Pelantikan 500 pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Daerah Sulawesi Selatan pada Minggu (10/5/2026) tidak hanya mencetak sejarah baru, tetapi juga menjadi ajang pembuktian keabsahan struktur kepengurusan di bawah kepemimpinan Ketua Vonny.
Di hadapan ratusan pengurus inti yang mewakili 24 kabupaten/kota se-Sulsel, Vonny merespons isu keberadaan pihak-pihak di luar struktur yang mengatasnamakan KNPI. Ia menanggapi hal tersebut dengan gaya bahasa yang halus, elegan, namun sarat akan makna politik yang tegas.
Menurutnya, legalitas sebuah organisasi tidak perlu diperdebatkan dengan keras, melainkan cukup dibuktikan melalui proses, kelengkapan struktur, dan restu dari pimpinan tertinggi.
“Kita paham, di perjalanan gerakan pemuda, kadang muncul nama-nama atau kelompok yang merasa dan mengaku mewakili nama besar organisasi ini. Mari kita anggap itu tanda semangat KNPI memang indah dan diinginkan banyak pihak. Namun biarlah publik dan sejarah yang menilai: mana yang lahir dari proses lengkap, mana yang membawa aspirasi nyata 24 kabupaten kota, mana yang didukung 500 pengurus, dan mana yang dikukuhkan langsung oleh tiga Ketua DPP KNPI sekaligus seperti yang kita saksikan hari ini. Kita tidak menolak keberadaan siapa pun, namun kita percaya: keabsahan tidak perlu diteriakkan keras-keras, ia sudah tertulis jelas dalam proses, struktur, dan restu induk organisasi tertinggi. Biarlah mereka berjalan dengan pemahaman masing-masing, namun kami berdiri kokoh di atas landasan yang pasti, sah, dan diakui seluruh elemen pemuda,” urai Vonny.
Pernyataan tegas tersebut didukung oleh fakta sejarah yang tercipta pada hari itu. Untuk pertama kalinya di Indonesia, pelantikan di tingkat daerah dihadiri dan dikukuhkan langsung oleh tiga orang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI secara bersamaan dalam satu forum.
Momen langka ini menjadi legitimasi mutlak yang disyukuri oleh Vonny sebagai sebuah kehormatan luar biasa.
“Pelantikan kami ini, menurut saya, sangat bersejarah. Insyaallah kalau saya tidak keliru, ini yang pertama kali terjadi di seluruh Indonesia: Sulawesi Selatan mendapat kehormatan tertinggi, dikukuhkan dan disaksikan langsung oleh tiga Ketua DPP KNPI sekaligus dalam satu acara pelantikan. Jujur, saya sendiri tak pernah membayangkan momen indah ini bisa terjadi, namun Alhamdulillah, hari ini kenyataan itu ada di depan mata kita semua,” ujarnya disambut tepuk tangan gemuruh.
Lebih dari sekadar euforia legalitas, Vonny menganggap kehadiran para petinggi DPP sebagai tanggung jawab besar untuk menunjukkan kinerja nyata dari struktur kepengurusannya yang mencakup 3 Ketua Harian, 10 Wakil Ketua, dan ratusan pengurus lainnya.
“Ini penghormatan tertinggi bagi Sulsel, sekaligus beban kehormatan yang berat. Ini membuktikan kami harus lebih siap, lebih kuat, lebih bekerja keras lagi. Karena hari ini, di pundak kami semua, terukir sejarah baru yang tak terhapuskan. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua DPP KNPI dan seluruh pimpinan pusat yang berkenan hadir, bersatu, dan mengukuhkan kami—ini bukti nyata bahwa KNPI Sulsel diakui, sah, dan menjadi rujukan persatuan,” tambahnya.
Alih-alih terjebak dalam pusaran konflik organisasi, Vonny lebih memilih untuk merangkul seluruh pihak dan menjahit kembali persatuan pemuda demi memajukan daerah.
“Saya mengajak seluruh pemuda Sulawesi Selatan: mari majukan kepemudaan kita bukan untuk diri sendiri, bukan untuk kekuasaan semata. Atas nama saya dan seluruh pengurus, saya berjanji: saya siap menjahit kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus atau renggang di luar kepengurusan kami, semua kita arahkan ke satu tujuan: Pemuda Indonesia bersatu, KNPI makin maju, Indonesia berjaya,” tegasnya.
Sebagai penutup komitmennya, Vonny memastikan bahwa gerbong besar KNPI Sulsel ini siap bekerja nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar berwacana.
“Dengan kekuatan luar biasa 500 orang ini, kami siap mewakafkan seluruh jiwa, raga, tenaga dan pikiran kami demi memajukan Sulawesi Selatan dan seluruh 24 kabupaten kota di bawah kepemimpinan kami. Kami hadir bukan berdebat, tapi berkarya; bukan memecah belah, tapi menyatukan segala potensi demi kejayaan bersama,” pungkas Vonny.






