MAKASSAR, Temukata.com — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sulawesi Selatan melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi ke Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan di Jalan Botolempangan No. 48, Kota Makassar, pada Senin (27/7/2026).
Pertemuan strategis antarlembaga ini digelar untuk membahas peluang kolaborasi konkret dalam memperkuat literasi digital, tata kelola penyiaran, serta pengembangan karya perfilman. Upaya bersama ini ditujukan guna meningkatkan kualitas informasi publik sekaligus membendung derasnya laju penyebaran disinformasi dan berita bohong (hoax) di tengah masyarakat.
Langkah kolaboratif ini menjadi sangat krusial mengingat pesatnya akselerasi teknologi informasi yang kerap tidak diimbangi dengan tingkat kecakapan bermedia yang memadai di tingkat tapak. Berdasarkan kajian literasi digital nasional, penetrasi internet yang tinggi memerlukan pengawalan ketat pada aspek pemahaman kritis masyarakat terhadap arus informasi. Dalam konteks ini, kelompok pemuda dinilai memegang peranan pivotal sebagai agen perubahan yang mampu mengarahkan dinamika ruang digital agar tetap kondusif, cerdas, produktif, dan bertanggung jawab.
Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, menegaskan pentingnya pemanfaatan media secara bijak melalui edukasi berkelanjutan yang menyasar kelompok muda. Ia mengungkapkan bahwa sinergi bersama KPID Sulsel dirancang untuk memperluas jangkauan edukasi literasi media hingga ke pelosok daerah, sehingga menciptakan benteng pertahanan sosial terhadap paparan informasi palsu. Vonny menekankan bahwa pemuda harus berada di garis terdepan dalam merawat iklim komunikasi publik agar senantiasa sehat dan bebas dari provokasi yang merugikan.
Menyambung hal tersebut, Ketua Bidang Penyiaran dan Perfilman DPD KNPI Sulsel, Aditya Djohary, menyampaikan kesiapan bidangnya untuk menjadi motor penggerak berbagai agenda teknis di lapangan. Menurutnya, media penyiaran dan karya audio-visual seperti film bukan sekadar media hiburan semata, melainkan instrumen edukasi publik yang sangat ampuh dalam membentuk karakter bangsa serta mengasah daya kritis masyarakat. Pihaknya telah merancang serangkaian program kerja interaktif, seperti pelatihan literasi digital, workshop teknik penyiaran, diskusi sinema edukatif, hingga kampanye publik masif berbasis media sosial.
Inisiatif penguatan literasi digital yang diprakarsai oleh KNPI Sulsel ini mendapat sambutan hangat dari pihak regulator penyiaran daerah. Ketua KPID Sulawesi Selatan, Dr. Irwan Ade Sahputra, menilai bahwa keterlibatan aktif organisasi kepemudaan merupakan angin segar dalam membangun ekosistem penyiaran yang berkualitas dan beretika. Menurut Irwan, tantangan pengawasan media saat ini tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga regulator, melainkan membutuhkan partisipasi kolektif dari pemuda yang memiliki kedekatan intensif dengan teknologi dan media sosial.
Dampak jangka panjang dari audiensi ini diharapkan mampu melahirkan nota kesepahaman dan program kerja nyata yang berkelanjutan antara kedua belah pihak. Melalui serangkaian program pelatihan, sosialisasi, dan edukasi publik yang terencana, para pemuda di Sulawesi Selatan diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi juga mampu memilah, memverifikasi, serta memproduksi konten-konten positif yang mencerahkan.
Pertemuan dinamis ini turut dihadiri oleh jajaran Komisioner KPID Sulsel, di antaranya Hamka Dg. Lau, Abdi Rahmat, Nasruddin, dan Poppy Trisnawati, yang didampingi oleh jajaran pengurus harian DPD KNPI Sulawesi Selatan.
Kegiatan penutup audiensi ditandai dengan komitmen bersama untuk segera merumuskan langkah teknis implementasi program demi mewujudkan ekosistem informasi daerah yang sehat, kondusif, dan tepercaya.








