Tuai Pro Kontra, Film Dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ Soroti Konflik Agraria Papua

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – Film dokumenter investigatif terbaru bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” resmi memantik diskusi hangat sekaligus gelombang pro-kontra di tengah masyarakat. Film berdurasi 95 menit garapan sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini secara berani menyoroti krisis ekologis, deforestasi masif, serta benturan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan hak ulayat masyarakat adat di Papua Selatan.

Diproduksi atas kolaborasi kolektif
Jubi Media,
Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia, film ini merekam realitas di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. “Pesta Babi” menangkap perjuangan suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu dalam mempertahankan hutan adat mereka dari proyek mega-industri sawit, tebu, hingga ketahanan pangan (food estate).

Baca Juga :  Vonny Ameliani Suardi Akan Dilantik, Karangan Bunga Ucapan Selamat Membanjiri Area Pelantikan

Judul “Pesta Babi” sendiri diambil sebagai metafora dari tradisi budaya Awon Atatbon milik suku Muyu yang sangat bergantung pada kelestarian alam. Ketika hutan mereka digusur oleh ekskavator industri, identitas budaya dan kehormatan masyarakat adat ikut terancam punah.

Gelombang Pembubaran Nobar vs Penegasan Pemerintah Seiring penayangannya via metode mandiri (Nonton Bareng/Nobar), film ini menghadapi resistensi di sejumlah daerah. Koalisi Masyarakat Sipil mencatat adanya rentetan intimidasi dan pembubaran paksa kegiatan diskusi publik, seperti yang sempat terjadi di Kota Ternate, Universitas Mataram, hingga Universitas Riau. Pihak yang kontra menilai film ini mengusung narasi yang terlalu provokatif dan berpotensi memicu polarisasi politik.

Merespons riuh tersebut, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak pernah melarang pemutaran film Pesta Babi. Menurutnya, insiden di beberapa universitas murni akibat kendala prosedur administratif lokal, bukan instruksi pencekalan terpusat.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Sulsel Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bareng Warga di Makassar

“Biarkan saja masyarakat menonton, lalu silakan gelar diskusi dan debat. Kritik seperti ini wajar dalam demokrasi, dan pemerintah bisa mengambil pelajaran untuk mengevaluasi kebijakan di lapangan,” ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya.

Distribusi film dilakukan secara terbatas demi menjaga target audiens dan ruang diskusi yang sehat. Masyarakat dapat menyelenggarakan penayangan mandiri secara legal melalui jaringan
Ekspedisi Indonesia Baru dengan syarat minimal peserta 10 orang dan mendaftarkan kegiatan tersebut di media sosial menggunakan tagar #PestaBabi.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ilham Arif Sirajuddin Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Ketua DPD I Golkar Sulsel
Ari Ashari Ilham Dukung Penuh Kesiapsiagaan Bencana, Makassar Dorong Sistem Tangguh
Kawal Program Astacita, Relawan EMUD Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Pembangunan
Di Bawah Binaan Sukma Rannu, Fitri Makassar dan Inayah Gowa Lolos ke D’Academy 8 Indosiar
Dapat Dukungan DPD AMPI Sulsel, IAS Makin kokoh di Golkar Sulsel
Surat DPP Terbit, Sekretaris SC Pastikan Musda XI Golkar Sulsel Digelar 18 Juli
Total 22 Rekomendasi, IAS Makin Kuat Pimpin Golkar Sulsel
Genjot Legalitas UMKM, Pemkab Bulukumba Tempatkan Tenaga Pendamping Perizinan di 10 Kecamatan

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:06 WITA

Ilham Arif Sirajuddin Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Ketua DPD I Golkar Sulsel

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:37 WITA

Ari Ashari Ilham Dukung Penuh Kesiapsiagaan Bencana, Makassar Dorong Sistem Tangguh

Senin, 13 Juli 2026 - 15:47 WITA

Kawal Program Astacita, Relawan EMUD Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Pembangunan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:18 WITA

Di Bawah Binaan Sukma Rannu, Fitri Makassar dan Inayah Gowa Lolos ke D’Academy 8 Indosiar

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:46 WITA

Dapat Dukungan DPD AMPI Sulsel, IAS Makin kokoh di Golkar Sulsel

Berita Terbaru