TEMUKATA.COM,Majene, — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk “Cafe Rumah Teduh sebagai Ruang Edukasi: Pemanfaatan Investasi Digital untuk Meningkatkan Literasi Akuntansi dan Keuangan Generasi Muda” di Cafe Rumah Teduh, Kabupaten Majene.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kemitraan yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan, investasi digital, keamanan transaksi, aset kripto, dan teknologi blockchain, sekaligus memperkuat kapasitas Cafe Rumah Teduh sebagai ruang belajar komunitas.

Tim pengabdian berasal dari Universitas Sulawesi Barat dengan Taufik Hidayat B Tahawa, S.E., M.Ak. sebagai ketua, bersama Hisyam Ichsan, S.E., M.Si. dan Rahmat Ghazali, S.M., M.M., serta melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan program.

Kegiatan diikuti oleh 35 peserta, yang terdiri atas 5 orang pengelola Cafe Rumah Teduh dan 30 orang anggota komunitas pemuda. Sebagian besar peserta berada pada kelompok usia 18–25 tahun, sehingga kegiatan ini secara langsung menjangkau generasi muda sebagai sasaran utama program.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, dasar-dasar investasi, hubungan antara risiko dan keuntungan, karakteristik aset digital dan aset kripto, teknologi blockchain, keamanan akun, perlindungan data pribadi, serta cara mengenali investasi ilegal. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung. Peserta juga melakukan simulasi penyusunan anggaran pribadi, penilaian profil risiko, pemeriksaan legalitas platform, serta analisis berbagai contoh penawaran investasi yang beredar melalui media sosial.
Selain memberikan edukasi kepada komunitas pemuda, program ini juga memberikan pendampingan kepada pengelola Cafe Rumah Teduh dalam penerapan pembukuan digital dan pemasaran melalui media sosial. Pengelola dilatih melakukan pencatatan transaksi penjualan, biaya operasional, penerimaan dan pengeluaran kas, serta menyusun laporan usaha sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel atau Google Sheets. Peserta juga memperoleh keterampilan dalam menyusun kalender konten serta membuat materi promosi yang menggabungkan aspek usaha dengan edukasi komunitas.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran keuangan dan pengembangan usaha di kalangan pemuda. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar peserta telah mengenal istilah aset kripto, pemahaman mengenai karakteristik, risiko, teknologi blockchain, serta kemampuan membedakan investasi legal, kegiatan spekulatif, dan investasi ilegal masih perlu diperkuat.
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan perkembangan positif terhadap pemahaman peserta. Berdasarkan evaluasi program, nilai rata-rata peserta meningkat dari 56,3 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test, atau meningkat sebesar 28,4 poin. Jumlah peserta yang memperoleh nilai minimal 70 juga meningkat dari 9 orang menjadi 32 orang.
Melalui kegiatan ini, Cafe Rumah Teduh diharapkan tidak hanya berkembang sebagai tempat usaha dan ruang berkumpul generasi muda, tetapi juga menjadi ruang edukasi komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Program turut menghasilkan penerapan pembukuan digital, kalender konten, perangkat edukasi, forum belajar bulanan “Ngopi Pintar”, serta fasilitator lokal sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kegiatan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas pemuda ini diharapkan mampu membangun generasi muda yang semakin kritis dan bijak dalam mengelola keuangan serta memanfaatkan perkembangan teknologi digital, sekaligus memperkuat Cafe Rumah Teduh sebagai salah satu ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Majene.








