Walikota Makassar : Bansos Bukan Untuk Rekanan ! Malu ki Ambil Hak Orang

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Temukata.Com -Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memberikan penegasan keras terkait tata kelola dan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) agar berjalan transparan serta tepat sasaran.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa seluruh program bantuan sosial diperuntukkan sepenuhnya bagi masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan, bukan untuk kelompok tertentu, keluarga, maupun rekanan pejabat.

Langkah tegas ini disampaikan dalam rangkaian kampanye pariwara antikorupsi yang digalang oleh Pemkot Makassar bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan KPK. Uniknya, pesan edukasi publik ini dibalut dengan pendekatan nilai kebudayaan berbasis kearifan lokal Sulawesi Selatan, yakni semangat Jaga Siri’ta atau memelihara rasa malu dan harga diri dalam menjalankan amanah publik.

Melalui kampanye tersebut, Munafri secara khusus mengingatkan seluruh jajaran birokrasi, aparatur di tingkat kelurahan, hingga pengurus RT dan RW yang berada di garda terdepan pendataan. Ia mendesak agar seluruh pengelola program tidak memotong jalur distribusi, memanipulasi data, atau menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi maupun segelintir kelompok.

Baca Juga :  Pendataan Perlinsos Digital di 15 Kecamatan Tuntas, Selanjutnya RT/RW Sisir Warga Belum Terdata

“Bantuan sosial hadir untuk meringankan beban mereka yang benar-benar membutuhkan. Bantuan sosial bukan untuk keluarga, rekanan, atau kenalan yang mendapat jalan pintas. Malu ki’ ambil yang bukan hak ta’, jaga amanah ta’,” ujar Munafri Arifuddin dalam keterangannya pada Sabtu (25/7/2026).

Munafri menambahkan bahwa praktik penyelewengan bantuan sosial tidak sekadar menjadi pelanggaran administratif, melainkan sebuah bentuk kejahatan kemanusiaan secara tidak langsung. Ketika suatu bantuan jatuh ke tangan orang yang tidak berhak, hak warga miskin yang berada dalam kondisi rentan secara otomatis telah terampas, sehingga merusak pilar keadilan sosial dan integritas tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Jelang Kebijakan 1 Agustus, TP PKK, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD Makassar Door to Door Edukasi Pemilahan Sampah

Sebagai langkah konkret pencegahan dan guna meminimalisasi celah manipulasi data penerima di tingkat basis, Pemkot Makassar terus mendorong digitalisasi sistem pendaftaran serta pemutakhiran data bansos. Sistem berbasis teknologi ini diharapkan mampu menyaring calon penerima secara objektif sehingga validitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di wilayah Makassar dapat terus terjaga.

Melalui gerakan antikorupsi terpadu ini, Wali Kota Makassar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif sebagai pengawas independen di l

ingkungan masing-masing. Warga diimbau untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk indikasinya penyelewengan, kecurangan, atau nepotisme dalam proses distribusi bantuan melalui saluran pengaduan resmi yang telah disediakan oleh pemerintah kota maupun KPK.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern
Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan
Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan 
Semarak HUT RI ke-81, Perumda Pasar Makassar Gelar Lomba Meriahkan Kemerdekaan
Layanan Publik Digital Antar Wali Kota Appi Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026
Tak Perlu ke Kantor Lurah atau Camat, Wali Kota Bongkar Rahasia Warga Makassar Sampaikan Aspirasi & Cepat Direspon
Wakil Wali Kota Makassar Buka Citra Beauty Fair 2026, Dorong Industri Kecantikan dan Ekonomi Lokal
Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi ASKLIN, Bahas Persiapan Rakernas di Makassar

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:54 WITA

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:23 WITA

Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:49 WITA

Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan 

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Perumda Pasar Makassar Gelar Lomba Meriahkan Kemerdekaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:24 WITA

Tak Perlu ke Kantor Lurah atau Camat, Wali Kota Bongkar Rahasia Warga Makassar Sampaikan Aspirasi & Cepat Direspon

Berita Terbaru