Temukata.com, Makassar – Sanggar Merah Putih Makassar (SMPM) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) XI di Rumah Kecil Antang, Selasa (30/6/2026).
Forum yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban itu menetapkan Kaimuddin atau yang akrab disapa Ale Deep sebagai Direktur Eksekutif SMPM periode 2026–2028.
Ale Deep kembali dipercaya memimpin sanggar seni yang telah berdiri sejak 1974 tersebut melalui mekanisme aklamasi.
Usai Mubes, panitia menggelar tudang sipulung yang diisi dengan diskusi mengenai arah pengembangan organisasi. Salah seorang pendiri SMPM, Yudistira Sukatanya, menilai sanggar perlu melakukan transformasi agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Sanggar harus go digital dengan memanfaatkan platform digital sebagai cara beradaptasi dengan zaman,” kata Yudistira.
Budayawan yang bernama asli Eddy Thamrin itu juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi kaderisasi. Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu kekuatan Sanggar Merah Putih sehingga mampu bertahan dan terus melahirkan seniman lintas generasi selama hampir lima dekade.
Selain diskusi, kegiatan juga dirangkaikan dengan penampilan seni berupa pembacaan puisi oleh Djamal Dilaga dan Irwan AR, serta pembacaan dongeng oleh Etty.
Mantan Ketua Umum SMPM yang kini menjabat anggota DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, berharap Sanggar Merah Putih kembali aktif menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya di Kota Makassar.
“Potensi yang dimiliki sanggar ini sangat besar. Insya Allah saya siap mengawal program-programnya agar bisa bersinergi dengan pemerintah kota,” ujar legislator yang akrab disapa Noval tersebut.
Musyawarah Besar XI ini menjadi momentum bagi Sanggar Merah Putih Makassar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah baru dalam menjawab tantangan dunia kesenian di era digital.





