“Dia yang Menghamili, Saya yang Dipaksa Menanggung Anaknya” — Pelantikan Ditunda Sepihak: Ingat, KNPI Milik OKP, Bukan Mainan Segelintir Penguasa

Avatar photo

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 20:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Dia yang Menghamili, Saya yang Dipaksa Menanggung Anaknya” — Pelantikan Ditunda Sepihak: Ingat, KNPI Milik OKP, Bukan Mainan Segelintir Penguasa

MAKASSAR, 15 Juni 2026 — Hari yang ditunggu-tunggu berubah menjadi kekecewaan pahit. Rencana pelantikan Pengurus PK KNPI Kecamatan Wajo Kota Makassar yang sudah diagendakan hari ini ditunda secara sepihak, hanya disampaikan lewat telepon dan pesan singkat semalam — tidak ada surat resmi, tidak ada alasan tertulis, dan sama sekali tidak ada rasa hormat terhadap proses demokrasi akar rumput.

 

Muhammad Aldy Hidayat selaku Ketua Terpilih mengaku terguncang sekaligus muak. Undangan sudah tersebar ke seluruh penjuru Wajo, Camat siap hadir, tokoh masyarakat sudah menempatkan diri, seluruh elemen pemuda dan Organisasi Kepemudaan (OKP) sudah menyatukan langkah. Namun semua itu dianggap tiada hanya karena permainan di balik pintu tertutup DPD KNPI Kota Makassar.

 

“Saya maju atas keyakinan sendiri, didampingi mentor, berjuang tanpa tahu-menahu ada urusan gelap apa pun. Baru setelah menang didukung penuh oleh seluruh OKP, saya dikejutkan: ternyata dua oknum petinggi tertinggi DPD sudah membuat komitmen diam-diam jauh hari sebelumnya — bahkan sampai mengatur siapa yang harus duduk sebagai Sekretarisnya. Saya tidak dilibatkan, tidak diajak bicara, tidak diberi tahu sedikitpun,” tegas Aldy dengan nada menusuk.

Baca Juga :  📢 WEBINAR ONLINE PROMOSI PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA 💻🚀

 

Ia melontarkan analogi yang paling telanjang membongkar logika busuk itu:

 

“Inilah puncak ketidakwarasan mereka: Dia yang berbuat, dia yang membuat kesepakatan, dia yang ‘menghamili’ urusan ini diam-diam — tapi begitu masalah muncul, saya yang diminta melahirkan, saya yang harus membesarkan, dan saya yang dipaksa memikul tanggung jawab penuh atas perbuatan yang sama sekali bukan saya yang lakukan! Logika macam apa ini kalau bukan upaya meloloskan diri dari kesalahan sendiri?”

 

Aldy kemudian mengingatkan batas yang sering dilupakan para penguasa sementara itu:

 

“Ingat baik-baik wahai penguasa di DPD KNPI Kota Makassar: KNPI ini milik seluruh OKP! Bukan milik perorangan, bukan milik satu kelompok, bukan milik satu warna kepentingan semata. Di dalamnya ada banyak aspirasi, banyak suara, banyak warna. Saya dipilih dan diamanahkan oleh OKP Kecamatan Wajo — bukan ditunjuk, bukan diatur, bukan dibeli oleh DPD Kota. Jadi jangan bertindak seenaknya seolah organisasi ini adalah harta pusaka keluarga yang bisa diatur sesuka hati!”

Baca Juga :  Ironi Panakkukang yang Menjadi Asbak Kota Makassar

 

Penundaan yang disampaikan tanpa surat resmi itu menurutnya membuktikan satu hal: Sudah tidak ada lagi intelektualitas, sudah lenyap rasa keadilan, dan yang tersisa hanyalah nafsu memegang kendali serta kebiasaan bermain di belakang layar.

 

Karena itu ia tidak akan diam:

 

“Saya akan bersurat resmi kepada Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kota Makassar meminta klarifikasi dan keadilan mutlak. Jika tidak mendapat jawaban yang memuaskan, langkah akan saya teruskan sampai ke tingkat Provinsi. Biarkan pimpinan lebih tinggi melihat sendiri: apakah ini organisasi pemuda yang ingin melahirkan pemimpin, atau sekadar tempat memuaskan ambisi segelintir orang?”

 

Aldy menegaskan satu kalimat terakhir yang menusuk kesadaran:

“Kalau kalian membuat kesepakatan, tanggung jawablah atas kesepakatan itu sendiri. Jangan jadikan hasil muscam sebagai kambing hitam untuk menutupi aib logika terbalik kalian. Wajo sudah memilih, dan kami tidak akan tunduk pada kekuasaan yang kehilangan akal sehatnya.”

 

 

 

Sumber Pernyataan:

Muhammad Aldy Hidayat

Ketua Terpilih PK KNPI Kecamatan Wajo

Kota Makassar

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

📢 WEBINAR ONLINE PROMOSI PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA 💻🚀
Membakar Bukan Tanpa Sebab: Ketika KNPI Kota Makassar Berorganisasi Seperti Obrolan Kedai Kopi
Ironi Panakkukang yang Menjadi Asbak Kota Makassar
Coral Triangle Day: Kekayaan Terumbu Karang yang Kian Terdegradasi dan Ancamannya bagi Ekonomi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Lebih Rasional Melanjutkan Stadion Barombong Daripada Membangun Ulang Stadion Baru
Menggugat Logika Pembangunan Koperasi Merah Putih
Profit Hunt Terobosan baru HIMANAJ UNIBOS Pengembangan Potensi Mahasiswa dalam berwirausaha
Menyelamatkan Isi Piring Kita

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:27 WITA

📢 WEBINAR ONLINE PROMOSI PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA 💻🚀

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:02 WITA

Membakar Bukan Tanpa Sebab: Ketika KNPI Kota Makassar Berorganisasi Seperti Obrolan Kedai Kopi

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:56 WITA

Ironi Panakkukang yang Menjadi Asbak Kota Makassar

Senin, 15 Juni 2026 - 20:37 WITA

“Dia yang Menghamili, Saya yang Dipaksa Menanggung Anaknya” — Pelantikan Ditunda Sepihak: Ingat, KNPI Milik OKP, Bukan Mainan Segelintir Penguasa

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WITA

Coral Triangle Day: Kekayaan Terumbu Karang yang Kian Terdegradasi dan Ancamannya bagi Ekonomi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Berita Terbaru

Nasional

Politisi Golkar Palopo Sebut IAS Figur Pemersatu

Jumat, 26 Jun 2026 - 22:10 WITA