Makassar, Temukata.Com – Semangat gotong royong dan toleransi kembali terlihat di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo. Lurah Pannampu berkolaborasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar unsur Binmas Gereja Protestan, Kerukunan Keluarga Ambon (KKA), serta unsur TNI-Polri mengurus jenazah seorang warga terlantar yang meninggal dunia.
Langkah cepat itu dilakukan setelah adanya laporan warga terkait ditemukannya seorang warga yang hidup sebatang kara dan meninggal dunia di wilayah Kelurahan Pannampu, Minggu (5/7/2026).

Imam Hanafi selaku Lurah Pannampu bersama Kapolsek 08 Tallo dan Danramil 1402/02 Tallo langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Makassar. Setelah proses identifikasi selesai, koordinasi lintas sektor diperluas.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Begitu ada laporan, kami langsung hubungi Pak Kapolsek, Pak Danramil, lalu berkoordinasi juga dengan FKUB dan KKA. Alhamdulillah semua pihak merespon cepat,” ujar Lurah Pannampu di sela kegiatan.
FKUB Kota Makassar melalui Binmas Gereja Protestan bersama KKA mengambil peran penting dalam memastikan prosesi peribadatan terakhir berjalan sesuai keyakinan almarhum. Pihak KKA juga membantu pengurusan administrasi dan pemakaman. Sementara unsur TNI-Polri memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Perwakilan FKUB menyampaikan, keterlibatan FKUB bukan hanya soal kerukunan antar umat beragama, tetapi juga wujud kepedulian sosial. “Ini tugas kemanusiaan kita bersama. Tidak memandang suku, agama, dan latar belakang. Yang penting jenazah saudara kita bisa diurus dengan layak,” katanya.
Hal senada disampaikan pengurus KKA. Menurutnya, sebagai sesama warga Ambon yang ada di Makassar, KKA merasa terpanggil untuk membantu. “Kami pastikan almarhum dimakamkan dengan baik dan semua prosesi ibadah terakhir berjalan khidmat,” ujarnya.
Proses pemakaman difasilitasi oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial. Jenazah kemudian dimakamkan di TPU setempat dengan dihadiri unsur kelurahan, TNI, Polri, FKUB, KKA dan warga sekitar.
Kapolsek 08 Tallo mengapresiasi sinergi yang terjalin. “Ini contoh nyata kolaborasi tiga pilar bersama tokoh agama dan paguyuban. Ke depan kami harap warga juga aktif melapor jika ada warga terlantar agar bisa ditangani lebih awal,” tegasnya.
Pemerintah Kelurahan Pannampu mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, khususnya warga lanjut usia atau warga terlantar yang tinggal seorang diri. Dengan sistem pelaporan yang cepat dan kolaborasi yang kuat, diharapkan kejadian serupa dapat ditangani dengan lebih manusiawi.





