Wali Kota Makassar Tekankan Perlindungan Anak di Era Digital dan Penguatan Ruang Tumbuh

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMUKATA.COM.,MAKASSAR,– Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembangnya.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kota Makassar di Hotel Aston Makassar, Minggu (2/8/2026).

Dalam arahannya, Munafri mengatakan perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder, bukan hanya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

“Ini memang tanggung jawab yang harus kita selesaikan secara bersama-sama, bukan hanya di satu Dinas DP3A, tapi seluruh stakeholder harus tumbuh dan bersama untuk membenahi penjagaan terhadap anak-anak kita,” ujarnya.

Menurut Munafri, keluarga menjadi fondasi utama dalam memastikan anak dapat tumbuh dengan baik. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, keluarga, sekolah dan lingkungan dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Tantangan tersebut, kata Munafri, semakin besar karena anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan digital yang sangat pesat. Teknologi memberikan kemudahan, tetapi juga dapat membawa pengaruh negatif jika tidak disertai pendampingan.

Baca Juga :  KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Hadirkan Sarana Tempat Sampah Terpilah di Kelurahan Paccerakkang

“Maka yang perlu kita perhatikan, teknologi tidak hanya memberikan akses kemudahan kepada anak-anak, tetapi teknologi juga bisa memberikan dampak atau pengaruh buruk terhadap anak-anak kita,” katanya.

Karena itu, ia meminta orang tua dan seluruh pihak yang berinteraksi dengan anak memperkuat pengawasan serta memastikan anak tidak terpapar pengaruh negatif teknologi. Di sisi lain, anak juga harus memiliki ruang interaksi yang cukup untuk tumbuh sesuai usianya.

“Anak-anak kita harus tumbuh dan mempunyai ruang-ruang interaksi yang cukup di kota ini, sehingga kota ini bisa menjadi kota yang ramah anak,” tuturnya.

Munafri menegaskan anak tidak boleh dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya. Anak harus mendapatkan ruang untuk bermain, belajar, berinteraksi dan berkembang sesuai tahapan usianya.

“Anak-anak tidak bisa dipaksakan oleh keadaan untuk bisa lebih dewasa daripada umurnya. Anak-anak harus dibawa, dibimbing sesuai dengan bagaimana usia mereka bertumbuh,” jelasnya.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari investasi untuk menyiapkan generasi yang akan mengisi masa depan Indonesia. Perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan menjelang Indonesia Emas 2045, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan di seluruh sektor.

Baca Juga :  Munafri Suarakan Kepentingan Ojol, Usul Relaksasi di Aturan Ganjil Genap Saat Pengisian di SPBU

Dalam HAN 2026 yang mengangkat subtema “Menelusuri Jejak La Galigo, Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama”, Munafri juga menekankan pentingnya memperkenalkan budaya lokal kepada anak. Ia menilai kecerdasan anak harus berjalan beriringan dengan akhlak, moralitas dan pemahaman terhadap budaya.

“Kita tidak butuh anak-anak yang hanya tumbuh secara cerdas, tapi anak-anak tumbuh yang mempunyai akhlak yang baik, punya moralitas, mengerti akan budaya, dan tahu tentang konten lokal-konten yang ada di daerah kita,” ujarnya.

Munafri mengatakan Pemkot Makassar terus berupaya memasukkan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pendidikan dasar. Ia juga mendorong sekolah menjadi ruang yang lebih panjang bagi anak untuk belajar, bermain dan berinteraksi setelah pembelajaran selesai.

“Biarkanlah pelajarannya selesai sampai jam 10, tapi mereka bisa bermain di sekolah untuk mengikuti kakak-kakak kelasnya sampai pulang sekolah,” katanya.

Di akhir arahannya, Munafri mengajak seluruh OPD memperkuat sinergi dalam pemenuhan hak anak, penguatan sekolah ramah anak, perlindungan dari kekerasan, peningkatan kualitas pengasuhan keluarga, serta penyediaan ruang partisipasi anak.(*)

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Kepala Daerah Jelajahi Kekayaan Wisata dan Kuliner Makassar
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026
Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  
Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis
Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret
Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran
Di Forum PBB, Munafri Tekankan Pentingnya Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:24 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Kepala Daerah Jelajahi Kekayaan Wisata dan Kuliner Makassar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Welcome Dinner dan Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:14 WITA

Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar  

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:34 WITA

Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama

Berita Terbaru