Medan – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah 1 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara pada Kamis (30/4).
Massa mulai memadati area kantor sejak pukul 15.00 WIB dengan membawa berbagai spanduk dan poster tuntutan. Aksi bertajuk “Selamatkan Institusi Negara” ini berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan ISMEI Wilayah 1 menyoroti maraknya peredaran barang ilegal di Sumatera Utara, khususnya rokok ilegal. Mahasiswa menilai lemahnya pengawasan di jalur masuk barang menjadi celah yang merugikan keuangan negara secara signifikan.
Selain masalah penyelundupan, ISMEI Wilayah 1 secara tegas mempertanyakan transparansi penerimaan bea dan cukai yang dinilai tidak akuntabel. Mereka mendesak pihak DJBC Kanwil Sumut untuk segera membuka data kerugian negara sejak tahun 2021 kepada publik.
Data tersebut diminta sebagai bahan persiapan menjelang Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang. Mahasiswa berharap adanya dialog publik guna mengevaluasi kebijakan pengawasan, terutama di pelabuhan-pelabuhan strategis di wilayah Medan dan sekitarnya.
“Kami mendesak evaluasi menyeluruh dan penguatan pengawasan di pintu masuk barang. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban institusi negara,” ujar salah satu orator dalam aksinya.
Aksi yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut akhirnya ditemui oleh perwakilan DJBC Kanwil Sumut. Pejabat terkait menerima dokumen tuntutan mahasiswa dan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai dengan kewenangan instansi.
Setelah membacakan pernyataan sikap secara kolektif, massa aksi membubarkan diri dengan tertib pada pukul 16.30 WIB. Meski demikian, ISMEI Wilayah 1 menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga adanya langkah konkret dari pihak Bea Cukai.






