Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat Dampingi UMKM Desa Laliko Melek Pajak dan Pemasaran Digital Berbasis Kearifan Lokal

Avatar photo

- Penulis

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMUKATA.COM,POLEWALI MANDAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan program hilirisasi bertajuk Praktik Bisnis Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Kepatuhan Pajak UMKM di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Program ini berlangsung sejak Mei hingga Oktober 2026 dan menyasar kelompok UMKM Sasiq Massipa sebagai mitra.

Tim pelaksana dipimpin Abdul Galib, S.E., M.Si., bersama Nurwahyuni Syahrir, S.E., M.M., dengan melibatkan lima mahasiswa Fakultas Ekonomi. Kegiatan ini didanai melalui skim Pengabdian Hilirisasi DIPA Universitas Sulawesi Barat Tahun 2026.

Berangkat dari potensi desa wisata Desa Laliko berada di wilayah pesisir Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar dengan luas sekitar 455 hektare, terdiri atas enam dusun, dan dihuni hampir empat ribu jiwa. Desa ini dikenal sebagai desa wisata bahari dengan konsep ekowisata berkelanjutan yang digalakkan pemerintah desa. Konsep itu mengantarkan Laliko meraih Anugerah Desa Wisata 2022 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Salah satu kekuatan Laliko adalah keterlibatan warganya, terutama para ibu rumah tangga, dalam menghasilkan produk UMKM khas, seperti minyak Mandar, kerupuk ikan tongkol, dan keripik buah mangrove. Produk-produk ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga sekaligus pelengkap daya tarik wisata desa.

Namun di balik semangat berusaha itu, pelaku UMKM masih menghadapi dua persoalan utama. Pertama, pemahaman tentang tata kelola keuangan yang baik, terutama pemenuhan kewajiban perpajakan, masih terbatas. Aspek perpajakan belum menjadi perhatian dalam menjalankan usaha. Kedua, kemampuan memasarkan produk secara digital belum memadai, padahal pemasaran digital kini menjadi kunci untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

“Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang menerapkan prinsip tata kelola yang baik, termasuk taat pada kewajiban pajak. Karena itu, pendampingan ini memadukan literasi pajak dengan pemasaran digital,” ujar Abdul Galib (Ketua Tim Pengabdian).

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi ASKLIN, Bahas Persiapan Rakernas di Makassar

Hilirisasi riset dengan sentuhan kearifan lokal Program ini merupakan hilirisasi hasil riset tim pada 2025 tentang sinergi kearifan lokal dalam praktik bisnis berkelanjutan UMKM di Sulawesi Barat. Riset itu mengangkat internalisasi Pappasang dan Kalindaqdaq Mandar, yaitu nilai-nilai luhur masyarakat Mandar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan kepatutan, sebagai landasan untuk meningkatkan kepatuhan pajak.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan tidak hanya mengajarkan cara menghitung dan melaporkan pajak, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menunaikan kewajiban pajak adalah bagian dari menjaga keberlanjutan usaha dan tanggung jawab kepada masyarakat. Pendekatan ini digabungkan dengan praktik digitalisasi, yakni penggunaan aplikasi Coretax untuk pelaporan pajak dan pemanfaatan media sosial untuk digiitalisasi pemasaran.

Lima tahap pendampingan

Kegiatan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Tahap pertama adalah sosialisasi pada tanggal 25 Mei 2026. Tim mengidentifikasi permasalahan mitra, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan, dan menyepakati jadwal pelaksanaan. Mitra juga menyatakan kesediaan menyediakan fasilitas penunjang selama program berlangsung.

Tahap kedua adalah pelatihan pada 14 Juli 2026. Sebanyak 13 pelaku UMKM Sasiq Massipa mengikuti pelatihan tata kelola bisnis berkelanjutan dan pelaporan pajak, dilanjutkan pelatihan digitalisasi pemasaran. Dalam sesi pemasaran, peserta belajar membuat konten promosi yang edukatif di media sosial serta mendesain produk agar lebih menarik bagi konsumen.

