Kawal Program Astacita, Relawan EMUD Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Pembangunan

Avatar photo

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 15:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Temukata.com – Momentum pasca-kemenangan pemilu menjadi fase krusial bagi para relawan pendukung pemerintah untuk memperkuat komitmen pengawalan kebijakan. Guna menyelaraskan langkah tersebut, Forum Komunikasi Nasional (FORNAS)-08 menggelar Konsolidasi II Rakyat bertajuk “Silaturahmi dan Musyawarah Organisasi Relawan Pendukung Program Astacita Presiden Prabowo”. Acara yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) di Hotel Alia, Jakarta Pusat ini menjadi panggung penting bagi berbagai elemen relawan untuk menyuarakan aspirasi langsung demi keberlanjutan roda pemerintahan.

Dalam forum konsolidasi tersebut, peran strategis relawan perempuan menjadi salah satu poin yang disorot tajam. Ketua Umum Relawan Emak Muda (EMUD) Kebangkitan Indonesia Raya, Ulfa Bone, menegaskan bahwa kelompok emak-emak muda memiliki andil besar dalam mengamankan suara dan memenangkan pasangan Prabowo Subianto di akar rumput. Mengingat rekam jejak perjuangan yang tidak mudah, eksistensi gerakan perempuan dinilai layak mendapatkan porsi perhatian yang sebanding dalam masa pembangunan nasional saat ini.

Lebih lanjut, Ulfa yang juga dikenal luas sebagai figur publik dan artis dangdut ini memaparkan bagaimana militansi para relawan EMUD bergerak di lapangan selama masa kontestasi. Perjuangan tersebut diwujudkan secara konkret melalui aksi blusukan, sosialisasi visi-misi, bantuan langsung terhadap calon legislatif yang linier dengan visi presiden, hingga penyusunan berbagai program sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, kerja-kerja elektoral tersebut murni didasari atas semangat kerakyatan yang nyata.

> “Kami turun langsung ke lapangan, membantu perjuangan para calon legislatif yang sejalan dengan Bapak Prabowo, sekaligus menghadirkan berbagai program kesehatan bagi masyarakat. Semua itu kami lakukan sebagai bentuk dukungan nyata,” ujar Ulfa di hadapan awak media yang meliput jalannya konsolidasi di Jakarta Pusat.

Baca Juga :  Refleksi Agustus 2025, BEM FISEH UCM Ajak Mahasiswa Tidak Terprovokasi

>

Kendati demikian, Ulfa berharap agar energi perjuangan dari para relawan perempuan tidak lantas meredup atau ditinggalkan setelah momentum kemenangan telah berhasil diraih. Pihaknya meminta dengan tegas agar jajaran pemerintahan saat ini bersedia membuka ruang kolaborasi yang lebih inklusif dan luas. Keterlibatan aktif dari organisasi relawan perempuan diyakini dapat mempercepat akselerasi dan penguatan program-program strategis yang kini tengah digodok oleh kabinet pemerintahan.

Ulfa mengingatkan agar hubungan antara pemerintah dan relawan tidak bersifat pragmatis atau sekadar dibutuhkan pada masa kampanye belaka. Aspirasi ini muncul sebagai representasi suara arus bawah yang menginginkan keberlanjutan kontribusi. Pihaknya berharap struktur pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat merangkul potensi sumber daya manusia dari kalangan relawan perempuan agar proses pembangunan nasional berjalan lebih akomodatif.

> “Jangan sampai kami hanya dibutuhkan saat masa perjuangan. Setelah pemerintahan berjalan, kami juga ingin dilibatkan dalam pembangunan agar dapat terus mendukung keberhasilan Presiden Prabowo,” kata Ulfa menambahkan.

>

Selain menuntut ruang kontribusi, Ketua Umum EMUD ini juga memberikan catatan kritis dan konstruktif terhadap implementasi program kerja pemerintah yang sedang berjalan. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan pilar dari program Astacita. Ulfa menekankan perlunya evaluasi berkala terhadap kinerja tim pelaksana di lapangan demi mengantisipasi adanya kendala operasional teknis.

