TEMUKATA.COM,MAKASSAR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Tahun 2026 kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui “Paccerakkang Berdaya” di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Salah satu program yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut adalah pembuatan kolam ikan dengan sistem bioflok. Program ini diperkenalkan sebagai alternatif budidaya ikan yang dapat diterapkan pada lahan terbatas sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai pengelolaan budidaya ikan secara terarah.

Sistem bioflok memanfaatkan komunitas mikroorganisme untuk mengolah senyawa nitrogen yang berasal dari sisa pakan dan metabolisme ikan menjadi agregat biologis. Sistem tersebut membutuhkan pengelolaan yang konsisten, khususnya dalam menjaga aerasi, kualitas air, pakan, dan kondisi ikan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersama masyarakat melakukan sejumlah tahapan, mulai dari menentukan lokasi, melakukan pengukuran, membangun rangka kolam, memasang pelapis, hingga menyiapkan sistem pipa dan aerasi.

Lokasi kolam dipilih dengan mempertimbangkan kestabilan permukaan, akses terhadap air dan listrik, keamanan, serta kemudahan dalam melakukan perawatan. Persiapan lokasi juga dilakukan dengan membersihkan benda tajam, akar, batu, dan material lain yang berpotensi merusak pelapis kolam.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa, Dr. Indrayani Nur, S.E., M.Si., menekankan bahwa penerapan bioflok perlu dipahami sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan. Pengelolaan kolam tidak hanya bergantung pada bentuk atau konstruksi kolam, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai aerasi, mikroorganisme, kualitas air, pakan, serta kondisi ikan.
Setelah konstruksi kolam selesai, mahasiswa melakukan penyiapan sistem pendukung, termasuk pemasangan pipa masuk dan pembuangan serta sistem aerasi. Aerasi menjadi salah satu komponen penting karena berfungsi menjaga ketersediaan oksigen sekaligus membantu pencampuran air di dalam kolam.

Tahap berikutnya adalah menyiapkan air dan membangun komunitas mikroba dalam sistem bioflok. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi air serta takaran bahan pendukung sesuai panduan teknis. Pencatatan dilakukan agar proses dapat dipantau dan dievaluasi secara konsisten.
Sebelum ikan ditebar, kesiapan kolam menjadi perhatian utama. Kondisi air, fungsi aerasi, kesehatan benih, penyesuaian suhu, kesiapan pengelola, serta ketersediaan pakan perlu diperiksa terlebih dahulu. Proses aklimatisasi dilakukan agar ikan dapat menyesuaikan diri dengan kondisi air sebelum penebaran.
Mahasiswa juga memberikan pembekalan kepada masyarakat mengenai pengelolaan pakan. Pakan menjadi salah satu komponen penting dalam budidaya karena selain mendukung pertumbuhan ikan, sisa pakan juga dapat menjadi sumber beban organik dalam sistem. Oleh karena itu, jumlah dan frekuensi pemberian pakan perlu disesuaikan dengan kondisi ikan dan respons makan.
Selain pemberian pakan, pemantauan kualitas air menjadi bagian dari kegiatan operasional. Parameter seperti suhu, pH, oksigen terlarut, bau, warna air, perilaku ikan, dan kondisi flok perlu diperhatikan secara berkala. Pencatatan sederhana dilakukan untuk membantu pengelola mengenali perubahan dan mengambil tindakan ketika terjadi penyimpangan.

Program ini juga memberikan pembelajaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam pengelolaan kolam. Gangguan aerasi, kebocoran, perubahan perilaku ikan, hujan, maupun masalah pakan perlu diantisipasi melalui pembagian peran dan prosedur penanganan yang jelas.
Melalui pembuatan kolam ikan bioflok, mahasiswa KKN tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat agar sistem tersebut dapat dikelola secara mandiri. Pembagian peran menjadi bagian penting agar operasional kolam dapat terus berjalan setelah program KKN selesai.
Keberlanjutan budidaya juga perlu memperhatikan biaya operasional, seperti kebutuhan pakan, listrik, benih, perawatan, serta pemanfaatan hasil panen. Pengembangan kapasitas budidaya dilakukan setelah sistem dasar dapat berjalan secara stabil dan terdokumentasi.
Melalui program “Paccerakkang Berdaya”, kegiatan budidaya ikan bioflok menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang menggabungkan pembangunan sarana, transfer pengetahuan, praktik langsung, dan pembagian peran bersama masyarakat.
Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus membuka peluang pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan budidaya ikan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan sesuai kemampuan dan sumber daya masyarakat Kelurahan Paccerakkang.
Dosen Pembimbing Lapangan:
Dr. Indrayani Nur, S.E., M.Si.
KKN Non-Reguler Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Tahun 2026
Program: “Paccerakkang Berdaya”
Kegiatan: Pembuatan Kolam Ikan Bioflok
Lokasi: Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar








