Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Digital, Kelompok Perempuan Pulau Langkai Dapat Pendampingan Branding Sambal Gurita dari UNM

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) foto bersama anggota Kelompok Perempuan Merpati Putih seusai kegiatan sosialisasi program pendampingan branding dan digital marketing produk Sambal Gurita di Pulau Langkai, Jumat (5/6/2026). (Foto: Dok. Temukata.com/Tim Pengabdian UNM)

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) foto bersama anggota Kelompok Perempuan Merpati Putih seusai kegiatan sosialisasi program pendampingan branding dan digital marketing produk Sambal Gurita di Pulau Langkai, Jumat (5/6/2026). (Foto: Dok. Temukata.com/Tim Pengabdian UNM)

Temukata.com, Makassar – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Makassar (UNM) meresmikan langkah awal pendampingan ekonomi pesisir melalui sosialisasi program bertajuk “Optimalisasi Branding dan Digital Marketing untuk Peningkatan Daya Saing Produk Sambal Gurita” di Pulau Langkai, Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan ini menyasar Kelompok Perempuan Merpati Putih sebagai upaya memperkuat kapasitas usaha olahan perikanan berbasis komunitas di pulau kecil tersebut.

Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai pintu masuk utama pelaksanaan program pengabdian yang memperoleh dukungan hibah Pendanaan BIMA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Melalui hibah tersebut, perguruan tinggi berkomitmen menjalankan fungsi pemanfaatan ilmu pengetahuan secara langsung guna memajukan kesejahteraan masyarakat wilayah pesisir.

Baca Juga :  Lapas Palopo Bantah Napi Kendalikan Narkoba: Sudah Digeledah, Tak Ditemukan Bukti

Kawasan kepulauan sering kali menghadapi tantangan keterbatasan akses pasar dan jangkauan distribusi meski memiliki komoditas olahan laut yang potensial. Dalam kerangka kerja program ini, pendampingan yang diberikan difokuskan pada penguatan identitas merek (branding), perbaikan mutu serta desain kemasan, hingga penerapan strategi pemasaran digital (digital marketing). Langkah tersebut dirancang agar komoditas lokal Sambal Gurita produksi warga dapat menembus rantai pasok dan pasar konsumen yang lebih luas di luar wilayah pulau.

Ketua Tim Pengabdian, Shadry Andriani, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pendampingan ini merupakan wujud tanggung jawab akademis akademisi terhadap pemanfaatan potensi kawasan pesisir.

Akademisi UNM itu menegaskan komitmennya bahwa perguruan tinggi berupaya mendorong kemandirian kelompok usaha lokal agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern yang makin kompetitif.

“Ini bentuk komitmen kami dan upaya tanggung jawab untuk memberikan pendampingan, agar kelompok dapat tumbuh, mandiri, serta berdaya dengan produk-produk hasil pengolahan perikanan,” kata Shadry di sela-sela kegiatan sosialisasi di Pulau Langkai.

Baca Juga :  Ancaman Nyata di Depan Mata: Mikroplastik Kepung Udara dan Air di Sekitar SMPN 58 Surabaya

Kehadiran program pendampingan ini disambut positif oleh jajaran pengurus dan anggota Kelompok Perempuan Merpati Putih. Selama ini, pengelolaan usaha olahan hasil laut di wilayah kepulauan kerap terkendala pada tahap komersialisasi dan pembentukan nilai tambah produk, sehingga intervensi akademis dinilai amat dibutuhkan.

Ketua Kelompok Perempuan Merpati Putih, Nurjannah, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan komitmen pendampingan jangka panjang yang dibawa oleh tim pengabdian ke wilayah mereka. Ia menilai langkah ini membuka peluang baru bagi peningkatan kapasitas anggota kelompok dalam mengelola unit usahanya secara lebih profesional.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini karena kampus memperhatikan kami dan berkomitmen untuk mendampingi pengembangan kelompok di pulau,” ujar Nurjannah.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah melalui skema pendanaan BIMA Kemendiktisaintek, dan kelompok perempuan lokal diharapkan dapat mentransformasi Sambal Gurita Pulau Langkai dari sekadar komoditas olahan rumah tangga menjadi produk unggulan daerah yang berdaya saing tinggi. Keberhasilan penguatan rantai nilai olahan perikanan ini diyakini bakal berdampak langsung pada peningkatan pendapatan keluarga, penyerapan tenaga kerja perempuan, serta kemandirian ekonomi masyarakat pulau secara berkelanjutan.

Editor : Arman Jaya

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Turis Mancanegara Antusias Ikuti Prosesi Annyorong Lopi, Pinisi Bulukumba Siap Berlayar ke Labuan Bajo
Peringati Hari Kebudayaan Nasional, The Legend 120 Mengajak Pemuda Makassar: Hentikan Perang Kelompok, Bumikan Siri’ Na Pacce!
Road to Give 2026 di Makassar : Lari 10K Sekaligus Galang Bantuan Air Bersih
HUT TNI ke-81, Yonif 725/Woroagi Makan Bersama Warga Papua
Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan
IKA ISMEI Sulselbartra Tantang Kapolda Sulsel Baru, Penanganan Konkrit Perang Kelompok di Makassar
Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka
DPO Narkoba Meninggal Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:12 WITA

Turis Mancanegara Antusias Ikuti Prosesi Annyorong Lopi, Pinisi Bulukumba Siap Berlayar ke Labuan Bajo

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Peringati Hari Kebudayaan Nasional, The Legend 120 Mengajak Pemuda Makassar: Hentikan Perang Kelompok, Bumikan Siri’ Na Pacce!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:48 WITA

Road to Give 2026 di Makassar : Lari 10K Sekaligus Galang Bantuan Air Bersih

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:12 WITA

HUT TNI ke-81, Yonif 725/Woroagi Makan Bersama Warga Papua

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan

Berita Terbaru