Pendataan Perlinsos Digital di 15 Kecamatan Tuntas, Selanjutnya RT/RW Sisir Warga Belum Terdata

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMUKATA.CO..,MAKASSAR — Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Makassar memasuki tahap lanjutan setelah proses pendataan oleh agen dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di 15 kecamatan dinyatakan tuntas pada Jumat (21/8/2026).

Setelah seluruh wilayah kecamatan didata oleh agen Perlinsos Digital, Pemerintah Kota Makassar kini melibatkan pengurus RT/RW untuk melakukan penyisiran sekaligus verifikasi terhadap warga yang belum terdata.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan, berdasarkan perkembangan terakhir, posisi Makassar secara nasional berada di peringkat ke-20 dari 43 kabupaten/kota yang menjadi bagian dari proses pendataan tersebut.

“Pendataan oleh agen SKPD di 15 kecamatan sudah selesai pada Jumat kemarin. Sekarang tugas RT/RW untuk mendata ulang dan melakukan verifikasi warga yang belum terdata,” kata Andi Bukti, Sabtu (22/8).

Menurutnya, keterlibatan RT/RW menjadi penting karena mereka memiliki penguasaan wilayah dan mengetahui kondisi warga secara langsung.

Dengan demikian, proses penyisiran di tingkat lingkungan diharapkan mampu menemukan warga yang belum masuk dalam pendataan sebelumnya.

“RT/RW akan menyisir semua warga yang belum kami data melalui agen. Jadi, sekarang kita lanjutkan di tingkat RT/RW,” jelas mantan Kadisnaker Koa Makassar itu.

Baca Juga :  Pemkot Makassar bentuk tim kaji bahas Peluang Transjakarta

Ia menjelaskan, pendataan tersebut bukan sekadar proses administrasi, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat benar-benar terpetakan sesuai keadaan di lapangan.

RT/RW nantinya membantu memverifikasi kondisi warga, termasuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi sosial ekonomi sebenarnya.

“Selain itu, mengidentifikasi perubahan status warga, serta memastikan warga yang memenuhi kriteria tidak terlewat dalam proses pendataan,” tuturnya.

Secara nasional, target awal pendataan ditetapkan sebesar 50 persen. Namun, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meminta capaian di Kota Makassar dapat didorong hingga 70 persen.

Hingga saat ini, capaian pendataan di Kota Makassar secara nasional telah berada di atas 27,73 persen atau 465.207 ribu warga dari jumlah populasi Kartu Keluarga (KK).

“Dengan berlanjutnya proses pendataan melalui RT/RW, kita harapkan terus meningkat hingga mencapai target yang ditetapkan pemerintah kota,” harpanya.

Baca Juga :  Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI

Kota Makassar sendiri menjadi salah satu daerah pilot project atau percontohan nasional dalam digitalisasi perlindungan sosial.

Program ini diarahkan untuk membangun basis data sosial yang lebih akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi masyarakat.

Andi Bukti menegaskan, proses pendataan dan pendaftaran Perlinsos Digital secara nasional masih berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Karena itu, masyarakat yang belum terdata masih memiliki kesempatan untuk didata lewat RT/RW setempat.

Warga yang membutuhkan bantuan dalam proses pendataan dapat berkoordinasi dengan Agen Perlinsos Digital maupun pengurus RT/RW di wilayah masing-masing.

“Kalau datanya sudah diperbarui, jangan lupa dicek kembali kesesuaiannya. Yang belum mendaftar, segera daftar melalui Perlinsos Digital,” imbuh Andi Bukti.

Dengan pelibatan RT/RW, Pemkot Makassar berharap proses verifikasi tidak hanya menghasilkan data yang lebih lengkap.

Tetapi juga mampu menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat sebagai dasar penyaluran program perlindungan sosial.

“Kalau hasil verifikasi belum sesuai, masyarakat juga bisa mengajukan apa menjadi kendala ke petugas agen atau bisa di RT/RW,” tukasnya.(*)

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern
Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan
Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan 
Semarak HUT RI ke-81, Perumda Pasar Makassar Gelar Lomba Meriahkan Kemerdekaan
Layanan Publik Digital Antar Wali Kota Appi Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026
Tak Perlu ke Kantor Lurah atau Camat, Wali Kota Bongkar Rahasia Warga Makassar Sampaikan Aspirasi & Cepat Direspon
Wakil Wali Kota Makassar Buka Citra Beauty Fair 2026, Dorong Industri Kecantikan dan Ekonomi Lokal
Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi ASKLIN, Bahas Persiapan Rakernas di Makassar

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:54 WITA

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:23 WITA

Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:49 WITA

Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan 

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Perumda Pasar Makassar Gelar Lomba Meriahkan Kemerdekaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:24 WITA

Tak Perlu ke Kantor Lurah atau Camat, Wali Kota Bongkar Rahasia Warga Makassar Sampaikan Aspirasi & Cepat Direspon

Berita Terbaru