BGN SULSEL BUKA RUANG PARTISIPASI PUBLIK, DUKUNG RISET ADVOKASI PUBLIK HMI SULSEL

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar —

Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sulawesi Selatan membuka ruang partisipasi publik dan mendukung agenda Riset Advokasi Publik yang digagas Tim Advokasi BADKO HMI Sulsel sebagai bagian dari upaya mendorong evaluasi dan perumusan rekomendasi kebijakan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dukungan tersebut disampaikan Handayani Syaukani, S.KM., M.P.H., Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) BGN Wilayah Sulawesi Selatan, saat menerima kunjungan fungsionaris BADKO HMI Sulsel, Iwan Mazkrib, Ketua Bidang Perlindungan HAM, dan Andi Massakili, Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat, di Balai Diklat Keuangan Makassar, Kamis (16/7/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka penguatan komunikasi dan partisipasi publik terkait pelaksanaan Program MBG, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian agenda Riset Advokasi Publik HMI Sulsel.

Dalam pertemuan tersebut, Handayani menyampaikan bahwa BGN saat ini tengah berfokus pada evaluasi dan pembenahan tata kelola pelaksanaan program, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, khususnya pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Untuk saat ini, kami fokus pada evaluasi dan pembenahan tata kelola pelaksanaan program, mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah, khususnya pada SPPG. Berbagai evaluasi terus dilakukan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan secara akuntabel, profesional, dan sesuai dengan tujuan program,” ujar Handayani.

Ia juga menyambut positif agenda Riset Advokasi Publik HMI Sulsel sebagai ruang evaluasi dan diskusi konstruktif terhadap pelaksanaan program pemerintah.

“Bukan berarti demo itu dilarang. Namun, alangkah baiknya apabila evaluasi ini juga kita diskusikan bersama, apa yang harus dibenahi,” katanya.

Baca Juga :  Polantas Menyapa di Samsat Gowa, Ditlantas Polda Sulsel Dorong Pelayanan Cepat, Transparan, dan Humanis

Menurut Handayani, terkait keberlangsungan operasional dapur SPPG, pihaknya tetap menunggu kebijakan dan instruksi dari pemerintah pusat. Namun, proses evaluasi dan pembenahan kinerja di tingkat daerah terus dilakukan.

“Untuk kinerja pelaksanaan dan keberlangsungan operasional dapur, tentunya kami menunggu instruksi dari pusat. Namun untuk sementara, kita semua fokus pada evaluasi dan pembenahan kinerja,” jelasnya.

Ia juga mempersilakan masyarakat dan seluruh pihak untuk menempuh jalur administrasi dalam menyampaikan evaluasi, masukan, maupun rekomendasi.

“Silakan tempuh langkah administrasi. Tentu kami dari pihak BGN mendukung langkah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Iwan Mazkrib menyampaikan bahwa agenda Riset Advokasi Publik merupakan tindak lanjut dari rangkaian advokasi yang telah dibangun HMI Sulsel.

Rangkaian tersebut meliputi gerakan lapangan, Aksi Jilid I hingga III, pengaduan advokasi publik, serta pemetaan pemangku kepentingan melalui pertemuan dengan sejumlah lembaga yang memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan publik.

“Langkah yang kami lakukan merupakan tindak lanjut dari advokasi publik yang telah HMI Sulsel bangun. Mulai dari gerakan lapangan melalui Aksi Jilid I hingga III, pengaduan advokasi publik, hingga stakeholder mapping dengan melakukan pertemuan resmi dengan lembaga-lembaga negara yang kami anggap memiliki peran strategis dalam perumusan rekomendasi kebijakan nasional,” ujar Iwan.

Ia menegaskan, evaluasi yang dilakukan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap pembangunan.

“Evaluasi yang dibangun oleh Tim Advokasi Publik bukan semata-mata diilhami sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan. Sebaliknya, evaluasi ini merupakan landasan dalam merumuskan rekomendasi publik sebagai bentuk partisipasi masyarakat dan pengawasan konstitusional,” tegasnya.

