Kadis Kominfo Goes to School Menyambangi Bonetambo, Tekankan Pentingnya Keamanan Informasi bagi Pelajar Kepulauan

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,TEMUKATA.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperluas jangkauan edukasi teknologi hingga ke kawasan pulau terluar.

Langkah ini dilakukan guna membekali para siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah pesisir dengan kecakapan digital, mulai dari pemahaman menyaring informasi hingga pemanfaatan ruang digital secara aman. Kegiatan terpadu ini juga dirangkaikan dengan penjelas batasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar tetap fokus dan kondusif.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, turun langsung memimpin rombongan dalam program “Diskominfotik Goes to School” di SMP Negeri 42 Bonetambo, Kecamatan Sangkarrang, pada Selasa (28/7/2026).

Momentum ini dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Makassar.

Penyelenggaraan kegiatan di pulau terluar tersebut menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk memberikan perhatian setara terhadap masa depan dan keselamatan anak-anak di tengah pesatnya gelombang transformasi digital.
Melalui program edukasi ini, Pemkot Makassar berupaya membangun generasi muda pesisir yang tidak sekadar akrab dengan perangkat elektronik, tetapi juga memiliki daya kritis dan pemahaman kuat mengenai keamanan informasi. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar itu menjelaskan bahwa materi sosialisasi tidak hanya berfokus pada pengenalan perangkat, melainkan menekankan aspek perlindungan data pribadi dan tata cara merespons potensi ancaman di internet. Edukasi tersebut menyasar murid, jajaran guru, hingga para orang tua murid agar tercipta pemahaman kolektif terkait pengawasan digital yang sehat.
Salah satu fokus utama dalam sosialisasi di SMPN 42 Bonetambo adalah pengenalan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang dikenal dengan istilah PP TUNAS (Tunggu Anak Siap). Regulasi ini hadir sebagai payung hukum untuk menjamin hak perlindungan anak saat berinteraksi dengan berbagai produk, layanan, dan fitur digital. Pemerintah memandang krusial penanaman nilai-nilai regulasi ini sejak dini di lingkungan sekolah mengingat internet kini telah membaur ke dalam ruang belajar, hiburan, dan interaksi sosial anak tanpa sekat waktu.
Roem menegaskan bahwa filosofi di balik pendekatan PP TUNAS bukanlah bentuk larangan atau upaya menjauhkan generasi muda dari perkembangan teknologi. Sebaliknya, pemerintah berupaya membangun kesiapan mental, etika, dan literasi anak sebelum mereka terpapar berbagai risiko di internet, seperti konten bermuatan negatif, penipuan digital, hingga perundungan siber (cyberbullying). Dengan kesiapan yang memadai, anak-anak diharapkan dapat memanfaatkan gawai sebagai instrumen peningkat kreativitas dan penunjang aktivitas akademis, bukan sekadar sarana konsumsi hiburan pasif.

Baca Juga :  Dinsos Makassar Bergerak Cepat, KNPI Bontoala Apresiasi Penanganan Lansia Sebatang Kara

Lebih jauh, keberhasilan skema perlindungan anak di ruang siber dinilai sangat bergantung pada keterlibatan aktif lingkungan keluarga. Orang tua diimbau tidak hanya berperan sebagai pihak yang membatasi penggunaan gawai secara sepihak, tetapi juga hadir memberikan pendampingan yang komunikatif dan persuasif. Melalui ikatan emosional dan pendidikan karakter di rumah, anak-anak diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mandiri untuk menjaga privasi, kesehatan mental, serta etika saat berselancar di dunia maya tanpa harus selalu diawasi secara ketat.

Baca Juga :  Jelang Kebijakan 1 Agustus, TP PKK, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD Makassar Door to Door Edukasi Pemilahan Sampah

Kunjungan Diskominfo Makassar ke Kecamatan Sangkarrang ini menjadi simbol bahwa agenda transformasi digital di Kota Makassar dijalankan secara inklusif dan merata. Pemkot Makassar berkomitmen agar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang literasi digital tidak hanya bertumpu pada sekolah-sekolah di wilayah daratan. Dengan membuka akses edukasi yang setara bagi anak-anak di pulau terluar, pemerintah optimistis dapat mencetak generasi muda pesisir yang bijak, aman, dan berdaya saing dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern
Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan
Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan 
Semarak HUT RI ke-81, Perumda Pasar Makassar Gelar Lomba Meriahkan Kemerdekaan
Layanan Publik Digital Antar Wali Kota Appi Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026
Tak Perlu ke Kantor Lurah atau Camat, Wali Kota Bongkar Rahasia Warga Makassar Sampaikan Aspirasi & Cepat Direspon
Wakil Wali Kota Makassar Buka Citra Beauty Fair 2026, Dorong Industri Kecantikan dan Ekonomi Lokal
Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi ASKLIN, Bahas Persiapan Rakernas di Makassar

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:54 WITA

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:23 WITA

Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:49 WITA

Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan 

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Perumda Pasar Makassar Gelar Lomba Meriahkan Kemerdekaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:24 WITA

Tak Perlu ke Kantor Lurah atau Camat, Wali Kota Bongkar Rahasia Warga Makassar Sampaikan Aspirasi & Cepat Direspon

Berita Terbaru