Langkah pembaruan struktur tim pelaksana hingga peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dinilai menjadi solusi konkret untuk menekan potensi deviasi. Ulfa menyarankan agar pemerintah melibatkan unsur masyarakat lokal secara aktif dalam eksekusi program tersebut. Dengan pelibatan masyarakat, akurasi distribusi dan kualitas pemenuhan gizi di tingkat daerah diharapkan dapat berjalan jauh lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Tak Ada Lagi Alasan Ekonomi, Beasiswa Universitas Famika Siap Bantu Pemuda Bontoala Kuliah

Menurut pandangannya, karakteristik gerakan emak-emak muda yang memiliki kedekatan emosional dan geografis dengan masyarakat bawah adalah modal sosial yang besar. Energi positif dan militansi kelompok ini diklaim mampu bertindak sebagai katalisator dalam menyukseskan agenda-agenda besar Astacita Presiden Prabowo hingga ke wilayah pelosok.

> “Emak-emak muda masih memiliki semangat yang luar biasa. Kami siap bergerak membantu pemerintah, mendukung seluruh program Presiden Prabowo, serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dengan masyarakat,” ungkapnya secara optimistis.

>

Menutup pernyataannya, Ulfa melayangkan pengingat penting terkait asas keadilan bagi para pejuang di lapangan. Ia berharap proses rekrutmen atau penunjukan posisi strategis dalam pengawalan program pembangunan tidak hanya didominasi oleh figur-figur lama. Pemerintah diminta untuk melihat kerja keras para relawan baru yang telah mengorbankan waktu dan tenaga secara langsung demi kemenangan politik Presiden Prabowo.

> “Kami berharap orang-orang yang benar-benar berjuang di lapangan juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi. Jangan hanya mereka yang sudah lama, tetapi relawan yang berdarah-darah memperjuangkan kemenangan Bapak Prabowo juga perlu diingat dan dilibatkan,” pungkas Ulfa menutup wawancara.

>

Melalui selesainya Konsolidasi II Rakyat FORNAS-08 ini, seluruh organisasi relawan yang hadir kembali mempertegas komitmen kolektif mereka. Agenda musyawarah ini menghasilkan resolusi bersama untuk terus mengawal jalannya implementasi Program Astacita. Rekomendasi dari konsolidasi ini diharapkan memicu sinergi yang lebih solid antara pihak eksekutif dan jejaring relawan, guna mewujudkan visi pembangunan yang inklusif, berkeadilan, serta sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama
Mantan Sekretaris PSI Makassar Ikuti Langkah APPI ke Demokrat
Matador kecam narasi tawuran kapolrestabes makassar: jangan kaburkan kematian akmal, kadispora juga harus dievaluasi!
Hanura Makassar Bidik satu kursi Fraksi, Irmawati Sila Optimis Raih 5 Kursi
HUT TNI ke-81, Yonif 725/Woroagi Makan Bersama Warga Papua
Usai Putusan MK Soal Syarat Pendidikan, Aktivis Pemuda Serukan semua Sekolah Turunkan Foto Gibran 
Munafri Arifuddin Mundur, Suara Muda Golkar Makassar Menggema: Andi Nurhaldin NH Didorong Pimpin Partai Golkar Makassar*   
Polemik THM MYE Makassar, Ketum Matador : Jangankan Penjara, Nyawapun ku pertaruhkan untuk Agamaku ! LGBT Haram di tanah Daeng 

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Imbauan Ketua KNPI Makassar di Tengah Kabut Asap: Kesehatan Harus Jadi Utama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:03 WITA

Mantan Sekretaris PSI Makassar Ikuti Langkah APPI ke Demokrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:42 WITA

Matador kecam narasi tawuran kapolrestabes makassar: jangan kaburkan kematian akmal, kadispora juga harus dievaluasi!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:49 WITA

Hanura Makassar Bidik satu kursi Fraksi, Irmawati Sila Optimis Raih 5 Kursi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:12 WITA

HUT TNI ke-81, Yonif 725/Woroagi Makan Bersama Warga Papua

Berita Terbaru