TEMUKATA.COM,MAKASSAR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Tahun 2026 kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui “Paccerakkang Berdaya” di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Selain program pemilahan sampah, salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam program tersebut adalah urban farming atau pertanian perkotaan. Kegiatan ini memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan permukiman sebagai ruang produktif untuk menanam tanaman pangan sekaligus menjadi sarana edukasi dan kegiatan bersama masyarakat.

Urban farming dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai ruang yang tersedia, seperti pekarangan, lahan kosong, pot, wadah bekas, maupun ruang komunal. Konsep tersebut memungkinkan kegiatan bercocok tanam dilakukan meskipun ketersediaan lahan di wilayah perkotaan relatif terbatas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersama masyarakat menyiapkan area tanam, mulai dari menentukan lokasi, menata bedeng dan jalur, menyiapkan media tanam, memilih benih, hingga melakukan proses penyemaian dan penanaman.

Penentuan lokasi dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti ketersediaan cahaya matahari, kondisi drainase, sumber air, keamanan, serta kemudahan akses untuk melakukan perawatan. Pengamatan terhadap kondisi lahan menjadi bagian penting agar metode dan jenis tanaman yang dipilih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa, Dr. Indrayani Nur, S.E., M.Si., mengatakan bahwa urban farming dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ruang perkotaan yang sekaligus memberikan ruang belajar bagi masyarakat. Kegiatan menanam tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk memahami, merawat, dan melanjutkan sistem tersebut secara konsisten.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan media tanam. Mahasiswa dan masyarakat memanfaatkan bahan yang tersedia dengan tetap memperhatikan kebersihan, keamanan, kemampuan media dalam menyimpan air, serta drainase agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Pemilihan benih juga menjadi bagian dari kegiatan. Jenis tanaman dipilih dengan mempertimbangkan kondisi iklim, kebutuhan cahaya, lama panen, ketersediaan ruang, serta kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan. Pencatatan jenis tanaman dan waktu penyemaian dilakukan untuk membantu memantau perkembangan tanaman.
Dalam penerapannya, urban farming juga memanfaatkan wadah seperti botol, ember, polybag, dan pot. Pemanfaatan wadah menjadi alternatif untuk memperluas area tanam, khususnya pada lokasi yang tidak memiliki tanah terbuka. Wadah yang digunakan tetap harus aman, bersih, memiliki drainase, dan ditempatkan secara stabil.
Menariknya, program urban farming ini memiliki keterkaitan dengan program pemilahan sampah yang sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa KKN. Sampah organik seperti daun dan sisa tanaman dapat diarahkan untuk pengolahan lebih lanjut sehingga memiliki manfaat bagi kebutuhan kebun. Dengan demikian, masyarakat diperkenalkan pada hubungan antara pengelolaan sampah dan pemanfaatannya dalam kegiatan pertanian perkotaan.
Selain penanaman, mahasiswa juga memberikan perhatian pada aspek perawatan. Pemeriksaan kelembapan, penyiangan, penggemburan media, pengendalian hama, serta penggantian tanaman yang tidak tumbuh menjadi bagian dari rutinitas pemeliharaan kebun. Jadwal perawatan dapat dibagi kepada beberapa orang agar kegiatan tidak bergantung pada satu pihak saja.
Hasil urban farming tidak hanya dilihat dari jumlah tanaman atau hasil panen. Keterampilan masyarakat, kesiapan media, pertumbuhan bibit, keteraturan perawatan, serta kemampuan masyarakat melanjutkan kegiatan juga menjadi bagian dari proses pembelajaran program.
Melalui program “Paccerakkang Berdaya”, kegiatan urban farming diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan terbatas yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kegiatan edukasi lingkungan dan ketahanan pangan skala rumah tangga.
Keberlanjutan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program. Pengelolaan kebun membutuhkan penanggung jawab, jadwal perawatan, ketersediaan benih, akses air, media, serta pembagian peran agar kegiatan dapat terus berjalan setelah masa KKN berakhir.
Dengan adanya urban farming, masyarakat Kelurahan Paccerakkang tidak hanya diajak untuk memanfaatkan lahan yang tersedia, tetapi juga belajar membangun kebiasaan menanam dan merawat lingkungan secara bersama. Program ini menjadi bagian dari upaya KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa untuk menghadirkan kegiatan pemberdayaan yang dapat dikembangkan dan dilanjutkan oleh masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan:
Dr. Indrayani Nur, S.E., M.Si.
KKN Non-Reguler Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Tahun 2026
Program: “Paccerakkang Berdaya”
Kegiatan: Urban Farming
Lokasi: Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar








