sekaligus mencatatkan terobosan baru dalam tata kelola kearsipan dan perpustakaan daerah. Kepala Bidang Koleksi dan Pengembangan Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Husni Mubarak, menjelaskan bahwa program diseminasi yang melibatkan masyarakat secara aktif seperti ini merupakan inovasi perdana yang dilakukan oleh pihaknya. Program tersebut dirancang khusus sebagai jembatan awal untuk menjangkau secara persuasif warga maupun komunitas yang masih menyimpan manuskrip bersejarah di kediaman mereka masing-masing agar keberadaannya dapat terdata secara resmi oleh negara.

Adapun sasaran utama dari program pendataan ini mencakup naskah kuno bertuliskan tangan (handwritten manuscript) yang telah berusia minimal 50 tahun.

Kriteria tersebut berpedoman pada kaidah kelayakan artefak sejarah yang memerlukan intervensi pelestarian khusus. Husni menerangkan bahwa setelah naskah-naskah tersebut didata, pihak perpustakaan akan mendokumentasikan serta melakukan alih media ke format digital. Proses digitalisasi ini menjadi krusial agar kandungan isi, nilai-nilai kearifan lokal, serta catatan sejarah di dalamnya tetap terlindungi dan dapat diakses publik tanpa harus merusak fisik dokumen aslinya yang rapuh.

Meski demikian, dalam pelaksanaannya di lapangan, tim perpustakaan kerap menghadapi tantangan tersendiri. Salah satu kendala utama yang dijumpai adalah masih adanya kekhawatiran dan rasa enggan dari sebagian pemilik naskah untuk melaporkan koleksi mereka. Banyak warga mengira bahwa proses pendataan oleh pemerintah merupakan bentuk pengambilalihan atau penyitaan kepemilikan fisik naskah. Menjawab kekhawatiran tersebut, Husni menegaskan dengan lugas bahwa pendaftaran naskah sama sekali tidak bertujuan untuk merampas atau mengambil hak milik masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa hak kepemilikan fisik naskah kuno sepenuhnya tetap berada di tangan warga atau komunitas pemiliknya. Fokus utama dari Dinas Perpustakaan adalah memberikan asistensi teknis, edukasi mengenai tata cara penyimpanan yang aman dari kelembapan dan hama, serta melakukan restorasi dan digitalisasi. Dengan demikian, pemilik tetap dapat menyimpan benda peninggalan leluhurnya dengan aman, sementara narasi dan ilmu pengetahuan di dalam naskah tersebut tetap terabadikan dalam basis data digital yang dapat diakses untuk kepentingan pendidikan dan riset.

Baca Juga :  Makassar Jadi Pilot Project Nasional Perlinsos, Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga

Untuk memaksimalkan pengkajian serta pemanfaatan isi naskah secara ilmiah, Dinas Perpustakaan Kota Makassar juga menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Hasanuddin (Unhas). Kolaborasi lintas sektor ini difokuskan pada tahap pendataan lanjutan, identifikasi keaslian naskah, pengkajian filologi, hingga proses transliterasi dan penerjemahan bahasa daerah kuno ke dalam bahasa Indonesia. Sinergi dengan akademisi ini diharapkan mampu membongkar tabir keilmuan, sejarah, dan nilai budaya yang terkandung di dalam manuskrip, sehingga dapat disadur menjadi bahan ajar pembelajaran sejarah lokal yang kredibel.
Melalui konsistensi program ini, Dinas Perpustakaan Kota Makassar optimistis kesadaran kolektif masyarakat akan semakin meningkat dalam memandang naskah kuno. Manuskrip bersejarah tidak boleh lagi dianggap sekadar benda pusaka usang peninggalan masa lalu, melainkan rekam jejak peradaban yang memegang peranan kunci dalam membentuk identitas budaya dan ilmu pengetahuan bangsa. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, kekayaan literasi kuno di Makassar dipastikan akan terus lestari dan menjadi warisan intelektual yang tak ternilai harganya bagi generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Kepala Daerah Jelajahi Kekayaan Wisata dan Kuliner Makassar
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026
Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  
Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis
Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret
Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran
Di Forum PBB, Munafri Tekankan Pentingnya Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:24 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Kepala Daerah Jelajahi Kekayaan Wisata dan Kuliner Makassar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:14 WITA

Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:34 WITA

Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama

Berita Terbaru