TEMUKATA.COM, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mengirim bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberangkatkan melalui Pelabuhan Makassar menggunakan KM Gunung Dempo.
Pengiriman bantuan dilakukan pada Jumat (21/8/2026), sebagai respons terhadap gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) kemarin.
Manager Operasi dan Teknik Pelindo Regional 4 Makassar, Burhanuddin, mengatakan Pelindo memberikan dukungan operasional untuk memastikan proses pemuatan bantuan berjalan lancar.
“Pelindo memberikan dukungan operasional agar bantuan dapat segera diberangkatkan menuju wilayah terdampak,” kata Burhanuddin, saat konferensi pers di Pelabuhan Makassar, Jumat (21/8/2026).
“Ini merupakan bagian dari upaya kami memastikan proses penanganan dan pemuatan bantuan di pelabuhan berjalan lancar, aman, dan tepat waktu,” lanjutnya.
Menurut Burhanuddin, kelancaran distribusi logistik menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kondisi darurat pascabencana.
“Dalam kondisi darurat, kelancaran arus logistik menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan bencana,” ujarnya.
Selain mengirimkan bantuan, Pelindo juga membuka Posko Bantuan Bencana NTT di kawasan Pelabuhan Makassar. Posko tersebut berada di Terminal Penumpang 2 dan menjadi tempat penghimpunan bantuan dari masyarakat.
“Posko ini kami buka sebagai ruang bagi masyarakat untuk ikut menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” katanya.
Burhanuddin mengatakan bantuan yang terkumpul nantinya akan diangkut menggunakan armada Pelni untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat menyerahkannya melalui Posko Bantuan Bencana NTT di Terminal Penumpang 2 Pelabuhan Makassar,” ujarnya.
“Selanjutnya bantuan tersebut akan kami dukung proses pengirimannya menggunakan armada PT Pelni untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak,” sambung Burhanuddin.
Dia berharap partisipasi masyarakat dapat terus mengalir untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban gempa.
“Kami berharap semangat gotong royong ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan dukungan moral kepada saudara-saudara kita di NTT,” tuturnya.
Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Sinergi Pelindo dan Pelni menunjukkan bahwa konektivitas laut tidak hanya memiliki fungsi ekonomi, tetapi juga memegang peran strategis dalam misi kemanusiaan,” kata Rinto.
Menurutnya, jaringan transportasi laut memiliki peran penting dalam mendukung distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak bencana.
“Melalui konektivitas laut, distribusi bantuan dapat didukung agar lebih cepat dan terkoordinasi, khususnya menuju wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.
Rinto mengatakan kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antar-BUMN dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Langkah ini sejalan dengan semangat transformasi dan penguatan kolaborasi BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Makassar, Ridwan Mandaliko, mengatakan KM Gunung Dempo digunakan untuk mendukung pengiriman bantuan menuju wilayah NTT.
“KM Gunung Dempo menjadi bagian dari dukungan transportasi laut untuk mempercepat pengiriman bantuan menuju NTT,” ujar Ridwan.
Dia memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pelindo dan sejumlah pemangku kepentingan selama proses pengiriman bantuan.
“Kami berkoordinasi dengan Pelindo dan seluruh pemangku kepentingan agar bantuan mendapatkan penanganan yang baik serta dapat diangkut dengan aman,” katanya.
Ridwan menegaskan Pelni siap mendukung distribusi logistik kemanusiaan melalui jaringan pelayaran nasional.
“Pelni berkomitmen mendukung kelancaran distribusi logistik kemanusiaan melalui jaringan pelayaran nasional,” tegasnya.
Dukungan terhadap pengiriman bantuan juga diberikan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar.
Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan KSOP Utama Makassar, Jusmin, mengatakan pihaknya memastikan proses pemuatan dan keberangkatan kapal tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Kami mendukung penyaluran bantuan ini dengan memastikan proses pemuatan dan keberangkatan kapal memenuhi ketentuan keselamatan serta keamanan pelayaran,” kata Jusmin.
Menurutnya, koordinasi seluruh pihak menjadi kunci agar pengiriman bantuan berjalan tanpa kendala.
“Koordinasi seluruh pihak sangat diperlukan agar pengiriman bantuan berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.
Jusmin berharap bantuan yang dikirim melalui jalur laut tersebut dapat segera diterima masyarakat yang terdampak gempa.
“Kami berharap bantuan ini segera sampai dan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di NTT,” pungkasnya.








