Semarak Satu Dekade MAPASKA, Menjaga Rindu pada Alam dan Kebudayaan Kajang lewat Mannanro Nakku’

Avatar photo

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 19:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarak Satu Dekade MAPASKA, Menjaga Rindu pada Alam dan Kebudayaan Kajang lewat Mannanro Nakku' - Foto: Ist

Semarak Satu Dekade MAPASKA, Menjaga Rindu pada Alam dan Kebudayaan Kajang lewat Mannanro Nakku' - Foto: Ist

Temukata.com, Bulukumba – Bagi masyarakat Kajang, alam dan kebudayaan bukanlah dua hal yang berdiri sendiri, melainkan filosofi hidup yang saling menopang. Spirit inilah yang terus dihidupkan oleh Mahasiswa Pemerhati Alam dan Seni Budaya Kajang (MAPASKA) melalui perhelatan Wisata Alam dan Budaya: Mannanro Nakku Vol. 1 yang berlangsung meriah pada Sabtu dan Minggu (25–26 Juli 2026).

Berpusat di Pantai Ujung Cinta, Desa Lolisang, dan Kawasan Adat Ammatoa, Desa Tanah Towa, perhelatan ini menjadi penanda kado istimewa bagi perjalanan satu dekade MAPASKA dalam mengawal kelestarian tradisi dan lingkungan lokal.

Suasana sakral langsung terasa sejak Sabtu pagi saat penyambutan peserta diiringi tradisi Anggaru dan indahnya Tari Tope Le’leng, sebelum acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Lolisang.

Pesisir pantai yang riuh oleh angin laut mendadak menjelma menjadi ruang diskusi yang hangat lewat Bincang Sastra dan Seminar Kebudayaan. Tiga narasumber—Wahidin, S.Pd., Andi Syarifuddin, dan Asriandi—mengupas tuntas kearifan lokal Kajang di hadapan para peserta.

Baca Juga :  MHM 2026 Beri Dampak Ekonomi Signifikan, Peserta Ditarget 15 Ribu Tahun Depan

Tak berhenti pada wacana, pengunjung disuguhi pameran artefak tradisional, pakaian adat, galeri fotografi, hingga aroma harum penganan khas Dumpi Eja dan Ruhu’-ruhu’ yang memikat. Kemeriahan kian terasa saat generasi muda memainkan kembali permainan tradisional Akkarena, sementara para siswa SMA antusias mengikuti pelatihan dasar Single Rope Technique (SRT) dari instruktur MAPASKA.

Memasuki malam hari, panggung kesenian membakar semangat lewat atraksi Tari Pabbitte Passappu, alunan syahdu alat musik Basing, tuturan sastra lisan Sinrilik oleh Arif Dg Rate, serta pementasan Rupama oleh Rusli Mallatong. Suasana haru dan syukur menyelimuti lokasi saat pemotongan tumpeng menandai puncak perayaan Milad ke-10 MAPASKA, yang dilanjutkan dengan panggung ekspresi bebas.

Ketua Umum MAPASKA, Awaluddin Nur, menegaskan bahwa acara ini lahir dari ikhtiar merawat ingatan kolektif. “Mannanro Nakku membawa spirit merawat rasa rindu: rindu akan alam yang lestari dan rindu akan akar budaya yang selaras dengan nilai-nilai Pasapasang ri Kajang,” ungkap Awaluddin.

Ia menambahkan bahwa di momentum satu dekade ini, MAPASKA ingin menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi garda terdepan melalui gerakan berkelanjutan yang menyalakan api kesadaran generasi muda, bukan sekadar seremoni belaka.

Dampak positif kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat dan pegiat budaya lokal seperti Rusli Mallatong, yang menilai paduan seni dan aksi lingkungan ini sangat relevan dengan pesan leluhur Kajang: ‘Jagai linoa nanajaga tokki’ yang berarti jagalah alam agar alam menjagamu.

Pesan moral tersebut dibuktikan secara konkret pada hari kedua, Minggu (26/7), saat rombongan peserta bergerak ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang untuk melangsungkan aksi bersih lingkungan dan ziarah budaya. Sebagai penutup perjalanan, seluruh panitia dan peserta kembali ke Pantai Ujung Cinta untuk menanam bibit pohon mangrove di sepanjang pesisir. Aksi nyata ini digelar sekaligus untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 Juli, di mana Ketua Panitia Pelaksana, Reski, berharap jejak kecil ini mampu memperkuat pemahaman pemuda tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara batas adat dan kelestarian ekosistem pesisir.

Penulis : Arman Bassar

Editor : Arman Bassara

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sulsel Siagakan 1.425 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa
Pelindo-Pelni Gerak Cepat Kirim Bantuan Gempa NTT dari Makassar
Wali Kota Makassar Pimpin Gladi Bersih Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Karebosi
MHM 2026 Beri Dampak Ekonomi Signifikan, Peserta Ditarget 15 Ribu Tahun Depan
12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, 3 Dirawat
Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Libatkan Seluruh Kelompok, Kini Jadi Percontohan
Rumah Ingatan, Ketika Para Seniman Membayangkan Makassar sebagai Panggung Bersama
Wujudkan Kesejahteraan Inklusif, PLN UP Punagaya Gelar CSR Derma Nusantara 2026

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:16 WITA

Polda Sulsel Siagakan 1.425 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Pelindo-Pelni Gerak Cepat Kirim Bantuan Gempa NTT dari Makassar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:46 WITA

Wali Kota Makassar Pimpin Gladi Bersih Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Karebosi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:49 WITA

MHM 2026 Beri Dampak Ekonomi Signifikan, Peserta Ditarget 15 Ribu Tahun Depan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:29 WITA

12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, 3 Dirawat

Berita Terbaru