Kades Bodi Jelaskan Alasan Transfer Dana Desa Ke Rekening Pribadi

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 22:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMUKATA.COM.,BUOL – Kepala Desa Bodi, Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol, Arianto M. Usia, memberikan klarifikasi terkait adanya transfer sejumlah uang ke rekening pribadinya yang dikaitkan dengan aktivitas penambangan di wilayah desa tersebut.

 

Arianto membenarkan bahwa terdapat dana yang pernah ditransfer ke rekening atas namanya. Namun, ia menegaskan bahwa penerimaan dana tersebut menurutnya bukan berdasarkan permintaan atau persetujuan pribadi sebagai kepala desa.

 

Menurut Arianto, dana tersebut pada awalnya merupakan pemberian dari sejumlah pengusaha atau penambang kepada pemerintah desa. Karena kondisi saat itu dinilai mendesak, tokoh masyarakat kemudian merekomendasikan agar dana tersebut untuk sementara ditransfer ke rekening kepala desa.

 

“Memang benar ada uang yang masuk ke rekening kepala desa. Tetapi itu bukan atas persetujuan kepala desa sendiri. Karena pada saat itu kondisi terdesak, tokoh masyarakat merekomendasikan agar uang tersebut ditransfer terlebih dahulu ke rekening kepala desa,” jelas Arianto.

 

Ia menyebut pemberian dana tersebut bersifat sukarela dari para penambang dan direncanakan digunakan untuk mendukung pembangunan yang dibutuhkan masyarakat Desa Bodi. Sejumlah rencana penggunaan dana yang disebutkan antara lain pembangunan jalan, masjid, gereja, serta fasilitas lainnya.

Baca Juga :  Gandeng KPID Sulsel, DPD KNPI Sulsel Dorong Peran Pemuda Wujudkan Ruang Digital Sehat

 

Arianto mengatakan posisi pemerintah desa dalam menghadapi aktivitas pertambangan di wilayah tersebut berada dalam kondisi dilematis. Menurutnya, pemerintah desa telah melakukan sejumlah rapat dan tindak lanjut, termasuk menyikapi surat edaran Bupati Buol mengenai aktivitas pertambangan.

 

“Pemerintah desa serba dilematis. Mau maju kena, mau diam juga kena. Kami sudah melakukan rapat-rapat dan tindak lanjut terhadap surat edaran bupati,” katanya.

 

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah unsur pemerintah dan aparat sebelumnya telah melakukan upaya penertiban di wilayah Desa Bodi. Unsur yang disebut antara lain TNI, kepolisian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pogogul, serta tim Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Buol.

 

Namun, Arianto menyebut berbagai upaya tersebut belum sepenuhnya menghentikan aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah tersebut. Kondisi itu, kata dia, turut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan pemerintah desa.

 

Menurut Arianto, pemerintah desa juga pernah berupaya melakukan penahanan terhadap aktivitas penambangan di tingkat desa. Akan tetapi, ia menyebut terdapat akses lain yang digunakan untuk memasuki wilayah tersebut.

 

Baca Juga :  PERBAIKAN JALAN HERTASNING MENELAN KORBAN JIWA, KETUA SAPMA PEMUDA PANCASILA KOTA MAKASSAR ANGKAT BICARA: DUGAAN PELANGGARAN K3

“Kami bersikeras melakukan penahanan di tingkat desa. Tetapi mereka tetap masuk melalui lintas jalan antara Desa Diapati dan Desa Budi. Ini yang terjadi dan terkadang tanpa sepengetahuan pemerintah desa,” ujarnya.

 

*Bantah Dugaan Kongkalikong dengan Penambang*

 

Mengenai adanya dugaan kongkalikong antara pemerintah desa dan pengusaha atau penambang, Arianto membantah tudingan tersebut.

 

Ia mengatakan pemerintah desa telah melakukan sejumlah langkah untuk menyikapi aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah Desa Bodi. Menurutnya, pemerintah desa juga menghadapi keterbatasan kewenangan dalam melakukan penghentian aktivitas pertambangan secara keseluruhan.

 

Arianto berharap penjelasan tersebut dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai latar belakang dana yang masuk ke rekening pribadinya serta posisi pemerintah desa dalam menghadapi persoalan pertambangan di Desa Bodi.

 

Ia kembali menegaskan bahwa, berdasarkan keterangannya, dana tersebut diperuntukkan bagi kepentingan pembangunan desa dan merupakan pemberian sukarela dari para penambang, bukan pembayaran pribadi kepada kepala desa.

 

Klarifikasi tersebut disampaikan Arianto sebagai tanggapan atas munculnya informasi mengenai transfer dana ke rekening pribadinya yang kemudian dikaitkan dengan aktivitas pertambangan di wilayah Desa Bodi.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momentum Bersejarah, HMTI Institut Hasan Sulur Resmi Lahir dan Siap Bangun Jejaring Nasional
IJTI Sulsel Gelar Doa untuk 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Krakatau
PERBAIKAN JALAN HERTASNING MENELAN KORBAN JIWA, KETUA SAPMA PEMUDA PANCASILA KOTA MAKASSAR ANGKAT BICARA: DUGAAN PELANGGARAN K3
Langkah Sehat dan Ekonomi Bangkit: Jalan Santai & Bazar UMKM di Kompleks Anggrek Minasa Upa Disambut Antusias Warga
AMB Kecam Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Alkohol, Minta Newport Diboikot di Makassar  
Menteri LH Puji Progres TPA Tamangapa, Pemkot Makassar Dinilai Serius Benahi Sampah
Empat Tahun Membangun Budaya Pilah Sampah, Kini Kelurahan Baru Jadi Rujukan
Mandiri Kelola Sampah, Warga Karunrung Bergerak

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:07 WITA

Momentum Bersejarah, HMTI Institut Hasan Sulur Resmi Lahir dan Siap Bangun Jejaring Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 22:48 WITA

IJTI Sulsel Gelar Doa untuk 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Krakatau

Rabu, 2 September 2026 - 22:15 WITA

Kades Bodi Jelaskan Alasan Transfer Dana Desa Ke Rekening Pribadi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:07 WITA

PERBAIKAN JALAN HERTASNING MENELAN KORBAN JIWA, KETUA SAPMA PEMUDA PANCASILA KOTA MAKASSAR ANGKAT BICARA: DUGAAN PELANGGARAN K3

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:42 WITA

Langkah Sehat dan Ekonomi Bangkit: Jalan Santai & Bazar UMKM di Kompleks Anggrek Minasa Upa Disambut Antusias Warga

Berita Terbaru