Baca Juga :  JAM.ID Somasi PDAM Makassar dan CV Empat Satria Perkasa, Ultimatum 2×24 Jam atau Aksi Besar Digelar

Menurut Iwan, advokasi publik perlu dikembangkan dari kritik menuju proses yang lebih terukur melalui pengumpulan data, riset, dialog, dan perumusan rekomendasi kebijakan.

Hal senada disampaikan Andi Massakili. Menurutnya, isu pemenuhan gizi masyarakat memiliki dimensi yang luas dan tidak hanya berkaitan dengan distribusi makanan, tetapi juga menyangkut kualitas, keamanan pangan, kesehatan penerima manfaat, tata kelola, serta efektivitas program.

Karena itu, kata dia, partisipasi publik dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Program pemenuhan gizi merupakan agenda yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, evaluasi harus dilakukan secara objektif dan konstruktif, dengan melihat aspek kesehatan masyarakat, kualitas layanan, serta dampak program terhadap penerima manfaat,” ujar Andi.

Riset Advokasi Publik HMI Sulsel ditargetkan berlangsung pada akhir Juli 2026 dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari legislatif, eksekutif, lembaga negara, akademisi, mahasiswa, masyarakat sipil, hingga pemangku kepentingan lainnya.

“Harapannya, kita maksimalkan waktu. Riset ini tidak berhenti pada kritik, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang berbasis data, objektif, dan dapat menjadi bahan evaluasi maupun perumusan kebijakan nasional,” pungkas Iwan.

Bagi HMI Sulsel, evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah merupakan bagian dari partisipasi publik dan pengawasan dalam negara demokrasi. Kritik, pengaduan, riset, serta rekomendasi kebijakan ditempatkan sebagai rangkaian proses untuk memastikan kebijakan publik berjalan secara akuntabel, efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

HMI adalah Harapan Masyarakat Indonesia.

Yakin Usaha Sampai.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UMKM Maccirinna Didorong Go Digital, KKN Nobel Siapkan Jalan Menuju Pasar Lebih Luas
Kasus SOBIS Asal Sidrap Diungkap Polda Jabar, HMI Makassar Soroti Kinerja Polda Sulsel: Jangan Ciptakan Preseden Buruk Penegakan Hukum
APPJ Desak Transparansi Anggaran KDMP Setiap Desa Dandim Jeneponto Tuai Sorotan Tajam
DOA BERSAMA DI MAKAM PAHLAWAN, ORMAS THE LEGEND 120 SULSEL AJAK GENERASI MUDA RAWAT SEMANGAT KEMERDEKAAN
Tim Advokasi BADKO HMI Sulsel Luncurkan Policy Report Riset Advokasi Publik Jelang RDP Nasional
The Legend 120 Bergerak Peduli Korban Kebakaran Tallo, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
The Legend 120 Sulsel Desak Bea Cukai Tindak Tegas Rokok Ilegal: Jangan Hanya Musnahkan Barang Bukti, Tangkap Pelakunya ‼️
SPMP Minta APH (Polres Jeneponto) periksa anggaran pelaksanaan hari jadi jeneponto ke.162 hasil temuan BPK tahun 2025

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:32 WITA

UMKM Maccirinna Didorong Go Digital, KKN Nobel Siapkan Jalan Menuju Pasar Lebih Luas

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:02 WITA

Kasus SOBIS Asal Sidrap Diungkap Polda Jabar, HMI Makassar Soroti Kinerja Polda Sulsel: Jangan Ciptakan Preseden Buruk Penegakan Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:28 WITA

APPJ Desak Transparansi Anggaran KDMP Setiap Desa Dandim Jeneponto Tuai Sorotan Tajam

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:17 WITA

DOA BERSAMA DI MAKAM PAHLAWAN, ORMAS THE LEGEND 120 SULSEL AJAK GENERASI MUDA RAWAT SEMANGAT KEMERDEKAAN

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:09 WITA

Tim Advokasi BADKO HMI Sulsel Luncurkan Policy Report Riset Advokasi Publik Jelang RDP Nasional

Berita Terbaru

Pemerintahan

Ulfa Bone Buka Peluang Talenta Entertainment Lewat Ulfa Production  

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:54 WITA

Pemerintahan

Kota Makassar Masuk 10 Daerah Teraktif Pendataan Perlinsos Digital, 

Selasa, 1 Sep 2026 - 10:34 WITA