TEMUKATA.COM,MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar yang berkolaborasi dengan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Balai Manunggal, Makassar, pada Rabu (29/7/2026).
Perhelatan tahunan ini difokuskan sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan tumbuh kembang mereka secara optimal di Kota Makassar.

Kegiatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tersebut menghadirkan rangkaian edukasi, pelayanan publik, hingga hiburan interaktif. Acara ini melibatkan ribuan peserta yang terdiri atas anak-anak, para guru, orang tua, hingga pemangku kepentingan dari berbagai instansi terkait di tingkat daerah maupun nasional.
Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa Peringatan Hari Anak Nasional ini merupakan pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan hak dasar anak. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak, perlindungan dari berbagai ancaman, akses pelayanan kesehatan yang memadai, serta lingkungan tinggal yang aman, nyaman, dan mendukung proses tumbuh kembangnya secara menyeluruh.
Melinda menjelaskan bahwa kasih sayang dan perlindungan yang diberikan pada hari ini akan membentuk karakter dasar anak di masa depan, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, bahagia, dan percaya diri. Ia menambahkan, akses pendidikan yang berkualitas merupakan investasi terbaik bangsa sekaligus bekal utama dalam mewujudkan visi Generasi Emas Indonesia 2045. Oleh karena itu, ia mengajak orang tua, tenaga pendidik, pelaku dunia usaha, dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan serta bebas dari aksi kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun eksploitasi anak.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengungkapkan harapannya agar peringatan ini dapat makin menumbuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, lingkungan sekolah, pemerintah, hingga dunia usaha dalam menerapkan pendekatan PAUD Holistik Integratif untuk memfasilitasi aspirasi, potensi, dan bakat anak secara maksimal.
Acara diawali dengan penyerahan perlengkapan sekolah gratis dan pemberian Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis guna menjamin hak administrasi kependudukan anak-anak di Kota Makassar. Selain itu, momen HAN 2026 ini diwarnai oleh Deklarasi Bersama Tim Koalisi PAUDHI Nasional melalui kampanye “Act For Early Years Campaign” yang ditandai dengan penandatanganan Mini Manifesto sebagai wujud penguatan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini.
Rangkaian pelayanan dan edukasi lintas sektor turut memeriahkan kegiatan ini, seperti sosialisasi pilah sampah oleh Pokja Bunda PAUD dan Dinas Lingkungan Hidup, serta edukasi literasi membaca oleh Dinas Perpustakaan. Dinas Kesehatan Kota Makassar juga menggelar konseling kesehatan dan program sunatan massal bagi 200 anak, sementara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memfasilitasi layanan konseling tumbuh kembang anak. Unsur keamanan dan keselamatan seperti Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan Brimob Polda Sulawesi Selatan juga berpartisipasi memberikan edukasi kedisiplinan dan penanggulangan bencana melalui pendekatan yang interaktif.
Kegiatan ini semakin semarak dengan unjuk kreativitas anak-anak PAUD melalui pertunjukan tarian dan musik, pameran media ajar kreatif oleh guru PAUD, pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti sekitar 300 peserta, serta pameran life skill. Melalui kesuksesan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini, Pemerintah Kota Makassar berharap upaya perlindungan dan pembangunan masa depan anak dapat terus berjalan secara konsisten dan berkesinambungan.








