HMI Sulsel Desak Hak Angket GMTD ;Rekomendasi DPRD Ditolak, Mahasiswa Dorong Pakta Integritas

Avatar photo

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 21:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HMI SULSEL DESAK HAK ANGKET GMTD; REKOMENDASI DPRD DITOLAK, MAHASISWA DORONG PAKTA INTEGRITAS

Makassar, 15 Juni 2026 – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Selatan secara tegas mendesak DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan Hak Angket untuk mengusut secara menyeluruh berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).

Desakan tersebut disampaikan dalam Aksi Reformasi Jilid II, ‘Sulsel Gelap; Mahasiswa BerGerak (MBG)’ yang digelar BADKO HMI Sulsel dan berpusat di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan setelah sebelumnya massa melakukan longmarch dari kawasan Fly Over Makassar.

Menurut BADKO HMI Sulsel, persoalan GMTD tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan bisnis semata. Hingga hari ini masih terdapat berbagai pertanyaan publik yang belum mendapatkan jawaban yang transparan terkait pengelolaan kawasan tersebut, mulai dari dugaan penghilangan aset daerah, persoalan agraria, perubahan struktur kepemilikan saham, pembagian dividen, hingga kontribusi nyata perusahaan terhadap kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan.

Dalam dialog bersama massa aksi, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menyampaikan bahwa DPRD sebelumnya telah melakukan koordinasi internal dan menghasilkan sejumlah rekomendasi terkait persoalan GMTD yang akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun pernyataan tersebut tidak diterima oleh massa aksi. BADKO HMI Sulsel secara terbuka menolak rekomendasi DPRD yang pernah diterbitkan karena dinilai belum menjawab substansi persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik.

Baca Juga :  Muh. Ilham Akbar Tompo : Cicu The Next leader, paling Pas lanjutkan ketua PD KBPP POLRI SULSEL

HMI menilai rekomendasi tersebut lebih banyak menitikberatkan pada aspek administratif dan keberlanjutan investasi, sementara tuntutan masyarakat justru mengarah pada kebutuhan pengungkapan fakta secara menyeluruh terkait status aset daerah, dasar hukum pengelolaan kawasan, kepemilikan saham, pembagian keuntungan, serta berbagai dugaan persoalan yang berpotensi merugikan daerah.

“Kami tidak datang meminta rekomendasi baru. Kami datang menuntut keberanian politik DPRD untuk menggunakan Hak Angket. Persoalan GMTD sudah terlalu lama mengambang tanpa kejelasan. Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam pengelolaan aset daerah yang menjadi dasar lahirnya kawasan tersebut,” tegas massa aksi dalam forum dialog.

BADKO HMI Sulsel menilai Hak Angket merupakan instrumen konstitusional yang paling tepat untuk membuka seluruh fakta secara terang-benderang kepada publik. Menurut HMI, jika DPRD serius menjalankan fungsi pengawasan, maka seluruh dokumen, kebijakan, dan proses yang berkaitan dengan GMTD harus diperiksa secara terbuka dan akuntabel.

Sebagai bentuk keseriusan terhadap aspirasi yang disampaikan, massa aksi juga mendesak Ketua DPRD Sulsel, unsur komisi, dan perwakilan fraksi yang menerima aksi untuk menandatangani Pakta Integritas Pengawalan Pengelolaan GMTD dan Perlindungan Aset Daerah.

Pakta Integritas tersebut memuat komitmen untuk mendorong keterbukaan seluruh dokumen pengelolaan GMTD, memperkuat fungsi pengawasan DPRD, mengawal perlindungan aset daerah, serta memastikan setiap dugaan penyimpangan ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Penandatanganan pakta integritas dilakukan langsung oleh unsur DPRD yang menerima aksi sebagai bentuk komitmen moral dan politik terhadap tuntutan yang disampaikan BADKO HMI Sulsel.

Baca Juga :  Kemenhaj Sulsel Siapkan Posko di Bandara, Awasi Travel Haji-Umrah

Jenderal Lapangan Aksi, Muhammad Rafly Tanda, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) BADKO HMI Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa persoalan GMTD harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan karena menyangkut kepentingan publik dan aset daerah.

“Kami menolak segala bentuk penyelesaian yang hanya berhenti pada rekomendasi administratif. Yang dibutuhkan hari ini adalah keterbukaan, keberanian politik, dan langkah konkret untuk memastikan tidak ada aset daerah yang hilang, tidak ada hak rakyat yang terabaikan, serta tidak ada persoalan hukum yang ditutup-tutupi. Hak Angket adalah jalan yang harus ditempuh DPRD Sulsel jika benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegas Rafly.

BADKO HMI Sulsel menegaskan akan terus mengawal persoalan GMTD hingga seluruh fakta dibuka secara transparan kepada publik. HMI juga mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk membuka seluruh dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan GMTD sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan aset daerah.

Bagi HMI, pengawasan terhadap GMTD bukan sekadar persoalan korporasi, melainkan bagian dari upaya menjaga transparansi pemerintahan, melindungi aset daerah, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir dari kepentingan publik tetap digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Hak Angket Harga Mati.”

“Bongkar Dugaan Penghilangan Aset Daerah.”

“Selamatkan Aset Rakyat, Tegakkan Transparansi.”

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Narkotika Sungguminasa Musnahkan 111 HP Ilegal, Sediakan 50 HP untuk Warga Binaan
Turis Mancanegara Antusias Ikuti Prosesi Annyorong Lopi, Pinisi Bulukumba Siap Berlayar ke Labuan Bajo
Peringati Hari Kebudayaan Nasional, The Legend 120 Mengajak Pemuda Makassar: Hentikan Perang Kelompok, Bumikan Siri’ Na Pacce!
Road to Give 2026 di Makassar : Lari 10K Sekaligus Galang Bantuan Air Bersih
HUT TNI ke-81, Yonif 725/Woroagi Makan Bersama Warga Papua
Momentum Bersejarah, HMTI Institut Hasan Sulur Resmi Lahir dan Siap Bangun Jejaring Nasional
Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan
IKA ISMEI Sulselbartra Tantang Kapolda Sulsel Baru, Penanganan Konkrit Perang Kelompok di Makassar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:24 WITA

Lapas Narkotika Sungguminasa Musnahkan 111 HP Ilegal, Sediakan 50 HP untuk Warga Binaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:12 WITA

Turis Mancanegara Antusias Ikuti Prosesi Annyorong Lopi, Pinisi Bulukumba Siap Berlayar ke Labuan Bajo

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Peringati Hari Kebudayaan Nasional, The Legend 120 Mengajak Pemuda Makassar: Hentikan Perang Kelompok, Bumikan Siri’ Na Pacce!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:48 WITA

Road to Give 2026 di Makassar : Lari 10K Sekaligus Galang Bantuan Air Bersih

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:12 WITA

HUT TNI ke-81, Yonif 725/Woroagi Makan Bersama Warga Papua

Berita Terbaru