Dua Dekade Bakti Prof Ismail, Dianugerahi Satyalancana Karya Satya dari Presiden

Guru Besar Universitas Fajar ini resmi menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdiannya yang telah melampaui angka 20 tahun atau dua dekade sebagai tenaga pendidik dan ilmuwan.

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Dekade Mengabdi, Prof Ismail Marzuki Terima Tanda Kehormatan Satyalancana dari Presiden di Hari Pendidikan Nasional 2026. (Foto:Ist)

Dua Dekade Mengabdi, Prof Ismail Marzuki Terima Tanda Kehormatan Satyalancana dari Presiden di Hari Pendidikan Nasional 2026. (Foto:Ist)

Makassar – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX di Jalan Bung, Tamalanrea, Makassar, pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026.

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, sebuah momen bersejarah dirayakan melalui penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada para abdi negara yang telah menunjukkan loyalitas tanpa batas kepada bangsa.

Di antara deretan penerima, sosok Prof. Dr. Ir. H. Ismail Marzuki, S.Si., M.Si, menjadi pusat perhatian. Guru Besar Universitas Fajar Makassar ini resmi menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdiannya yang telah melampaui angka 20 tahun atau dua dekade sebagai tenaga pendidik dan ilmuwan.

Baca Juga :  Langkah Sehat dan Ekonomi Bangkit: Jalan Santai & Bazar UMKM di Kompleks Anggrek Minasa Upa Disambut Antusias Warga

Penganugerahan tanda kehormatan ini merupakan keputusan langsung dari Presiden Republik Indonesia yang diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dalam masa baktinya tidak pernah cacat moral maupun administratif. Prof. Ismail Marzuki, yang tercantum dalam nomor urut 28 dari 164 daftar penerima, mendapatkan penghargaan yang melambangkan dedikasi selama 20 tahun.

Bagi seorang akademisi, dua dekade bukanlah waktu yang singkat. Sepanjang perjalanan tersebut, Prof. Ismail telah bertransformasi dari seorang pengajar menjadi salah satu pilar intelektual utama di Makassar. Penghargaan ini menjadi bukti konkret atas kesetiaan beliau dalam mengembangkan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Eksistensi Prof. Ismail Marzuki di dunia akademik sangatlah kontras dengan profilnya yang bersahaja. Beliau kini menjabat sebagai Deputi Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama di Universitas Fajar, sebuah peran strategis yang menuntut ketajaman visi dalam mengelola kurikulum.

Salah satu kontribusi terbesarnya yang saat ini dirasakan oleh dunia pendidikan tinggi adalah implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Melalui sistem ini, beliau memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi benar-benar memiliki kompetensi nyata yang dibutuhkan oleh industri global.

Dari laboratorium dan ketekunan di meja riset, Prof. Ismail Marzuki memanifestasikan dirinya sebagai ilmuwan yang terbilang produktif dengan dedikasi mendalam pada kelestarian ekosistem. Fokus penelitiannya merambah ranah Green Chemistry dan Environmental Chemistry, di mana ia secara konsisten berupaya menciptakan proses kimia yang ramah lingkungan demi meminimalkan dampak negatif terhadap alam.

Ketajamannya dalam bidang biokimia terpancar melalui pengembangan metode biodegradasi sebagai cara alami untuk membersihkan limbah, yang diperkuat dengan kecakapan teknis dalam melakukan pemodelan sebaran polutan di wilayah Makassar menggunakan metode Gaussian Plume.

Lebih jauh lagi, kontribusi intelektualnya menyentuh cakrawala eksplorasi maritim yang tertuang secara komprehensif dalam buku risetnya mengenai potensi biota laut Sulawesi Selatan.

Melalui karya tersebut, ia mengupas tuntas rahasia alam di Kepulauan Spermonde, khususnya mengenai pemanfaatan spons laut sebagai penyerap polutan alami yang inovatif.

Narasi risetnya tidak hanya berhenti pada angka dan data, tetapi juga menjadi panduan praktis dalam memahami interaksi antara material biologi dan pemulihan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Produktivitas Prof. Ismail terlihat jelas dari rekam jejak digitalnya. Hingga saat ini, karya ilmiah beliau telah dikutip lebih dari 3.082 kali di platform Google Scholar, menandakan bahwa pemikiran beliau menjadi rujukan para peneliti lain di seluruh dunia.

