TEMUKATA.COM, MAKASSAR – Polisi mengungkap fakta baru di balik aksi tawuran geng motor yang menewaskan seorang pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bentrokan tersebut ternyata telah direncanakan kedua kelompok melalui media sosial sebelum mereka bertemu di lokasi.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengatakan sedikitnya 22 orang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Dari jumlah itu, 19 orang telah diamankan, sedangkan tiga lainnya masih dalam pengejaran polisi.
“Sudah berhasil diamankan 19 orang. Setelah kami lihat memang semua mengakui bahwa mereka lakukan penyerangan terhadap korban. DPO masih ada tiga orang lagi,” kata Arya dalam konferensi pers, Kamis (8/10/2026).
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (4/10) sekitar pukul 03.35 Wita.
Korban bernama Muhammad Akmal, 24 tahun, tewas setelah diserang menggunakan senjata tajam. Seorang remaja berusia 17 tahun bernama Farel juga menjadi korban dan mengalami luka berat.
Polisi menyebut bentrokan itu bukan terjadi secara spontan. Kedua kelompok sebelumnya saling berkomunikasi melalui media sosial dan sepakat bertemu untuk melakukan tawuran.
“Sudah janjian tawuran dengan istilah COD. Itu istilah anak-anak di sini kalau janjian tawuran,” ujar Arya.
Pertemuan tersebut dijadwalkan sekitar pukul 02.30 Wita. Setelah kedua kelompok bertemu, aksi saling serang kemudian terjadi hingga berujung aksi kejar-kejaran di jalan.
Menurut polisi, aksi tersebut melibatkan dua kelompok geng motor yang dikenal dengan nama Warmen27 dan Tabe22. Anggotanya tidak seluruhnya berasal dari Kota Makassar.
Sebagian anggota kelompok disebut datang dari luar daerah. Mereka masuk ke Makassar secara terpisah sejak sore hingga malam hari untuk menghindari perhatian masyarakat.
“Mereka masuknya sore atau menjelang malam. Satu-satu, jadi tidak bergerombol langsung,” jelas Arya.
Polisi juga menduga aksi tawuran dilakukan bukan karena persoalan pribadi antara kedua kelompok. Mereka justru sengaja membuat janji perang untuk mendapatkan perhatian, termasuk melalui media sosial.
“Tawuran ini bukan karena ada masalah, bukan. Tetapi karena memang mereka sengaja untuk tawuran dan ingin muncul di media sosial,” ungkap Arya.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan penggunaan media sosial menjadi salah satu bagian penting dalam mengatur pertemuan. Komunikasi dilakukan untuk menentukan titik kumpul sebelum kedua kelompok bertemu.
Bentrok kemudian berubah menjadi aksi pengejaran. Dalam kondisi tersebut, dua korban terjatuh setelah kendaraan yang mereka gunakan bersenggolan.
Akmal berada dalam kondisi tidak mampu melarikan diri. Polisi menyebut korban kemudian diserang menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia.
Peristiwa tersebut juga telah direkonstruksi polisi dengan menghadirkan dua tersangka. Rekonstruksi digelar di lokasi kejadian pada Rabu (7/10) dan memperagakan sekitar 10 adegan.
“Ada sekitar 10 adegan diperagakan mulai dari peristiwa penyerangan di Dg Ramang, kemudian proses pengejaran sampai jatuh, sampai terjadi peristiwa pemarangan terhadap dua korban,” kata Kanit Tipidum Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Hamka.
Dalam rekonstruksi, polisi memperagakan posisi Akmal dan Farel saat dikejar kelompok pelaku. Keduanya diketahui menggunakan sepeda motor berbeda.
Farel masih sempat melarikan diri setelah diserang. Sementara Akmal tertinggal karena mengalami kondisi lebih parah setelah terjatuh.
“Setelah Farel dibacok, Farel lari. Dia (pelaku) lihat Akmal masih tertidur di motor, akhirnya di situ dia dibacok karena posisinya tidak menguntungkan, dia parah tidak bisa goyang,” jelas Hamka.
Polisi kini masih memburu tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Penyidik juga masih mendalami peran masing-masing anggota kelompok yang telah diamankan.
Polisi menegaskan kasus ini tidak berhenti pada penangkapan para pelaku. Penggunaan media sosial untuk mengatur tawuran serta keterlibatan anggota dari luar daerah juga masih menjadi bagian dari penyelidikan.
“Jadi saya juga menyarankan kepada semuanya, tidak perlu ditonton video-video itu karena itu akan menguntungkan mereka dan membuat mereka senang,” ujar Arya.








