4 Hari Dicari, Korban Jatuh dari Kapal Jolloro di Sinjai Ditemukan Tewas

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan menemukan Akmal Saputra (21), korban yang dilaporkan jatuh dari kapal jenis jolloro di perairan Pasi Mabborong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Foto : dok. Basarnas Makassar

Tim SAR gabungan menemukan Akmal Saputra (21), korban yang dilaporkan jatuh dari kapal jenis jolloro di perairan Pasi Mabborong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Foto : dok. Basarnas Makassar

TEMUKATA.COM, SINJAI – Tim SAR gabungan menemukan Akmal Saputra (21), korban yang dilaporkan jatuh dari kapal jenis jolloro di perairan Pasi Mabborong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Akmal ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat pencarian.

Korban ditemukan sekitar pukul 13.30 Wita oleh anak buah kapal (ABK) kapal penumpang yang berlayar dari Cappa Ujung menuju Kanalo 2.

Komandan Pos SAR Bone, Masrur, membenarkan penemuan korban tersebut. Dia mengatakan informasi awal diterima dari ABK kapal penumpang yang melihat jasad korban mengapung di sekitar perairan Kanalo 2.

“Memasuki pencarian hari ke-4, korban atas nama Akmal Saputra akhirnya berhasil ditemukan oleh kapal penumpang yang berangkat dari Cappa Ujung menuju Pulau Kanalo 2,” kata Masrur, Jumat (21/8/2026).

“Korban ditemukan sekitar pukul 13.30 Wita oleh ABK kapal penumpang yang sedang dalam perjalanan. Setelah melihat korban mengapung, ABK langsung menginformasikan penemuan tersebut kepada Tim SAR Gabungan,” sambungnya.

Setelah menerima laporan, Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi penemuan. Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap jasad korban.

“Mendapatkan informasi tersebut, Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengevakuasi korban,” ujarnya.

Baca Juga :  12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, 3 Dirawat

Masrur mengatakan setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Sinjai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Selanjutnya korban kami evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Sinjai untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Peristiwa tersebut bermula pada Selasa (18/8) sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu Akmal dalam perjalanan pulang dari perairan Pasi Mabborong menuju Pelabuhan Larea-Rea menggunakan kapal jolloro.

“Informasi awal yang kami terima, korban saat itu dalam perjalanan dari perairan Pasi Mabborong menuju Pelabuhan Larea-Rea,” kata Masrur.

“Setelah melakukan aktivitas memilah ikan hasil tangkapan, korban berjalan ke bagian belakang kapal untuk mencuci tangan,” lanjutnya.

Namun, saat kapal tiba di Pelabuhan Larea-Rea, Akmal sudah tidak berada di atas kapal. Korban kemudian diduga jatuh ke laut selama perjalanan.

“Ketika kapal sudah tiba di pelabuhan, korban ternyata sudah tidak berada di atas kapal. Sehingga diduga korban terjatuh ke laut selama perjalanan,” ujarnya.

Pencarian kemudian dilakukan oleh Tim SAR gabungan selama empat hari dengan melibatkan sejumlah unsur.

Baca Juga :  12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, 3 Dirawat

“Selama proses pencarian, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban,” ungkap Masrur.

Dia menyebut proses pencarian juga mendapat dukungan dari masyarakat dan nelayan setempat.

“Alhamdulillah, berkat sinergi seluruh unsur SAR gabungan dan dukungan masyarakat serta nelayan, korban akhirnya berhasil ditemukan pada hari keempat pencarian,” katanya.

Masrur turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi,” tuturnya.

“Kami juga mengapresiasi setinggi-tingginya sinergi dan kerja keras seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat setempat yang telah berjuang di lapangan hingga korban berhasil ditemukan,” tambahnya.

Dalam operasi tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bone Basarnas Makassar bersama SAR Brimob, Polairud Kabupaten Sinjai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Kabupaten Sinjai, serta masyarakat dan nelayan setempat turut melakukan pencarian.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR ini selanjutnya kami usulkan untuk ditutup,” ujar Masrur.

“Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi akan kembali ke satuan masing-masing setelah seluruh rangkaian proses evakuasi selesai,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, 3 Dirawat

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:31 WITA

4 Hari Dicari, Korban Jatuh dari Kapal Jolloro di Sinjai Ditemukan Tewas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:29 WITA

12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, 3 Dirawat

Berita Terbaru