Gema Tanpa Kata, Cara Unik Teman Tuli di Makassar Ekspresikan Diri Lewat Nada

Avatar photo

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 23:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seni Milik Semua: Gempata Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Bersuara. (Foto: Ist)

Seni Milik Semua: Gempata Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Bersuara. (Foto: Ist)

Temukata.com, MakassarGedung Kesenian Societat de Harmonie menjadi saksi pentas seni yang tidak biasa, pertunjukan paduan suara disabilitas tuli. Kegiatan yang disebut Gempata (Gema Tanpa Kata) ini terselenggarakan pada sabtu malam (13/6) kemarin, dimana 15 ‘teman tuli’ menampilkan pertunjukan paduan suara. Sontak kegiatan ini membuat penonton penasaran sejak awal, nyaris tak ada kursi kosong tersisa.

Ide kegiatan ini berawal dari gagasan bahwa Disabilitas Tuli tidak berarti tidak punya suara, mereka bisa saja dilatih untuk bernyanyi, tentu dengan caranya sendiri.

Ide ini kemudian yang mengilhami para seniman yang berasal dari akademisi dua kampus, yakni Institut Kesenian Makassar dan Institut Seni Budaya Indonesia Sulsel untuk menyelenggarakan kegiatan ini, dan tentunya berkat pendanaan dari Dana Abadi Indonesiana.

Baca Juga :  Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Makassar, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Semangat Gotong Royong

Adalah Alifullah selaku pengusul kegiatan ini, dalam sambutannya Alifullah mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari awal latihan sampai pertunjukan. Tak terkecuali tim kerja, para peserta (teman tuli) yang tergabung dalam organisasi Gerkatin Makassar, pelatih dan support dukungan dari kampus IKM selaku tempat latihan selama 35 hari.

“Gempata menunjukkan bahwa seni milik semua, bahwa bersuara tidak mesti dengan kata. Kesenian mengajarkan kita makna kebersamaan,” ucapnya dalam haru.

Gempata mengajak para teman tuli untuk mengeluarkan suara sehingga menghasilkan harmoni bersama. Namun, pertunjukan tidak hanya sekedar bersuara, para teman tuli juga melakukan gerakan koreografi seperti teatrikal.

Ariyanti Sultan selaku koreografer menyebut adegan teatrikal memberi makna pada pertunjukan. Ia menyebut, setidaknya ada 5 babak dalam koreo, dan semuanya memiliki makna yang dapat ditangkap penonton,

“Intinya yang mau disampaikan adalah mereka juga bisa bersuara, dan bisa mengekspresikan dirinya dalam seni”, ujar direktur Studio Ranarira ini.

Baca Juga :  Terpilih Secara Aklamasi, Muhammad Hidayat Ahsan Resmi Nakhodai PC TIDAR Takalar

Banyak dari mereka yang baru mengerti kalau ternyata mereka juga punya suara. Ke-15 peserta teman tuli sejak awal latihan menunjukkan keseriusan, mereka begitu menikmati proses latihan, baik latihan pernafasan, gerakan hingga latihan vocal.

Ini terlihat dari penampilan mereka yang begitu maksimal, mereka yang sebagian besar baru tampil di panggung begitu senang setelah selesai pertunjukan.

Kedepannya melalui kegiatan ini diharapkan mampu memantik ide-ide inovatif dan inklusif dalam bidang kesenian dan kebudayaan. Pertunjukan paduan suara “Gempata” akan menjadi cerita dan gagasan yang barangkali pertamakalinya para teman tuli diajak bersuara secara bersama-sama, tidak hanya dalam kesenian tapi juga kemanusiaan.

Penulis : Azwar Radhif

Editor : Arman Jaya

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi di Kejati Sulsel, FORMAK LUTIM Tagih Penuntasan Sejumlah Dugaan Korupsi di Luwu Timur
Diduga Sertifikat Agunan Hilang, Nasabah Keluhkan Pelayanan BRI Unit Tarailu Kabupaten Mamuju
Putusan Inkracht Sejak 2004, Ahli Waris Masih Menanti Keadilan Nyata
HMI Sulsel Desak Hak Angket GMTD ;Rekomendasi DPRD Ditolak, Mahasiswa Dorong Pakta Integritas
Nasaruddin Umar : Imam Masjid Pegang Peran Strategis Bangun Peradaban Umat
Terpilih Secara Aklamasi, Muhammad Hidayat Ahsan Resmi Nakhodai PC TIDAR Takalar
Polemik PSEL Makassar: Gelombang Penolakan Lokasi di Tamalanrea Terus Meluas
Sumbang Ruang Aman bagi Mahasiswa, Ekonomi Pembangunan FEB UNM Sahkan SOP Pencegahan Kekerasan Pertama di Kampus

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:11 WITA

Aksi di Kejati Sulsel, FORMAK LUTIM Tagih Penuntasan Sejumlah Dugaan Korupsi di Luwu Timur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:59 WITA

Diduga Sertifikat Agunan Hilang, Nasabah Keluhkan Pelayanan BRI Unit Tarailu Kabupaten Mamuju

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:16 WITA

Putusan Inkracht Sejak 2004, Ahli Waris Masih Menanti Keadilan Nyata

Senin, 15 Juni 2026 - 23:38 WITA

Gema Tanpa Kata, Cara Unik Teman Tuli di Makassar Ekspresikan Diri Lewat Nada

Senin, 15 Juni 2026 - 21:04 WITA

HMI Sulsel Desak Hak Angket GMTD ;Rekomendasi DPRD Ditolak, Mahasiswa Dorong Pakta Integritas

Berita Terbaru

Nasional

Politisi Golkar Palopo Sebut IAS Figur Pemersatu

Jumat, 26 Jun 2026 - 22:10 WITA