TEMUKATA.COM, MAKASSAR – Jelang aksi unjuk rasa yang dikhawatirkan memicu kerusuhan berulang, Polda Sulawesi Selatan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan di Kota Makassar.
Sebanyak 1.425 personel gabungan TNI-Polri disiagakan. Kesiapan pasukan ditandai dengan apel di bawah Jembatan Flyover Makassar.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan, kepolisian tidak akan menghalangi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, hak tersebut tetap harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
“kebebasan menyampaikan pendapat itu adalah wajib kita jaga, wajib kita kawal ketika berada pada aturan-aturan yang ada,” kata Djuhandhani saat ditemui usai apel persiapan pasukan di Flyover Makassar, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan, polisi akan mengambil tindakan jika penyampaian aspirasi sudah melanggar aturan.
“namun, kalau sudah melanggar aturan, tentu saja kita akan melakukan upaya-upaya pencegahan hingga penegakan hukum,” tegasnya.
Djuhandhani menyebut pengamanan tidak hanya berfokus pada peserta aksi. Personel juga dikerahkan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Mulai dari kelancaran lalu lintas, aktivitas perekonomian, hingga akses ke fasilitas umum menjadi perhatian aparat.
“ketika menyampaikan pendapat, kita harus melihat ada hak-hak orang lain yang juga harus dijaga,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat yang tidak terlibat aksi tetap harus mendapatkan rasa aman dan akses pelayanan publik tanpa hambatan.
“kita menjaga agar lalu lintas tetap berjalan, perekonomian berjalan, masyarakat pengemudi ojek online tidak terganggu, serta masyarakat yang menggunakan fasilitas umum seperti orang sakit bisa diantar dengan lancar,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga terus dilakukan.
Kapolda mengatakan koordinasi turut melibatkan Kodam, DPRD, serta sejumlah instansi terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“tni, polri, dan pemerintah daerah setiap hari siap. tugas kita adalah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan aparat tidak hanya dilakukan ketika ada aksi unjuk rasa.
“ada demo maupun tidak ada demo, kita selalu siap menjaga situasi yang kondusif di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.








