TEMUKATA.COM,MAKASSAR – Massa aksi menilai kegiatan tersebut bertentangan dengan nilai agama dan budaya masyarakat Sulawesi Selatan, serta mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap tempat hiburan malam.
Jenderal lapangan aksi, Ryyan Saputra, menyatakan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dianggap hal biasa. “Kami dari pemuda Kota Makassar mendesak Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel untuk segera menyegel tempat tersebut tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Ketua Matadoor, Karaeng Emba, dalam orasinya menyampaikan sikap keras organisasinya. “Malam ini kami berkumpul untuk menuntut dengan tegas penindakan atas dugaan kegiatan LGBT di MYE. Kalau Wali Kota Makassar dan Gubernur Sulsel tidak segera mengambil tindakan menutup tempat ini, kami menilai mereka membiarkan, bahkan mendukung, kegiatan tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penutupan MYE adalah bentuk menjaga marwah Kota Makassar dan nilai-nilai agama serta budaya Sulawesi Selatan. “Menutup MYE sama dengan memuliakan Kota Makassar. Kami akan terus mengawal tuntutan ini dan kembali turun dengan massa yang lebih besar jika pemerintah tetap diam,
Jangankan Ancaman Penjara, Nyawaku jadi Taruhannya boss untuk membela ajaran agamaku, Haram hukumnya Kaum LGBT ada di Tanah Daeng !
” ujarnya.
Massa berharap pemerintah daerah meninjau izin operasional tempat tersebut dan menutupnya secara permanen apabila ditemukan pelanggaran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen MYE Lounge maupun Pemkot Makassar belum memberikan tanggapan resmi.








