DPD PTI Kaltim Soroti Anjloknya Harga TBS di Tengah Keterbukaan Informasi Industri Sawit

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPD PTI Kaltim Soroti Anjloknya Harga TBS di Tengah Keterbukaan Informasi Industri Sawit

Kalimantan Timur – Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kalimantan Timur, Akbar Patompo, meminta agar pemerintah dan seluruh pelaku industri sawit memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani tetap stabil dan mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Menurut Akbar, petani sawit saat ini bukan lagi objek yang minim informasi. Akses terhadap perkembangan harga Crude Palm Oil (CPO) baik nasional maupun global sudah semakin terbuka sehingga petani dapat memantau pergerakan pasar secara langsung.

“Petani sekarang sudah cerdas. Informasi harga CPO sangat mudah diakses dan diketahui oleh masyarakat. Karena itu ketika harga TBS di lapangan turun tajam, petani tentu mempertanyakan apa yang menjadi dasar penurunannya,” ujar Akbar.

Baca Juga :  Kunjungi PLTU Punagaya, Direksi PLN Dorong Penguatan Energi Sulawesi

Ia menilai perhatian Presiden Republik Indonesia terhadap tata kelola sawit nasional serta langkah Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang meminta normalisasi harga TBS merupakan sinyal positif bagi petani sawit rakyat.

Akbar juga menyoroti adanya perbedaan antara harga TBS yang ditetapkan melalui rapat tim penetapan harga di Dinas Perkebunan Kalimantan Timur dengan harga pembelian yang diterima sebagian petani di lapangan.

“Harga penetapan TBS yang diumumkan pemerintah daerah relatif masih baik, namun fakta di lapangan masih banyak petani yang menjual jauh di bawah harga tersebut. Kondisi inilah yang menjadi pertanyaan dan keluhan petani saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Dua Dekade Bakti Prof Ismail, Dianugerahi Satyalancana Karya Satya dari Presiden

DPD PTI Kalimantan Timur berharap pemerintah, perusahaan perkebunan, dan pabrik kelapa sawit dapat bersama-sama menjaga stabilitas harga TBS serta memastikan mekanisme pembelian buah sawit berlangsung secara adil dan transparan.

“Harapan petani sederhana, yaitu harga TBS yang stabil, adil, dan sesuai dengan kondisi pasar. Jangan sampai ketika harga CPO masih baik, petani justru menerima harga yang tidak mencerminkan kondisi industri sawit yang sebenarnya,” tegas Akbar Patompo.

Menurutnya, keberpihakan kepada petani tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kepastian harga yang mampu menjaga keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petani sawit rakyat.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gala Dinner Raker APEKSI Komwil VI di Kendari dihadiri Wakil Wali kota Makassar
Dewan Pengawas Apresiasi Perumda Parkir Makassar : Sukses Wujudkan Parkir Tertib dan Tarif Resmi di MHM 2026
BINUS, IPNU, dan RW 01 Buloa Kolaborasi Tebar Kepedulian Melalui Kurban Iduladha
Rupiah Tertekan di Rp17.849, Pasar Waspada Tren Pelemahan Lanjutan
Terpilih Secara Aklamasi, Andi Rahmat Manggabarani Nahkodai GEKRAFS SULSEL
Kunjungi PLTU Punagaya, Direksi PLN Dorong Penguatan Energi Sulawesi
Dugaan Masok 40Kg Narkoba di Lapas Bollangi, Mahasiswa Dipukul Mundur Petugas
Ketua DPW PBB SULSEL telah menerima SK dari PJ Ketum PBB Yuri Kemal Fadhlullah

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:03 WITA

Gala Dinner Raker APEKSI Komwil VI di Kendari dihadiri Wakil Wali kota Makassar

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:19 WITA

Dewan Pengawas Apresiasi Perumda Parkir Makassar : Sukses Wujudkan Parkir Tertib dan Tarif Resmi di MHM 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:38 WITA

DPD PTI Kaltim Soroti Anjloknya Harga TBS di Tengah Keterbukaan Informasi Industri Sawit

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:11 WITA

BINUS, IPNU, dan RW 01 Buloa Kolaborasi Tebar Kepedulian Melalui Kurban Iduladha

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:05 WITA

Terpilih Secara Aklamasi, Andi Rahmat Manggabarani Nahkodai GEKRAFS SULSEL

Berita Terbaru