Temukata.com, Jakarta – Sebuah langkah strategis untuk pengelolaan kawasan konservasi resmi terjalin, Rabu 17 Juni 2026
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menandatangani Kesepakatan Bersama. Acara berlangsung di ruang rapat kantor Ditjen KSDAE, Rabu sore.
Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Natsir Ali, mengawali sambutan dengan penuh optimisme. Menurutnya, daerahnya dianugerahi kekayaan laut dan perikanan yang luar biasa.
Taman Nasional Taka Bonerate menjadi inti dari anugerah itu. “Kawasan ini bukan hanya aset ekologis, tapi juga motor ekonomi,” tegas Bupati.
Ia menyebut sektor perikanan dan ekowisata punya potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah menyambut hangat sinergi yang terjalin.
Sesi dilanjutkan dengan arahan dari Dirjen KSDAE, Prof. Satyawan Pudyatmoko. Ia menegaskan bahwa pengelolaan konservasi tak bisa berjalan sendiri.
“Sinergitas dengan pemerintah daerah adalah kunci,” ujarnya. Kesepakatan ini diharapkan mampu mendongkrak fungsi pengelolaan Taka Bonerate.
Dirjen memberi target ambisius. Kawasan ini harus unggul, baik dalam pengelolaan wisata maupun sumber daya perikanan di zona tradisional.
Untuk urusan promosi, ia meminta jangkauan lebih luas hingga mancanegara. Caranya, dengan memperbarui website dan media sosial dalam versi bahasa Inggris.
Langkah ini juga untuk memecah konsentrasi pengunjung yang selama ini terpusat di taman nasional lain. Taka Bonerate disiapkan sebagai destinasi alternatif kelas dunia.
Di sisi lain, Prof. Satyawan mengingatkan soal ancaman kawasan. Gangguan di TN Taka Bonerate harus terus ditekan.
Tujuannya jelas, menjaga ekosistem terumbu karang tetap lestari. Dengan begitu, sumber daya perikanan di dalamnya pun berkelanjutan untuk masa depan.






