Revitalisasi TPS 3R, Tim Pengabdian Unhas Luncurkan Green Pesantren Initiative di Darul Istiqamah Maros

Avatar photo

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 18:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Revitalisasi TPS 3R, Tim Pengabdian Unhas Luncurkan Green Pesantren Initiative di Darul Istiqamah Maros - Foto: Ist.

Revitalisasi TPS 3R, Tim Pengabdian Unhas Luncurkan Green Pesantren Initiative di Darul Istiqamah Maros - Foto: Ist.

Temukata.com, MarosTim Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi meluncurkan program Green Pesantren Initiative di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa, Kabupaten Maros. Langkah awal revitalisasi total sistem pengelolaan limbah ini diawali dengan pelatihan teknis bagi pengurus Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) pada Minggu (12/7/2026).

Program strategis yang digagas oleh para akademisi lintas disiplin Unhas ini berhasil terealisasi berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi mendalam yang telah dilakukan sepekan sebelumnya bersama jajaran pimpinan pondok pesantren.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unhas, Muh. Fajaruddin Natsir, SKM., M.Kes., menyatakan bahwa intervensi utama dari pendampingan ini difokuskan pada penguatan kapasitas operasional serta manajemen pengelola TPS 3R Istiqamah yang selama ini belum berjalan optimal.

Baca Juga :  16 Ribu Arsip Jadi Saksi, Matano Kokohkan Posisi sebagai Poros Peradaban Awal Nusantara

“Tujuan mendasar dari program revitalisasi ini adalah membekali seluruh pengurus dengan keterampilan teknis yang mumpuni serta standar operasional prosedur (SOP) kerja yang jelas. Kami ingin memastikan operasional TPS 3R di Darul Istiqamah dapat kembali berfungsi secara rutin, berkelanjutan, dan kinerjanya terukur setiap bulan,” ujar Fajaruddin.

Dalam program ini, Tim Unhas tidak hanya membawa solusi jangka pendek. Anggota Tim Pengabdian Unhas, Prof. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa pihaknya telah merancang cetak biru (blueprint) sistem pengelolaan lingkungan untuk jangka panjang.

“Kami merancang sistem yang matang agar dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa benar-benar mampu mencapai kemandirian lingkungan yang utuh sekaligus mewujudkan standar kesehatan komunal yang berkelanjutan,” jelas Prof. Veni.

Untuk mencapai target tersebut, Tim Unhas menurunkan para pakar guna memberikan kurikulum praktis dan transfer teknologi kepada para peserta. Dr. Muhammad Asfar, STP., M.Si., mengawali sesi dengan memandu simulasi dan teknik pengomposan bahan organik menggunakan formula khusus yang mempercepat dekomposisi tanpa menimbulkan bau menyengat. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah berbasis sumber sejak dari dapur, asrama, dan ruang kelas.

Baca Juga :  Wanita di Makassar Lapor ke Kemenhaj Usai Gagal Berangkat Haji, Ngaku Rugi Rp270 Juta

Selain pengomposan, Tim Unhas yang dipimpin langsung oleh Muh. Fajaruddin Natsir mempraktikkan teknologi biokonversi menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF). Larva lalat tentara hitam ini digunakan sebagai solusi higienis untuk mereduksi sampah organik dalam volume besar secara cepat, sekaligus memberikan nilai ekonomi baru (green economy) sebagai pakan alternatif berprotein tinggi dan pupuk organik.

Setelah pembekalan materi, tim fasilitator Unhas mendampingi seluruh peserta melakukan aksi nyata di lokasi TPS 3R Darul Istiqamah. Para pengurus dan santri mempraktikkan langsung pemilahan sampah, penyiapan media budidaya maggot, hingga pencampuran bahan baku kompos di bawah supervisi tim ahli.

Inisiatif hijau yang digerakkan oleh dosen-dosen Unhas ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap komitmen global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan serta SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Ke depan, Tim Universitas Hasanuddin berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif, monitoring berkala, serta evaluasi sistemik. Melalui penguatan tata kelola limbah ini, Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa diproyeksikan menjadi role model atau pesantren percontohan hijau yang mandiri dan produktif bagi ratusan pesantren lainnya di Sulawesi Selatan.

Editor : Arman Jaya

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodam Hasanuddin Gelar Nobar Piala Dunia di Makassar, Warga Dapat 200 Paket Sembako hingga Doorprize
Wanita di Makassar Lapor ke Kemenhaj Usai Gagal Berangkat Haji, Ngaku Rugi Rp270 Juta
Aksi di Kejati Sulsel, FORMAK LUTIM Tagih Penuntasan Sejumlah Dugaan Korupsi di Luwu Timur
Diduga Sertifikat Agunan Hilang, Nasabah Keluhkan Pelayanan BRI Unit Tarailu Kabupaten Mamuju
Putusan Inkracht Sejak 2004, Ahli Waris Masih Menanti Keadilan Nyata
Gema Tanpa Kata, Cara Unik Teman Tuli di Makassar Ekspresikan Diri Lewat Nada
HMI Sulsel Desak Hak Angket GMTD ;Rekomendasi DPRD Ditolak, Mahasiswa Dorong Pakta Integritas
Nasaruddin Umar : Imam Masjid Pegang Peran Strategis Bangun Peradaban Umat

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 18:20 WITA

Revitalisasi TPS 3R, Tim Pengabdian Unhas Luncurkan Green Pesantren Initiative di Darul Istiqamah Maros

Senin, 6 Juli 2026 - 18:28 WITA

Kodam Hasanuddin Gelar Nobar Piala Dunia di Makassar, Warga Dapat 200 Paket Sembako hingga Doorprize

Senin, 6 Juli 2026 - 15:45 WITA

Wanita di Makassar Lapor ke Kemenhaj Usai Gagal Berangkat Haji, Ngaku Rugi Rp270 Juta

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:11 WITA

Aksi di Kejati Sulsel, FORMAK LUTIM Tagih Penuntasan Sejumlah Dugaan Korupsi di Luwu Timur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:59 WITA

Diduga Sertifikat Agunan Hilang, Nasabah Keluhkan Pelayanan BRI Unit Tarailu Kabupaten Mamuju

Berita Terbaru