MAKASSAR – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar meraih penghargaan internasional kategori Bintang 4 (Gold) pada ajang World Safety Organization Indonesia Safety Culture Awards (WISCA) 2026 di Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan kepada PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atas penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan operasional bandara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan penghargaan itu menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga budaya keselamatan kerja.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja secara konsisten,” ujar Ruly dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, budaya K3 tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, tetapi juga seluruh insan bandara dan mitra kerja yang terlibat dalam operasional sehari-hari.
“Budaya K3 merupakan tanggung jawab bersama yang dibangun melalui kolaborasi seluruh insan bandara, baik manajemen, pegawai, maupun mitra kerja,” katanya.
Penghargaan tersebut diterima pada Jumat (8/5) setelah melalui proses penilaian yang mencakup administrasi, pengukuran safety culture, verifikasi hingga penjurian sejak awal tahun 2026.
Dalam penilaian WISCA 2026, Bandara Sultan Hasanuddin dinilai berhasil menjalankan Safety Culture Program untuk mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di area operasional bandara.
Ruly berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja di Bandara Sultan Hasanuddin.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi semangat bagi seluruh pegawai untuk terus menjaga K3 yang optimal,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan perbaikan berkelanjutan yang tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja.
“Serta menghadirkan inovasi dan perbaikan yang mengedepankan aspek keselamatan kerja,” tambahnya.
Selain menerima penghargaan, Bandara Sultan Hasanuddin juga melakukan pengukuran tingkat maturity level budaya K3 bersama Universitas Hasanuddin menggunakan metode ECAST Framework di industri penerbangan.
Hasil pengukuran menunjukkan nilai 222 atau berada pada level 5 (Generative), yang menandakan implementasi budaya keselamatan kerja di Bandara Sultan Hasanuddin telah berjalan optimal dan berkelanjutan.






