Dari Sampah Menjadi Cerita, Dari Cerita Menjadi Karya: Mahasiswa PPG UMS Rappang Dorong Literasi Hijau di SMPN 1 Watang Pulu

Avatar photo

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMUKATA.COM.,SIDRAP. — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menginisiasi gerakan edukatif bertajuk “Green Literature: Gerakan Mengubah Sampah Menjadi Cerita melalui Scrapbook Edukatif” di SMP Negeri 1 Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Program ini mengajak sebanyak 47 siswa-siswi untuk mengolah sampah non-organik di lingkungan sekolah menjadi karya seni media scrapbook yang bernilai estetis dan edukatif.

 

Inisiatif ini berawal dari potensi sampah bekas aktivitas kebersihan rutin sekolah yang selama ini belum terkelola secara optimal. Melalui proyek ini, limbah kertas, majalah lama, hingga bungkus makanan disulap menjadi wadah kreativitas sastra yang memuat puisi, pantun, cerita pendek (cerpen), serta pesan-pesan bijak warisan leluhur (pappaseng).

 

Koordinator Kegiatan, Muhammad Irsyad Hidayat, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Proyek Kepemimpinan PPG yang dijalankan oleh Kelompok 6 beranggotakan sembilan mahasiswa. Setiap anggota memiliki peran terstruktur dalam mendampingi para peserta memilah sampah dan merangkai ide.

Baca Juga :  Tak Ada Lagi Alasan Ekonomi, Beasiswa Universitas Famika Siap Bantu Pemuda Bontoala Kuliah

 

Dukungan penuh disampaikan oleh pihak sekolah. Fatmawaty Saad Sikir, S.Pd., M.Pd., selaku guru Bahasa Indonesia, berharap para peserta tidak sekadar hadir formalitas, melainkan benar-benar menuangkan gagasan dan kreativitas terbaik mereka ke dalam lembaran karya.

 

Kepala SMPN 1 Watang Pulu, Aris, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi tinggi inisiatif yang dinilainya sangat relevan dengan program penguatan karakter sekolah.

 

“Kegiatan Green Literature ini sangat positif, kreatif, dan edukatif. Tidak hanya mengajarkan kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan sampah, tetapi juga mengasah literasi, kolaborasi, dan keterampilan siswa mengolah ide menjadi karya bernilai estetis. Proyek ini sangat mendukung program literasi serta penumbuhan karakter cinta kebersihan di sekolah kami,” ujar Pak Aris.

Baca Juga :  Menyiapkan Langkah Strategis KNPI Bontoala buat terobosan Pemuda dan Dorong Pemerintah Perkuat Peran Kepemudaan

 

Ketua Prodi PPG UMS Rappang sekaligus Dosen Team Teaching, Dr. Nurzin R. Kasau, menegaskan pentingnya program ini dalam menjawab tantangan zaman, khususnya rendahnya minat baca dan peningkatan volume sampah.

 

“Dua masalah ini memiliki benang merah yang sama: kurangnya kesadaran akan nilai-nilai kehidupan. Melalui Green Literature, kita menjawab tantangan tersebut secara menyenangkan. Kertas bekas atau bungkus makanan yang ditemui sehari-hari dapat disulap menjadi scrapbook yang indah. Satu lembar scrapbook dari sampah adalah satu langkah menyelamatkan bumi, dan satu cerita yang ditulis adalah percikan semangat literasi untuk masa depan bangsa,” ungkap Dr. Nurzin.

 

Melalui sinergi antara akademisi, pendidik, dan siswa ini, gerakan Green Literature diharapkan terus memantik kesadaran peduli lingkungan sekaligus menumbuhkan minat literasi generasi muda.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama
Mantan Sekretaris PSI Makassar Ikuti Langkah APPI ke Demokrat
Matador kecam narasi tawuran kapolrestabes makassar: jangan kaburkan kematian akmal, kadispora juga harus dievaluasi!
Hanura Makassar Bidik satu kursi Fraksi, Irmawati Sila Optimis Raih 5 Kursi
HUT TNI ke-81, Yonif 725/Woroagi Makan Bersama Warga Papua
Usai Putusan MK Soal Syarat Pendidikan, Aktivis Pemuda Serukan semua Sekolah Turunkan Foto Gibran 
Munafri Arifuddin Mundur, Suara Muda Golkar Makassar Menggema: Andi Nurhaldin NH Didorong Pimpin Partai Golkar Makassar*   
Polemik THM MYE Makassar, Ketum Matador : Jangankan Penjara, Nyawapun ku pertaruhkan untuk Agamaku ! LGBT Haram di tanah Daeng 

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:03 WITA

Mantan Sekretaris PSI Makassar Ikuti Langkah APPI ke Demokrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:42 WITA

Matador kecam narasi tawuran kapolrestabes makassar: jangan kaburkan kematian akmal, kadispora juga harus dievaluasi!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:49 WITA

Hanura Makassar Bidik satu kursi Fraksi, Irmawati Sila Optimis Raih 5 Kursi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:12 WITA

HUT TNI ke-81, Yonif 725/Woroagi Makan Bersama Warga Papua

Berita Terbaru