Tahap ketiga adalah penerapan teknologi pada 22 Agustus 2026. Peserta berlatih langsung menggunakan aplikasi Coretax, sistem administrasi perpajakan terbaru yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran digital.

Tahap keempat adalah pendampingan pada 4 September 2026 dan monitoring serta evaluasi langsung ke lokasi usaha mitra pada 11 September 2026. Pada tahap ini tim memastikan para pelaku UMKM benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh dalam keseharian usaha.

Tahap kelima adalah penguatan keberlanjutan program. Sebagai bekal keberlanjutan, tim menyerahkan Tablet PC sebagai bagian dari penerapan teknologi dan inovasi, serta modul penggunaan aplikasi Coretax bagi UMKM. Perangkat dan modul ini diharapkan menjadi pegangan agar para pelaku usaha dapat terus melaporkan pajak dan mengelola pemasaran digital secara mandiri setelah program berakhir.

Baca Juga :  Iuran Sampah Gratis di Kecamatan Makassar Capai 3.832 KK, Appi Siapkan Perluasan hingga 1.300 VA

Pemahaman peserta meningkat

Hasil evaluasi melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang sangat baik. Peserta kini lebih memahami kewajiban dan jenis-jenis pajak, alur dan tata cara pelaporan, serta dokumen, syarat, dan tenggat pelaporan. Mereka juga semakin siap melaporkan pajak secara mandiri melalui aplikasi Coretax.

Di bidang pemasaran, peserta semakin memahami fitur-fitur media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, cara membuat konten yang menarik, cara mengarahkan promosi kepada target pasar yang tepat, serta cara membaca performa unggahan.

Pada tahap monitoring, para pelaku UMKM dinilai sudah mampu menggunakan Coretax secara mandiri dan membuat konten media sosial yang edukatif untuk produk mereka.

Dukung pemberdayaan ekonomi desa

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta mendukung agenda riset nasional di bidang ekonomi kreatif, transformasi digital, dan kewirausahaan. Bagi perguruan tinggi, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dharma pengabdian, sekaligus memperkaya bahan ajar dan modul pembelajaran pada mata kuliah Perpajakan.

“Harapan kami, pelaku UMKM tidak hanya piawai berjualan, tetapi juga tertib administrasi dan pajak, serta mampu memasarkan produknya lewat media digital. Dengan begitu usaha mereka tumbuh berkelanjutan dan ikut menyejahterakan masyarakat Desa Laliko,” tambah Pak Ashari (Pembina UMKM Desa Laliko).

Ke depan, tim berencana melanjutkan pendampingan dan menyebarluaskan hasil kegiatan melalui publikasi ilmiah, video dokumentasi, dan media massa, agar praktik baik di Desa Laliko dapat menjadi inspirasi bagi UMKM di daerah lain di Sulawesi Barat.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance
Dari Timbunan Sampah Jadi Hutan Kota, Munafri Siapkan Konservasi RTH di TPA Tamangapa 
KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026
Makassar Jadi Pilot Project Nasional Perlinsos, Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga
Tak Lagi Lewat Jalur Kecamatan, Pemkot Makassar Hadirkan Konsep Baru pada MTQ 2026
PBB Kota Makassar Tak Naik, Diskon hingga 75 Persen, Realisasi Capai 86 Persen
Menjangkau Pulau Terluar, Appi Siapkan Pembangunan Dermaga, Air Bersih & Lampu Jalan di Pulau Lumu-lumu
Pemkot Makassar Kaji Pembangunan Kantong Parkir, di Area Balai Kota Jadi Prioritas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:06 WITA

Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat Dampingi UMKM Desa Laliko Melek Pajak dan Pemasaran Digital Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:29 WITA

Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:41 WITA

Dari Timbunan Sampah Jadi Hutan Kota, Munafri Siapkan Konservasi RTH di TPA Tamangapa 

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:33 WITA

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:27 WITA

Makassar Jadi Pilot Project Nasional Perlinsos, Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga

Berita Terbaru

Pemerintahan

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 09:33 WITA