Pakar Jepang di Unhas Soroti Risiko Banjir akibat Perubahan Iklim

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 21:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa, dosen, serta peneliti mengikuti kuliah tamu bertajuk Climate Change and Increasing Flood Risks: Challenges and Adaptation di Sekolah Pascasarjana Unhas. Foto : Doc. Humas Unhas

Mahasiswa, dosen, serta peneliti mengikuti kuliah tamu bertajuk Climate Change and Increasing Flood Risks: Challenges and Adaptation di Sekolah Pascasarjana Unhas. Foto : Doc. Humas Unhas

TEMUKATA,COM, MAKASSAR – Risiko banjir di tengah perubahan iklim menjadi perhatian Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas). Pakar dari Fukuoka Institute of Technology, Jepang, Prof Dr Eng Akira Tai, membahas bagaimana perubahan pola cuaca dan perkembangan kawasan perkotaan dapat meningkatkan ancaman banjir.

Hal itu disampaikan Akira dalam kuliah tamu bertajuk Climate Change and Increasing Flood Risks: Challenges and Adaptation di Sekolah Pascasarjana Unhas, Makassar, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut digelar secara hibrida dan diikuti mahasiswa, dosen, serta peneliti.

Akira menjelaskan perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan kenaikan suhu global. Perubahan pola curah hujan, perkembangan kota, hingga perubahan penggunaan lahan turut memengaruhi tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap banjir.

“Risiko banjir tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor. Perubahan iklim, kondisi wilayah, perkembangan perkotaan, dan perubahan penggunaan lahan saling berkaitan,” kata Akira dalam paparannya.

Menurutnya, penanganan banjir juga tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur seperti tanggul atau saluran air. Pemerintah dan masyarakat perlu menggunakan data untuk memetakan risiko serta menyiapkan langkah antisipasi sebelum bencana terjadi.

Baca Juga :  Dapat Gelar Honoris Causa dari Unhas, Xanana Gusmao Soroti Ketergantungan AI

“Data ilmiah sangat penting untuk memahami risiko. Kita perlu mengetahui wilayah mana yang rentan, bagaimana kemungkinan banjir terjadi, dan bagaimana dampaknya terhadap masyarakat,” ujarnya.

Akira kemudian membagikan pengalaman Jepang dalam menghadapi ancaman banjir. Selain infrastruktur, Jepang mengembangkan pemodelan risiko, sistem peringatan dini, perencanaan tata ruang hingga kesiapsiagaan masyarakat.

“Teknologi saja tidak cukup. Masyarakat juga harus memahami risiko dan tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” katanya.

Dia menilai strategi menghadapi banjir tidak bisa diterapkan dengan pola yang sama di setiap daerah. Langkah adaptasi harus mempertimbangkan kondisi geografis, sosial, lingkungan, hingga kemampuan pemerintah daerah.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pendekatan adaptasinya juga harus disesuaikan dengan kondisi lokal,” jelasnya.

Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas Prof Sukri Palutturi mengatakan perubahan iklim kini berdampak pada berbagai sektor, mulai dari lingkungan, kesehatan, keselamatan hingga perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Lapas Palopo Bantah Napi Kendalikan Narkoba: Sudah Digeledah, Tak Ditemukan Bukti

“Perubahan iklim ini bukan hanya persoalan lingkungan. Dampaknya juga masuk ke sektor kesehatan, keselamatan, infrastruktur dan ekonomi,” kata Sukri.

Menurut Sukri, perguruan tinggi memiliki peran dalam menghasilkan riset yang bisa digunakan untuk menghadapi persoalan tersebut. Hasil penelitian, kata dia, perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi yang dapat diterapkan di lapangan.

“Kita berharap diskusi seperti ini tidak berhenti pada ruang akademik. Pengetahuan dan hasil penelitian harus bisa diterjemahkan menjadi kebijakan dan langkah nyata di masyarakat,” ujarnya.

Kuliah tamu yang dimoderatori Ir Evi Aprianti S ST PhD itu juga membahas pengelolaan sumber daya air, pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, pemanfaatan teknologi, serta strategi adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.

Kegiatan tersebut berlangsung di Prof Dr Ir Fachruddin Hall, Sekolah Pascasarjana Unhas, dan diikuti peserta secara daring melalui Zoom.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan
IKA ISMEI Sulselbartra Tantang Kapolda Sulsel Baru, Penanganan Konkrit Perang Kelompok di Makassar
Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka
UMKM Jangan Hanya Go Digital, tetapi Harus Go Business
DPO Narkoba Meninggal Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel
SPMP LAPORKAN KERUGIAN ANGGARAN BOP TAHUN 2025 KE KEJAKSAAN NEGERI GOWA
Petani Sulsel Bentuk Simpul Agroekologi, Inisiatif Lokal Konsolidasi Gerakan Kedaulatan Pangan
Pimpin RDP di Lapas Tangerang, Dewi Asmara Dorong Kepastian Hukum Hak Cuti Warga Binaan

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:02 WITA

IKA ISMEI Sulselbartra Tantang Kapolda Sulsel Baru, Penanganan Konkrit Perang Kelompok di Makassar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:46 WITA

Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:25 WITA

UMKM Jangan Hanya Go Digital, tetapi Harus Go Business

Rabu, 30 September 2026 - 17:41 WITA

DPO Narkoba Meninggal Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel

Berita Terbaru

Pemerintahan

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 09:33 WITA