Dukung Program Prioritas Makassar, tekankan APBD Harus Pro Rakyat

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, Temukata.com — Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan perhatian khusus terhadap kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sorotan mendalam ini mengemuka seiring tingginya capaian pendapatan daerah yang rupanya belum diimbangi dengan percepatan realisasi belanja daerah.

Kondisi tersebut dinilai dapat menahan laju penyerapan anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan langsung masyarakat luas.

Dalam gelaran Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah di Hotel Gammara Makassar pada Sabtu (25/7/2026), Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, mengungkapkan dinamika realisasi anggaran Kota Makassar.

Capaian realisasi pendapatan Kota Makassar melesat hingga 48,85 persen dan sukses melampaui rata-rata nasional. Namun, potret berlawanan tampak pada sisi belanja daerah yang baru menembus angka 34,35 persen, sebuah angka yang dinilai masih bertengger di bawah rata-rata nasional.

Agus Fatoni menegaskan bahwa ketimpangan tersebut menandakan besarnya dana daerah yang masih mengendap di kas Pemkot Makassar. Ia menekankan bahwa perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak akan memberikan dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat jika tidak dieksekusi secara berimbang melalui program kegiatan nyata. Keuangan daerah bukan sekadar urusan administratif belaka, melainkan energi utama yang menggerakkan pembangunan.

Baca Juga :  Dugaan Perubahan Site Plan Acak-Acak Fasos-Fasum, Anggota DPRD Makassar Minta Dokumen GMTD Diusut Tuntas

Oleh sebab itu, jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut untuk menguasai secara utuh tiap tahapan pengelolaan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga fungsi pengawasan.
Guna mengurai simpul ketimpangan tersebut, Dirjen Bina Keuangan Daerah mendorong penerapakan prinsip money follow program secara konsisten, di mana pengalokasian anggaran bertumpu pada program prioritas dan kebutuhan mendasar warga, ketimbang sekadar menyalin program rutin tahun-tahun sebelumnya. Kepala OPD diinstruksikan untuk terlibat aktif dan tidak melepas proses perencanaan anggaran sepenuhnya kepada pejabat teknis bawahannya. Peran Bappeda dalam mengonsolidasikan perencanaan serta pembinaan dari Sekretaris Daerah menjadi kunci utama agar program tepat sasaran.

Selain itu, pimpinan daerah diingatkan untuk berpegang pada prinsip money follow function agar penganggaran tidak melompati batas kewenangan pemerintah kota.

Baca Juga :  Tak Mau Hanya Terima Laporan, Appi Turun Cek Aliran Air Bersih ke Permukiman Warga

Di samping mendorong optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui evaluasi berkala, keterlambatan tender atau lelang belanja fisik juga menjadi perhatian kritikal yang mesti diurai. Pemkot Makassar disarankan untuk mengoptimalkan lelang Pra-DIPA secara lebih awal setelah penetapan KUA-PPAS, sehingga ketika memasuki tahun anggaran baru, pemerintah daerah dapat langsung melakukan penandatanganan kontrak kerja. Upaya ini diyakini mampu mencegah penumpukan pencairan anggaran di akhir tahun yang kerap berisiko menurunkan kualitas hasil pekerjaan proyek fisik.

Memasuki momentum pembahasan APBD Perubahan, Kemendagri mengimbau Pemkot Makassar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera berkoordinasi guna menyusun porsi penerimaan dan pengeluaran yang lebih realistis.

APBD yang sehat harus dijaga agar tidak terjadi defisit anggaran akibat penetapan belanja berlebih yang tidak rasional. Langkah taktis ini diharapkan mampu mendorong percepatan penyerapan belanja daerah di Kota Makassar secara akuntabel, efisien, dan berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern
Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan
Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan 
Semarak HUT RI ke-81, Perumda Pasar Makassar Gelar Lomba Meriahkan Kemerdekaan
Layanan Publik Digital Antar Wali Kota Appi Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026
Tak Perlu ke Kantor Lurah atau Camat, Wali Kota Bongkar Rahasia Warga Makassar Sampaikan Aspirasi & Cepat Direspon
Wakil Wali Kota Makassar Buka Citra Beauty Fair 2026, Dorong Industri Kecantikan dan Ekonomi Lokal
Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi ASKLIN, Bahas Persiapan Rakernas di Makassar

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:54 WITA

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:23 WITA

Munafri Paparkan Ranperda Tata Kelola Aset Daerah yang Lebih Tertib dan Transparan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:49 WITA

Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan 

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Perumda Pasar Makassar Gelar Lomba Meriahkan Kemerdekaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:24 WITA

Tak Perlu ke Kantor Lurah atau Camat, Wali Kota Bongkar Rahasia Warga Makassar Sampaikan Aspirasi & Cepat Direspon

Berita Terbaru