TEMUKATA.COM,MAKASSAR — Upaya membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Tahun 2026 melalui program “Paccerakkang Berdaya” di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembuatan dan penempatan tempat sampah terpilah sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

Pembuatan tempat sampah ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan edukasi pemilahan dengan fasilitas yang dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat. Dengan tersedianya wadah sesuai kategori, masyarakat diharapkan lebih mudah menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan berdasarkan jenis aktivitas, volume sampah, kebiasaan pengguna, kondisi ruang, serta frekuensi pengangkutan. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar dalam menentukan jumlah, ukuran, kategori, dan titik penempatan tempat sampah.
Kategori tempat sampah disesuaikan dengan sistem pemilahan yang telah diperkenalkan kepada masyarakat. Penggunaan kategori yang konsisten diharapkan dapat memudahkan pengguna dalam mengenali wadah dan mengurangi kemungkinan terjadinya pencampuran sampah.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa, Dr. Indrayani Nur, S.E., M.Si., menekankan bahwa penyediaan tempat sampah perlu dipandang sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah, bukan sekadar penyediaan fasilitas fisik. Sarana yang dibuat perlu disertai edukasi, penempatan yang tepat, pengosongan, pemeliharaan, serta alur penanganan sampah yang jelas agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa memperhatikan bentuk, kapasitas, stabilitas, kemudahan penggunaan, perlindungan dari cuaca, serta kemudahan dalam proses pengosongan dan pembersihan. Pemilihan bahan juga mempertimbangkan ketahanan, keamanan, biaya, dan kemudahan perawatan.
Tahap fabrikasi dilakukan melalui proses pengukuran, pemotongan, penyambungan, penghalusan, hingga uji kestabilan. Setiap wadah diperiksa sebelum digunakan untuk memastikan konstruksi cukup kuat, permukaan rapi, dan aman bagi pengguna.

Untuk memudahkan masyarakat mengenali kategori, tempat sampah dilengkapi dengan warna, tulisan, dan identitas visual. Penggunaan warna tidak dijadikan satu-satunya petunjuk, tetapi dipadukan dengan tulisan dan simbol agar informasi tetap dapat dipahami oleh pengguna dengan kondisi dan tingkat pemahaman yang berbeda.
Label pada tempat sampah juga dirancang agar memberikan informasi yang sederhana dan mudah dipahami. Label dapat memuat nama kategori serta contoh material yang boleh maupun tidak boleh dimasukkan ke dalam wadah tersebut.
Setelah tempat sampah selesai dibuat, penentuan lokasi menjadi tahap penting berikutnya. Wadah ditempatkan pada titik yang mudah terlihat dan dijangkau masyarakat, tetapi tidak mengganggu jalur aktivitas maupun keselamatan. Kemudahan petugas dalam melakukan pengosongan juga menjadi pertimbangan dalam penempatan fasilitas.
Mahasiswa KKN juga memberikan contoh penggunaan tempat sampah kepada masyarakat melalui demonstrasi sederhana. Peserta diperkenalkan kembali pada kategori sampah dan diarahkan untuk menempatkan material sesuai dengan wadah yang tersedia. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat melalui praktik langsung.
Pembuatan tempat sampah terpilah juga tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Sistem pengosongan, pengangkutan, pembersihan, dan perawatan menjadi bagian penting agar hasil pemilahan tidak kembali tercampur. Jadwal pengosongan perlu disesuaikan dengan volume sampah dan kapasitas wadah untuk mencegah luapan, bau, maupun gangguan kebersihan.
Selain itu, kebersihan dan kondisi fisik tempat sampah perlu diperiksa secara berkala. Pembersihan, pengeringan, perbaikan cat, serta pemeriksaan sambungan dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengguna dan memperpanjang umur fasilitas.
Program ini juga menghubungkan sarana tempat sampah dengan program pemilahan sampah dan urban farming yang menjadi bagian dari “Paccerakkang Berdaya”. Material organik yang sesuai dapat diarahkan ke pengolahan lebih lanjut, sementara material anorganik yang masih memiliki nilai tetap dijaga agar tidak tercampur.
Melalui penyediaan tempat sampah terpilah, mahasiswa KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa berupaya menghadirkan fasilitas yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menampung sampah, tetapi juga sebagai sarana yang membantu membentuk kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah.
Keberlanjutan fasilitas menjadi perhatian setelah kegiatan KKN selesai. Penanggung jawab, jadwal inspeksi, kebutuhan perawatan, anggaran perbaikan sederhana, serta jalur pelaporan perlu disiapkan agar fasilitas dapat terus digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui program “Paccerakkang Berdaya”, pembuatan tempat sampah terpilah diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan sampah di Kelurahan Paccerakkang sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan berkelanjutan.
Dosen Pembimbing Lapangan:
Dr. Indrayani Nur, S.E., M.Si.
KKN Non-Reguler Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Tahun 2026
Program: “Paccerakkang Berdaya”
Kegiatan: Pembuatan Tempat Sampah Terpilah
Lokasi: Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar








