MAKASSAR, TEMUKATA.COM – Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus merawat kerukunan antarumat beragama dan memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri sekaligus menyambut para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) ke-V yang berlangsung di Hotel Travellers, Makassar, Rabu (29/7/2026).
Dalam forum nasional yang dihadiri oleh pengurus dan jemaat dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut, Munafri menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk jaminan kebebasan beragama dan jaminan keamanan bagi seluruh elemen masyarakat. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan pengurus pusat BAMAGNAS yang telah menunjuk Kota Makassar sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda strategis tersebut.
Kepercayaan ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa Kota Daeng semakin diakui sebagai daerah yang aman, terbuka, dan menjunjung tinggi spirit kebinekaan.
Menjelaskan posisi geografis dan sosiologis daerahnya, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menggarisbawahi bahwa sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, Makassar harus mampu berdiri sebagai ruang publik yang inklusif. Menurutnya, pluralisme adalah realitas yang harus dijaga bersama tanpa adanya sekat pemisah berdasarkan latar belakang agama, suku, maupun budaya. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memastikan seluruh aktivitas keagamaan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dapat berjalan dengan damai, aman, dan saling menghormati.
Upaya serius dalam merawat kerukunan ini sejatinya selaras dengan tren positif capaian tata kelola keberagaman di Kota Makassar. Pembangunan atmosfer toleransi yang konsisten di bawah kepemimpinan Munafri berhasil mendongkrak posisi Makassar secara signifikan dalam penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) yang dirilis oleh lembaga riset kebijakan publik SETARA Institute. Jika pada tahun sebelumnya Makassar masih tertahan di peringkat ke-52 nasional, tahun ini Kota Makassar berhasil melesat masuk ke jajaran sepuluh besar dengan menduduki posisi ke-9.
Capaian impresif dalam peningkatan indeks toleransi tersebut juga membuahkan penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Penghargaan ini menjadi pengakuan negara atas keberhasilan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memelihara harmonisasi sosial, mencegah konflik keagamaan, serta membangun dialog lintas iman yang konstruktif di wilayah Sulawesi Selatan.
Di sela-sela sambutannya, Munafri tak lupa menyapa hangat para peserta luar daerah dan mengajak mereka menikmati keramahan warga serta ragam keunggulan lokal Makassar. Ia berharap forum Rakernas ini tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi organisasi, tetapi juga menjadi sarana bagi para tamu untuk memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan pariwisata di Kota Makassar.
Sementara itu, Ketua Umum BAMAGNAS, Japarlin Marbun, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Kota Makassar. Japarlin mengungkapkan bahwa penunjukan Makassar sebagai lokasi Rakernas ke-V bukanlah tanpa alasan. Selain karena infrastruktur dan fasilitas kota yang terus berkembang pesat, daya tarik kuliner khas serta atmosfer sosial masyarakatnya yang ramah dan terbuka menjadi alasan utama dipilihnya kota ini.
Menutup rangkaian pembukaan, Japarlin berharap sinergi dan kemitraan strategis antara lembaga keagamaan dengan pemerintah daerah dapat terus diperkuat secara berkelanjutan. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas persatuan nasional, mendukung program-program pembangunan daerah, serta menciptakan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang damai, harmonis, dan sejahtera.








