TEMUKATA.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan arah transformasinya sebagai The Impactful University dalam peringatan Dies Natalis ke-70 yang mengusung tema “7 Dekade Unhas: Berdampak-Mendunia”.
Upacara Dies Natalis ke-70 digelar di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (10/9/2026). Momentum tujuh dekade ini menjadi penanda perubahan orientasi Unhas, dari capaian administratif menuju pengukuran dampak nyata melalui pendidikan, riset, dan inovasi.
Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa mengatakan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan kepakaran dan pengetahuan. Kampus harus mampu menerjemahkan hasil pendidikan dan riset menjadi solusi bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi perlu bergerak melampaui fungsi menghasilkan kepakaran, menuju institusi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan negara,” kata Jamaluddin Jompa.
Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi kini tidak hanya dilihat dari pencapaian administratif. Dampak hasil riset, komersialisasi paten, hingga serapan lulusan di sektor kerja formal menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan perguruan tinggi.
Dari sisi reputasi akademik global, Unhas menembus kelompok 851-900 dunia dalam QS World University Rankings 2027. Sementara dalam QS Asia University Rankings 2026, Unhas berada di peringkat 201 Asia, peringkat 57 Asia Tenggara, sekaligus masuk 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.Upacara Dies Natalis ke-70 digelar di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (10/9/2026).
Konsep “Berdampak-Mendunia” juga diwujudkan melalui integrasi Tridarma Perguruan Tinggi dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam Times Higher Education Impact Rankings 2026, posisi Unhas meningkat dari kelompok 401-600 dunia pada 2024 dan 2025 menjadi kelompok 201-300 dunia pada 2026.
Dampak riset Unhas juga terlihat dari 139 hasil penelitian yang telah dimanfaatkan secara langsung. Di antaranya Ayam Alope sebagai ayam lokal unggul, Jagung Jago sebagai jagung adaptif untuk mendukung ketahanan pangan, serta Drone Unhas untuk pemetaan wilayah dan mitigasi bencana.
“Keberdampakan riset diukur dari kemampuannya menjawab kebutuhan nyata, sekaligus memperkuat peran Unhas dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang relevan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan Pemprov Sulsel siap mendukung hasil riset dan inovasi Unhas yang terbukti mampu menjawab persoalan masyarakat.
Menurutnya, penelitian yang memiliki fungsi problem solving dapat diajukan kepada pemerintah untuk dikembangkan dan diterapkan lebih luas.
“Kalau ada hasil penelitian yang memang bisa menyelesaikan persoalan masyarakat, silakan diajukan kepada pemerintah. Kita lihat manfaatnya, kemudian kita bisa dorong untuk dikembangkan,” kata Andi Sudirman.
Dia menilai investasi pada inovasi dan sumber daya manusia memiliki dampak jangka panjang yang lebih besar dibandingkan pembangunan infrastruktur semata.
“Investasi inovasi jauh lebih kuat dibandingkan infrastruktur yang saya bangun. Anak yang pintar dan cerdas jauh lebih berarti dibandingkan apa yang saya bangun,” ujarnya.
Andi Sudirman juga menekankan pentingnya pilot project sebelum sebuah inovasi diterapkan dalam skala lebih luas. Menurutnya, inovasi yang sudah diuji dan terbukti memberikan manfaat akan lebih mudah mendapatkan dukungan pengembangan.
“Harus ada pilot project-nya. Kalau sudah terbukti memberikan manfaat, tentu kita bisa dorong untuk dikembangkan lebih besar. Yang penting target, tujuan, dan manfaatnya jelas,” jelasnya.








