Matadoor Desak Polrestabes Makassar Bertindak Tegas Atasi Teror Geng Motor dan Tawuran

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 07:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMUKATA.COM, MAKASSAR — Maraknya aksi kriminalitas jalanan seperti geng motor, tawuran antarpelompok, penganiayaan, hingga penggunaan senjata tajam yang kerap meresahkan warga di sejumlah wilayah Kota Makassar kembali menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Perhatian serius ini mengemuka menyusul masih maraknya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang tercatat terjadi pada rentang waktu dini hari yang krusial, di mana sebagian besar warga sedang beristirahat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat meluas dan menciptakan iklim psikologis yang tidak kondusif, sehingga memicu rasa takut serta kecemasan di tengah masyarakat luas yang mendambakan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

Menanggapi situasi tersebut, Founder sekaligus Ketua Umum Matadoor, Karaeng Emba, menegaskan bahwa negara melalui aparat penegak hukum memiliki kewajiban mutlak untuk memberikan perlindungan serta jaminan keamanan bagi setiap warga negaranya. Dalam keterangannya yang disampaikan saat diwawancarai di salah satu warung kopi di Kota Makassar, Karaeng Emba secara terbuka melontarkan kritik dan tantangan kepada pihak kepolisian agar tidak bersikap pasif dalam menyikapi eskalasi kejahatan jalanan ini. Pihaknya mengingatkan agar Polrestabes Makassar tidak menunggu jatuhnya korban jiwa atau viralnya sebuah kasus di media sosial baru kemudian mengerahkan langkah-langkah penegakan hukum yang masif.

Baca Juga :  SK Ganda Dan Dugaan Nepotisme di Desa Buakkang ; Somasi Desa Desak Penindakan Tegas

Lebih lanjut, organisasi Matadoor menyoroti urgensi peningkatan efektivitas kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya pada jam-jam rawan yang teridentifikasi mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WITA. Menurut Karaeng Emba, pola pengamanan dan patroli malam yang selama ini diterapkan perlu dievaluasi secara menyeluruh guna memastikan apakah langkah tersebut telah benar-benar menjangkau titik-titik rawan kriminalitas di berbagai sudut kota. Kehadiran fisik aparat di lapangan dinilai sangat krusial tidak hanya untuk menindak pelanggaran hukum, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen pencegahan preventif yang efektif guna meredam niat para pelaku kejahatan jalanan sebelum mereka melancarkan aksinya.

Kendati demikian, pendekatan represif semata dinilai belum cukup untuk menyelesaikan akar permasalahan kriminalitas remaja dan geng motor secara tuntas dan berkelanjutan di Kota Makassar. Matadoor mendorong adanya sinergi lintas sektoral yang melibatkan unsur pemerintah daerah, institusi pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen komunitas lokal untuk bersama-sama merumuskan ruang-ruang positif bagi generasi muda. Penyediaan wadah penyaluran energi positif bagi kalangan pemuda harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang tanpa kompromi terhadap oknum-oknum yang terbukti melakukan tindak pidana kekerasan, sehingga efek jera dapat tercipta di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Menjaga Mangrove sebagai Episentrum Biodiversitas dan Rumah Terakhir Kelelawar Pesisir

Sebagai penutup, kritik dan desakan yang dilayangkan oleh Matadoor ini ditegaskan murni sebagai wujud fungsi kontrol sosial serta bentuk kepedulian yang mendalam terhadap stabilitas keamanan Kota Makassar. Pihak organisasi berharap agar jajaran Polrestabes Makassar dapat segera merespons tuntutan tersebut melalui langkah-langkah konkret yang dirasakan langsung dampaknya oleh warga, ketimbang sekadar melontarkan pernyataan normatif di ruang publik. Dengan kolaborasi yang solid antara aparat kepolisian dan partisipasi aktif masyarakat, ruang publik di Kota Makassar diharapkan dapat kembali steril dari ancaman teror geng motor, sehingga warga dapat beraktivitas dengan tenang tanpa dibayangi rasa takut.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik THM MYE Makassar, Ketum Matador : Jangankan Penjara, Nyawapun ku pertaruhkan untuk Agamaku ! LGBT Haram di tanah Daeng 
Hadiri Final Street Football Mariso, Ketua DPC APPI Makassar Sulyadi Abbas Apresiasi Sinergi Pemuda Lintas Kecamatan
Gebrakan Launching PME: Hadirkan Konsep Pemakaman Muslim Premium Pertama di Kawasan Mamminasata
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Makassar Gelar Aksi Jilid III, Desak Dugaan Reklamasi Ilegal Diusut Tuntas
Tingkatkan Kualitas Kader, HIPMI Sulsel Kolaborasi dengan Coach Armala
KKG PJOK Kota Makassar Hadirkan Prof. Ilham Guru Besar FIKK UNM Jadi Pemateri Pelatihan Deep Learning
Pelatihan Pembelajaran Mendalam KKG PJOK Kota Makassar Sukses Digelar, Ratusan Guru Ikuti Kegiatan Selama Dua Hari
Wali Kota Munafri Antar Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:18 WITA

Polemik THM MYE Makassar, Ketum Matador : Jangankan Penjara, Nyawapun ku pertaruhkan untuk Agamaku ! LGBT Haram di tanah Daeng 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Gebrakan Launching PME: Hadirkan Konsep Pemakaman Muslim Premium Pertama di Kawasan Mamminasata

Senin, 28 September 2026 - 18:30 WITA

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Makassar Gelar Aksi Jilid III, Desak Dugaan Reklamasi Ilegal Diusut Tuntas

Senin, 28 September 2026 - 07:55 WITA

Tingkatkan Kualitas Kader, HIPMI Sulsel Kolaborasi dengan Coach Armala

Sabtu, 26 September 2026 - 20:56 WITA

KKG PJOK Kota Makassar Hadirkan Prof. Ilham Guru Besar FIKK UNM Jadi Pemateri Pelatihan Deep Learning

Berita Terbaru

Pemerintahan

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 09:33 WITA