Dosen Unifa Latih UMKM dan Petani Selayar Optimalkan Nilai Ekonomi Bubuk Kunyit Lewat Pemasaran Digital

Melalui intervensi teknologi dan strategi komunikasi, komoditas mentah diharapkan dapat bertransformasi menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim PKM Universitas Fajar Latih Pelaku UMKM dan Petani di Kepulauan Selayar Membuka Gerbang Pasar Digital melalui Optimalisasi Nilai Ekonomi Bubuk Kunyit melalui Pelatihan Komunikasi Pemasaran Digital pada UMKM di Kabupaten Selayar (Foto:Ist)

Tim PKM Universitas Fajar Latih Pelaku UMKM dan Petani di Kepulauan Selayar Membuka Gerbang Pasar Digital melalui Optimalisasi Nilai Ekonomi Bubuk Kunyit melalui Pelatihan Komunikasi Pemasaran Digital pada UMKM di Kabupaten Selayar (Foto:Ist)

Temukata.com, Selayar – Tim dosen Universitas Fajar (Unifa) Makassar melaksanakan kegiatan pelatihan intensif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani kunyit di Balai Dusun Baturapa, Desa Polebunging, Kecamatan Bontomanae, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan nilai ekonomi produk olahan lokal melalui penguatan kapasitas manajemen usaha dan komunikasi pemasaran digital.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia.

Program ini mengusung judul “Optimalisasi Nilai Ekonomi Bubuk Kunyit melalui Pelatihan Komunikasi Pemasaran Digital pada UMKM di Kabupaten Selayar.”

Baca Juga :  Aisyah Afiqah Buktikan Literasi Bulukumba Mampu Bersaing di Level Nasional

Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Rosnaini Daga, bersama dua anggota tim ahli, yaitu Dr. Sri Adrianti Muin dan Dr. Andi Vita Sukmarini.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Rosnaini Daga, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan jangkauan pasar yang dihadapi produk turunan kunyit di wilayah kepulauan.

Melalui intervensi teknologi dan strategi komunikasi, komoditas mentah diharapkan dapat bertransformasi menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

“Optimalisasi nilai ekonomi bubuk kunyit dilakukan melalui pelatihan komunikasi pemasaran digital terhadap UMKM yang ada di Selayar, sehingga produk lokal memiliki daya saing dan jangkauan pasar yang lebih luas,” ujar Dr. Rosnaini Daga dalam keterangan resminya.

Untuk memberikan pemahaman praktis yang mendalam, tim pengabdian Unifa menghadirkan narasumber dari otoritas daerah, yakni H. Jamaluddin KM, S.E., M.M., yang menjabat sebagai Pejabat Fungsional Ahli Madya Pengembang Kewirausahaan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam sesi materi bertajuk “Manajemen Pengelolaan UMKM: Membangun Jiwa Wirausaha Baru,” Jamaluddin menekankan pentingnya pondasi mental dan perencanaan bisnis formal (business plan) sejak awal usaha dirintis.

“Terlebih dahulu, buat business plan dengan baik, buat target dan proyeksi bisnis sejak awal, pilih bisnis yang sesuai, dan hitung kebutuhan modal dan cara serta sumber modal,” papar Jamaluddin di hadapan puluhan peserta pelatihan.

Baca Juga :  SDGs Center UNG Dorong Model Kemitraan Multipihak dalam Penyusunan RAD SDGs di Makassar

Terdapat empat poin krusial yang dipaparkan dalam sosialisasi manajemen pengelolaan UMKM tersebut:

Pertama, Fondasi Mental dan Visi Kewirausahaan. Pelaku usaha pemula diminta untuk mengikis ketakutan akan kegagalan yang dapat menghambat kreativitas. Selain itu, UMKM wajib merumuskan visi dan misi yang jelas sebagai koridor arah tindakan dan target operasional ke depan.

Kedua, Perencanaan Usaha dan Proyeksi Bisnis. Pelaku usaha dianjurkan menyusun dokumen business plan tertulis yang mencakup latar belakang usaha, solusi yang ditawarkan, target pasar, pemetaan kompetitor, hingga skema pengadaan barang.

Finansial usaha juga harus diproyeksikan secara cermat sejak awal. Keberlanjutan usaha akan lebih konsisten jika diselaraskan dengan minat personal (passion).

Ketiga, Pengelolaan Finansial dan Operasional. Produk yang dipasarkan harus memiliki keunikan agar berdaya saing. Pelaku usaha juga dituntut tanggap terhadap tren pasar dan aktif memperluas jaringan melalui komunitas wirausaha atau mentor.

Di sisi lain, kedisiplinan administrasi menjadi poin paling vital, di mana UMKM diwajibkan memisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha untuk menjaga arus kas tetap sehat dan menghindari risiko fraud (penipuan).

Keempat, Strategi Eksekusi, Waktu, dan Dukungan Sosial. Untuk menghemat biaya operasional awal pada usaha sampingan, pelibatan anggota keluarga sangat disarankan. Rekrutmen tenaga kerja luar hanya direkomendasikan jika arus keuangan sudah stabil. Pelaku usaha juga harus jeli melihat momentum pasar (timing) untuk peluncuran produk. Sementara untuk pemasaran, pemanfaatan media sosial menjadi metode promosi digital paling praktis dan terukur, di samping promosi konvensional dari mulut ke mulut (word of mouth) di lingkungan terdekat.

Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh para petani kunyit dan pelaku UMKM setempat yang membutuhkan pendampingan teknis, mulai dari standarisasi pengolahan hingga digitalisasi pemasaran.

Dr. Rosnaini Daga menegaskan bahwa pengelolaan UMKM rumahan membutuhkan komitmen jangka panjang, sikap positif, dan pengelolaan yang tidak setengah-setengah meskipun di tengah keterbatasan modal maupun tenaga kerja. Kesuksesan usaha bertumpu pada keseimbangan antara ketahanan mental wirausaha dan kedisiplinan manajemen keuangan.

“Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar produk olahan kunyit asal Selayar,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor Unhas Letakkan Batu Pertama Asrama Mahasiswa dan Dosen di Selayar
Aisyah Afiqah Buktikan Literasi Bulukumba Mampu Bersaing di Level Nasional
SDGs Center UNG Dorong Model Kemitraan Multipihak dalam Penyusunan RAD SDGs di Makassar

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:01 WITA

Dosen Unifa Latih UMKM dan Petani Selayar Optimalkan Nilai Ekonomi Bubuk Kunyit Lewat Pemasaran Digital

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:46 WITA

Rektor Unhas Letakkan Batu Pertama Asrama Mahasiswa dan Dosen di Selayar

Senin, 11 Mei 2026 - 21:24 WITA

Aisyah Afiqah Buktikan Literasi Bulukumba Mampu Bersaing di Level Nasional

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:22 WITA

SDGs Center UNG Dorong Model Kemitraan Multipihak dalam Penyusunan RAD SDGs di Makassar

Berita Terbaru