Tidak hanya itu, beliau telah melahirkan lebih dari 43 judul buku. Beberapa karya terbarunya yang menjadi highlight adalah modul Kimia Analisis dan Instrumentasi yang dirilis pada Juni 2024. Buku yang diminati karena mampu menyederhanakan teori kimia yang rumit menjadi panduan praktis yang inovatif bagi mahasiswa.

Progresifitasnya juga tampak melalui karya literasi yang sangat masif dengan total koleksi mencapai 48 judul buku. Sebagai seorang akademisi yang mendedikasikan hidupnya pada riset, ia juga telah melahirkan karya monumental berupa 38 artikel ilmiah bereputasi yang berhasil menembus indeks global Scopus.

Selain itu, kualitas pemikiran beliau semakin diakui secara internasional dengan keberhasilan menerbitkan 14 artikel ilmiah yang terindeks dalam Web of Science (WoS), sebuah pencapaian yang mempertegas kedalaman kontribusinya bagi dunia sains global.

Baca Juga :  PERINGATAN HUT RI KE 81 DI KAMPUNG MERAH PUTIH *"O SILI PANCASILA

Kegiatan penyematan tersebut tampil beda dengan penggunaan pakaian adat bagi  peserta upacara. Hal ini mencerminkan semangat LLDIKTI IX untuk tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal di tengah kemajuan teknologi dan sains.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini diharapkan mampu memicu semangat dosen dan tenaga kependidikan lainnya di Sulawesi Selatan untuk terus berinovasi.

“Ini adalah bentuk penghargaan negara atas jasa-jasa yang mungkin selama ini tidak terlihat di permukaan, namun dampaknya sangat besar bagi masa depan anak bangsa,” ungkapnya.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya bagi Prof. Ismail Marzuki adalah sebuah penegasan, bahwa dedikasi pada ilmu pengetahuan adalah sebuah maraton, bukan sprint. Dan di garis 20 tahun ini, beliau telah membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci utama menuju keunggulan akademik yang hakiki.

 

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik THM MYE Makassar, Ketum Matador : Jangankan Penjara, Nyawapun ku pertaruhkan untuk Agamaku ! LGBT Haram di tanah Daeng 
Hadiri Final Street Football Mariso, Ketua DPC APPI Makassar Sulyadi Abbas Apresiasi Sinergi Pemuda Lintas Kecamatan
Gebrakan Launching PME: Hadirkan Konsep Pemakaman Muslim Premium Pertama di Kawasan Mamminasata
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Makassar Gelar Aksi Jilid III, Desak Dugaan Reklamasi Ilegal Diusut Tuntas
Tingkatkan Kualitas Kader, HIPMI Sulsel Kolaborasi dengan Coach Armala
KKG PJOK Kota Makassar Hadirkan Prof. Ilham Guru Besar FIKK UNM Jadi Pemateri Pelatihan Deep Learning
Pelatihan Pembelajaran Mendalam KKG PJOK Kota Makassar Sukses Digelar, Ratusan Guru Ikuti Kegiatan Selama Dua Hari
Matadoor Desak Polrestabes Makassar Bertindak Tegas Atasi Teror Geng Motor dan Tawuran

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:18 WITA

Polemik THM MYE Makassar, Ketum Matador : Jangankan Penjara, Nyawapun ku pertaruhkan untuk Agamaku ! LGBT Haram di tanah Daeng 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Gebrakan Launching PME: Hadirkan Konsep Pemakaman Muslim Premium Pertama di Kawasan Mamminasata

Senin, 28 September 2026 - 18:30 WITA

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Makassar Gelar Aksi Jilid III, Desak Dugaan Reklamasi Ilegal Diusut Tuntas

Senin, 28 September 2026 - 07:55 WITA

Tingkatkan Kualitas Kader, HIPMI Sulsel Kolaborasi dengan Coach Armala

Sabtu, 26 September 2026 - 20:56 WITA

KKG PJOK Kota Makassar Hadirkan Prof. Ilham Guru Besar FIKK UNM Jadi Pemateri Pelatihan Deep Learning

Berita Terbaru

Pemerintahan

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 09:33 WITA