KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Dorong Keberlanjutan Lima Program “Paccerakkang Berdaya”

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMUKATA.COM,MAKASSAR – KKN Non-Reguler Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Tahun 2026 melalui program “Paccerakkang Berdaya” tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, tetapi juga mendorong agar hasil program dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.

Lima program utama yang dijalankan, yakni pemilahan sampah, urban farming, budidaya ikan bioflok, pembuatan tempat sampah terpilah, dan pelatihan eco enzim, dirancang sebagai rangkaian yang saling berkaitan. Integrasi tersebut menghubungkan aspek kebersihan lingkungan, pemanfaatan sumber daya, pangan, serta peningkatan keterampilan masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa, Dr. Indrayani Nur, S.E., M.Si., dalam arah program menekankan bahwa keberlanjutan pemberdayaan tidak cukup hanya ditandai dengan selesainya pekerjaan fisik. Masyarakat perlu memahami alasan di balik setiap kegiatan, mampu menjalankan prosedur, serta memiliki ruang untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan dan sumber daya setempat.

Lima Program Dibangun sebagai Satu Ekosistem

Program “Paccerakkang Berdaya” menempatkan kelima kegiatan dalam satu alur yang saling mendukung. Pemilahan sampah menjadi langkah awal untuk mengurangi kontaminasi, sementara sebagian bahan organik yang sesuai dapat diarahkan untuk pengolahan lebih lanjut.

Fasilitas tempat sampah terpilah membantu menjaga kedisiplinan dalam pemisahan material. Di sisi lain, urban farming memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar memanfaatkan lahan secara produktif, sedangkan budidaya ikan bioflok memperkenalkan alternatif pembelajaran di bidang pangan.

Pelatihan eco enzim turut memperluas pilihan pengelolaan sampah organik. Dengan demikian, setiap program tidak berdiri sendiri, tetapi dihubungkan melalui alur material dan pembagian tanggung jawab yang tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Baca Juga :  KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Kembangkan Urban Farming melalui Program “Paccerakkang Berdaya”

Masyarakat Didorong Menjadi Pelaku Program

Pendekatan yang digunakan dalam keberlanjutan program adalah partisipatif. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima kegiatan, tetapi dilibatkan dalam proses menentukan kebutuhan, melaksanakan pekerjaan, melakukan perawatan, hingga mengevaluasi hasil.

Keterlibatan masyarakat dimulai sejak tahap observasi dan dialog. Kondisi lingkungan, sumber daya, risiko, kebiasaan, serta fasilitas yang telah tersedia menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun rencana kegiatan.

Seminar dan demonstrasi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan teknis dengan pengalaman warga. Materi disampaikan melalui contoh dan praktik agar masyarakat dapat memahami tujuan program sekaligus memberikan masukan terhadap pelaksanaannya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat program lebih mudah diterima karena keputusan dan tanggung jawab dibangun secara bersama.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberlanjutan

Keberlanjutan program juga membutuhkan pembagian peran yang jelas antara masyarakat, pemerintah kelurahan, mahasiswa, penyuluh, pengangkut, maupun mitra teknis. Masing-masing pihak memiliki kewenangan, pengetahuan, tenaga, jaringan, dan sumber daya yang berbeda.

Dalam skema tersebut, mahasiswa KKN berperan sebagai pemantik dan fasilitator, sementara pengelola lokal memiliki peran penting dalam menjalankan operasi harian. Dukungan kelembagaan dan mitra teknis diperlukan untuk memperkuat akses terhadap pengetahuan, jejaring, maupun pengembangan program.

Kolaborasi juga mempertimbangkan pengetahuan lokal masyarakat, seperti kondisi cuaca, kebiasaan penggunaan ruang, ketersediaan bahan, dan pola layanan. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan metode yang sesuai dengan kondisi setempat.

Baca Juga :  KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Hadirkan Program “Paccerakkang Berdaya”, Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumbernya

Evaluasi Tidak Berhenti pada Serah Terima

Evaluasi pelaksanaan KKN diarahkan untuk melihat perubahan yang terjadi, mulai dari pengetahuan, perilaku, penggunaan fasilitas, keterampilan teknis, kondisi lingkungan hingga partisipasi masyarakat.

Tim juga mendorong penggunaan indikator monitoring yang sederhana dan mudah dicatat. Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain frekuensi perawatan, kondisi wadah, kesalahan pemilahan, keberlangsungan tanaman, fungsi aerasi kolam, catatan pakan, serta keterlibatan pengelola.

Evaluasi menjadi bagian dari proses pembelajaran. Temuan positif maupun kendala dicatat untuk menjadi dasar perbaikan, sementara dampak jangka panjang tetap membutuhkan pengamatan setelah masa KKN selesai.

Menyiapkan Sistem agar Program Tetap Berjalan

Untuk menjaga keberlanjutan, program diarahkan pada penguatan kepemilikan lokal, manfaat yang dapat dirasakan, kemampuan teknis, sumber pembiayaan, jadwal perawatan, serta jejaring pendukung.

Serah terima juga tidak hanya berupa aset fisik. Pengetahuan, dokumen, daftar alat, kondisi terakhir, catatan permasalahan, kontak pendamping, serta pekerjaan lanjutan perlu disampaikan kepada pengelola agar proses tidak kembali dimulai dari awal.

Selain itu, dokumentasi kegiatan dapat menjadi memori kelembagaan bagi masyarakat, pemerintah kelurahan, maupun tim KKN berikutnya. Dokumentasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk mengembangkan kegiatan sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, rangkaian KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa melalui “Paccerakkang Berdaya” menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dari pemberdayaan. Kegiatan KKN tidak hanya berakhir pada penyelesaian program, tetapi diharapkan meninggalkan pengetahuan, keterampilan, sistem pengelolaan, serta pengalaman kolaborasi yang dapat terus dikembangkan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kumpulkan Alumni Tiga Provinsi, IKA ISMEI Sulselbartra Fokus Perkuat Ekonomi Daerah
KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Kembangkan Budidaya Ikan Bioflok melalui Program “Paccerakkang Berdaya”
KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Kembangkan Urban Farming melalui Program “Paccerakkang Berdaya”
KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Hadirkan Program “Paccerakkang Berdaya”, Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumbernya
KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Kembangkan Urban Farming melalui Program “Paccerakkang Berdaya”
Aktivitas Ekonomi di Pelabuhan Timur Menguat, Arus Penumpang Tembus 6 Juta
Dalton Makassar Tawarkan Paket Nikah Mulai Rp95 Ribu

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:32 WITA

Kumpulkan Alumni Tiga Provinsi, IKA ISMEI Sulselbartra Fokus Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 09:22 WITA

KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Kembangkan Budidaya Ikan Bioflok melalui Program “Paccerakkang Berdaya”

Kamis, 24 September 2026 - 09:19 WITA

KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Kembangkan Urban Farming melalui Program “Paccerakkang Berdaya”

Rabu, 23 September 2026 - 14:47 WITA

KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Hadirkan Program “Paccerakkang Berdaya”, Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumbernya

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WITA

KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Dorong Keberlanjutan Lima Program “Paccerakkang Berdaya”

Berita Terbaru

Pemerintahan

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 09:33 WITA