TEMUKATA.COM,MAKASSAR — Satu hari berselang sejak pengunduran diri Munafri Arifuddin dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Kota Makassar, 5 Oktober 2026, gelombang perubahan mulai terasa di tubuh partai berlambang pohon beringin. Kelompok muda di lingkungan partai kini secara terbuka mendesak peralihan tampuk kepemimpinan ke tangan generasi milenial.
Salah satu nama yang paling banyak disebut dan didorong ke permukaan adalah Andi Nurhaldin NH. Ia kini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Sulawesi Selatan.
*Daya tarik suara baru*
Dorongan ini bukan sekadar pergantian nama di kursi pimpinan. Munculnya sosok Andi Nurhaldin NH membawa harapan akan wajah kepemimpinan yang segar, berbeda dari pola lama yang kerap didominasi tokoh-tokoh mapan. Sebagai tokoh organisasi kepemudaan, ia dipandang memiliki akses langsung ke lapisan pemilih pemula—kelompok yang jumlahnya terus bertambah dan menjadi penentu kemenangan di panggung politik masa depan.
Potensi mendulang dukungan dari kalangan muda sangat terbuka. Pemilih pemula tidak mencari sekadar nama besar atau warisan kekuasaan, melainkan gagasan, ketegasan sikap, dan kesamaan pengalaman hidup. Andi Nurhaldin NH lahir dari ranah pergerakan pemuda, bukan sekadar pewaris kursi. Hal ini menjadikannya sosok yang dapat menyentuh akar kerinduan generasi muda akan wakil yang benar-benar memahami aspirasi mereka.
*Daya gerak yang progresif*
Lebih dari sekadar wajah baru, yang diharapkan adalah perubahan irama kepemimpinan. AMPI di bawah kepemimpinannya dikenal bergerak lincah, responsif, dan tidak kaku dalam menyikapi persoalan kekinian. Jika semangat itu dibawa ke struktur DPD Golkar Makassar, partai berpotensi lebih lincah merespons isu-isu yang menyentuh masyarakat luas—dari lapangan pekerjaan, pemberdayaan ekonomi warga, hingga tata kelola kota yang transparan.
*Daya gerak progresif*
Gerak progresif seperti ini menjadi modal penting: Golkar tidak bisa lagi hanya berdiri di atas kemapanan masa lalu, melainkan harus membuktikan relevansinya di masa kini. Kepemimpinan milenial yang diwakili Andi Nurhaldin NH dipandang mampu menjembatani partai dengan dinamika masyarakat yang semakin terbuka, kritis, dan menuntut perubahan nyata.
*Persimpangan jalan*
Nama Munafri Arifuddin kini telah lepas dari kursi pimpinan. Ruang kosong yang ditinggalkan bukan sekadar lowongan jabatan, melainkan peluang bagi Golkar Makassar untuk menentukan arah: tetap berjalan di jalur yang lama, atau berani melangkah menyerahkan kepemimpinan kepada mereka yang lahir dan tumbuh di zaman yang berbeda.
Dorongan dari kalangan muda ini adalah sinyal tak terelakkan: perubahan sudah di depan mata. Tinggal bagaimana para pengambil keputusan di tingkat atas menyikapi seruan yang datang dari bawah—dari mereka yang kelak akan menjadi penentu nasib partai ini.








